Pol Espargaro Syok Dituduh Miguel Oliveira Tak 'Intelek' Soal Insiden MotoGP Austria
Anindhya Danartikanya | 21 Agustus 2020 09:46
Bola.net - Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro, mengaku syok disebut 'tak intelek' oleh rider Red Bull KTM Tech 3, Miguel Oliveira, usai keduanya mengalami kecelakaan bersama dalam Lap 9 balapan kedua MotoGP Austria di Red Bull Ring, Minggu (16/8/2020). Hal ini dinyatakan Espargaro via Crash.net, Kamis (20/8/2020).
Kedua rider ini bersenggolan di Tikungan 4 saat berebut posisi kelima. Kala itu, Espargaro melebar, dan saat berusaha kembali ke garis balap, ia justru bertabrakan dengan Oliveira yang tengah berusaha menyalip dari jalur dalam. Keduanya pun gagal finis, mempersembahkan hasil buruk kepada KTM di seri kandang mereka.
Usai balap, Espargaro sempat mengaku ia dan Oliveira sama-sama telah melihat data dan mengakui sama-sama melakukan kesalahan, serta telah saling meminta maaf. Namun, setelahnya, Oliveira melakukan wawancara yang menggemparkan lewat Canal+ dan memberikan tuduhan serius kepada Espargaro.
Kesal Banyak Spekulasi Asal di Media Sosial
Dalam wawancara tersebut, Oliveira menyatakan bahwa 'tak semua orang dilahirkan dengan tingkat intelektual yang sama' dan menyebut bahwa Espargaro lah yang merupakan penyebab dari insiden itu. Menjelang pekan balap MotoGP Styria di trek yang sama, Espargaro pun mengaku jengkel atas pernyataan Oliveira tersebut.
"Usai kecelakaan, saya bicara dengan Miguel, yakni sebelum ia bicara dengan Canal+, dan kami sepakat bahwa itu insiden balap biasa. Saya minta maaf dan ia juga minta maaf. Setelahnya, saya malah lihat komentar macam-macam," ungkap rider yang tahun depan akan pindah ke Repsol Honda itu.
Espargaro juga mengaku kesal karena pada jurnalis MotoGP mengomentari insiden itu hanya berdasarkan cuplikan video onboard pada motornya dan pernyataan Oliveira. Rider Spanyol ini pun susah payah menahan amarah dan tak mau memberikan pernyataan 'panas' lewat media sosial untuk melakukan bantahan.
Oliveira Kendarai Motor yang Dikembangkan Espargaro

"Saya kaget, para jurnalis mengomentari hal yang mereka sama sekali tak ketahui. Saya tak mau 'meledak' di media sosial karena itu bukan tempat untuk 'meledak'. Tapi saya frustrasi karena tak ada yang tahu situasinya, tak ada yang melihat datanya, dan tak ada yang tanya saya teknisnya seperti apa. Mereka semua hanya melihat reaksi Miguel dan berkomentar seenaknya di media sosial," ujarnya.
Yang membuat Espargaro lebih terkaget-kaget adalah pernyataan Oliveira terkait intelektualnya. Juara dunia Moto2 2013 ini menyebut kata-kata yang dipilih Oliveira sungguh tak berkenan, dan ia merasa makin jengkel karena rider Portugal itu belum juga meminta maaf atas perkataannya.
"Saya sungguh syok karena saya pikir hubungan saya dengan Miguel baik-baik saja. Saya kerap berada di situasi itu berkali-kali, di mana kadang itu salah saya, dan saya kelewat 'panas'. Tapi saya selalu menghormati rival saya, bahkan rekan setim saya. Kata-kata Miguel bukan kata-kata yang baik," tutur Polyccio.
"Saya takkan pernah berkata bahwa 'tak semua orang lahir dengan intelektual yang sama', karena itu tuduhan yang keras, apalagi motor yang ia kendarai adalah motor yang saya kembangkan! Bayangkan intelektual saya seperti apa jika saya mampu bikin motor seperti ini. Kata-katanya sungguh tidak menghormati," pungkas Espargaro.
Video: MotoGP 2020 Takkan Mampir Negara Non-Eropa
Baca Juga:
- Insiden MotoGP Austria Tak Bikin Nyali Valentino Rossi Ciut demi Lanjutkan Karier
- Johann Zarco Takkan Ikut FP1 dan FP2 MotoGP Styria, Berharap Tak Dihukum
- Jadwal Live Streaming: MotoGP Red Bull Ring, Styria 2020
- Lega Lolos dari Maut, Rossi-Vinales Kompak Siap Balapan di MotoGP Styria
- Fabio Quartararo Hanya Bidik 5 Besar Jelang MotoGP Styria
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






