Puas Tak Ada Lagi 'Pay Rider', MotoGP Tolak Batasi Jumlah Rider Italia dan Spanyol
Anindhya Danartikanya | 18 Januari 2022 14:45
Bola.net - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, sangat puas melihat persaingan MotoGP yang semakin ketat, apalagi level performa para pembalap kian setara berkat dukungan teknis dan moral yang tinggi dari tim-tim yang menaungi mereka. Hal ini disampaikan Ezpeleta dalam wawancaranya dengan Moto.it, Senin (17/1/2022).
Persaingan ketat ini juga diyakini Ezpeleta sebagai bukti hanya pembalap terbaik dunia yang bisa turun di MotoGP. Ia pun senang tak ada lagi 'pay rider', yakni pembalap yang 'membayar' agar bisa balapan di MotoGP, entah karena mengusung sponsor ke timnya atau dibiayai keluarganya yang kaya raya.
Ezpeleta mengaku sangat menyayangkan hal ini sempat terjadi dalam satu dekade terakhir, namun lega kini seluruh pembalap yang ada di MotoGP tak perlu membayar apa pun ke timnya demi bisa balapan. Mereka justru dapat kepercayaan murni dari tim dan bahkan mendapatkan gaji yang layak.
Kini Semua Pembalap Dapat Gaji dari Tim

"Sayangnya, hal macam ini (pay rider) kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sekarang hal-hal seperti ini tak lagi terjadi. Kini semua pembalap yang ada di MotoGP memiliki tim yang sangat percaya pada mereka dan membayar gaji mereka," ungkap Ezpeleta, yang sudah menaungi MotoGP sejak 1992.
Pria Spanyol ini juga menanggapi asumsi publik yang menyatakan Dorna Sports menganakemaskan para pembalap Spanyol dan Italia, mengingat kedua negara ini menyumbangkan pembalap paling banyak di Grand Prix. Ia pun mengakui sempat dapat saran untuk membatasi jumlah rider dari kedua negara.
Ezpeleta memang menginginkan lebih banyak rider non-Spanyol dan non-Italia untuk turun di Grand Prix, serta berjanji makin menggalakkan program ini. Namun, ia menyebut pembatasan jumlah rider Spanyol dan Italia, yakni dua negara yang kultur balap motornya paling kental, adalah gagasan tak masuk akal.
Cari Lebih Banyak Rider Seperti Miller dan Quartararo

Dorna Sports sejatinya sudah membentuk program-program balap yang membuka peluang para rider non-Spanyol dan non-Italia, seperti Red Bull Rookies Cup, Asia Talent Cup, British Talent Cup, Northern Talent Cup, bahkan erat bekerja sama dengan Moto3 Junior World Championship dan MotoAmerica.
"Selama beberapa waktu, ada beberapa pihak yang mengajukan proposal agar jumlah pembalap Italia dan Spanyol dibatasi. Namun, saya tidak merasa ini jalan yang tepat. Menurut saya, kami memang harus lebih baik dalam menemukan banyak rider seperti Jack Miller, Fabio Quartararo, dan Johann Zarco," ujar Ezpeleta.
"Dengan begitu, kebangsaan pembalap MotoGP lebih heterogen. Tapi memberlakukan pembatasan jumlah hanya karena ada terlalu banyak pembalap Spanyol dan Italia tidaklah masuk akal. Pasalnya, pembalap terbaik lah yang bisa masuk ke MotoGP, tak peduli dari mana asal mereka. Itulah yang terjadi sekarang," pungkasnya.
Sumber: Motoit
Baca Juga:
Indonesia Siapkan Travel Bubble demi Jamin MotoGP Mandalika Tak Batal
Baru 17 Tahun, Pedro Acosta Dapati Namanya Diabadikan di Sirkuit Cartagena
Video: Mengapa Marc Marquez Pilih Sirkuit Portimao Jadi Tempat 'Tes Mata'?
Sejak Kecil Jadi Rival, Fabio di Giannantonio Takjub Kini di MotoGP Bareng Enea Bastianini
Siap ke Sepang: Jalani 65 Lap, Marc Marquez Senang Matanya Pulih
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
