Rossi-Morbidelli Bingung Quartararo Bisa Lebih Cepat di Misano
Anindhya Danartikanya | 16 September 2019 14:10
Bola.net - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, merupakan satu-satunya rider yang tak mengendarai YZR-M1 spek pabrikan, namun justru merupakan rider Yamaha terkuat dan tercepat dalam beberapa seri belakangan. Hal ini pun membuat Valentino Rossi dan Franco Morbidelli takjub sekaligus bingung.
YZR-M1 Quartararo adalah motor Yamaha 'Spek B': mesin dan sasisnya merupakan versi 2019, namun punya 500 rpm lebih rendah, suspensi dan aerodinamika 2018, serta hanya punya jatah lima mesin. Dalam balapan MotoGP Misano, San Marino, Minggu (15/9/2019), Quartararo pun membuktikan ini bukan masalah.
Start ketiga, Quartararo mengambil alih pimpinan balap dari Maverick Vinales pada Lap 3, dan terus melaju sebagai rider terdepan selama 24 lap. Ia memang tersalip oleh rider Repsol Honda, Marc Marquez, pada lap pamungkas, namun rider berusia 20 tahun itu tetap memberikan perlawanan yang sangat sengit.
Rossi dan Morbidelli, yang masing-masing finis keempat dan kelima di belakang Quartararo (kedua) dan Vinales (ketiga), mengaku tak tahu pasti bagaimana Quartararo bisa jauh lebih cepat dan kuat daripada mereka. The Doctor pun punya analisa tersendiri mengenai fenomena ini.
Akselerasi Quartararo-Vinales Lebih Baik
"Bagusnya, sepanjang pekan balap ini Yamaha kompetitif, dan tim lain lebih bermasalah dari kami. Tapi Mack dan Fabio lebih cepat dari saya dan Franco, yang lebih bermasalah terutama di corner exit, di mana grip kami rendah pada akselerasi. Kenapa? Mungkin kami berdua lebih tinggi. Entahlah," ujar sembilan kali juara dunia ini.
Musim ini, Quartararo pun telah meraih tiga pole dan empat podium, sementara Rossi belum juga naik podium sejak finis kedua di Argentina dan Austin, apalagi Morbidelli, yang belum juga mencicipi podium. Rossi pun yakin ia dan Morbidelli mengalami hal ini karena masih kesulitan pada grip ban belakang.
"Fabio dan Mack berakselerasi lebih baik dan bisa buka gas dengan grip lebih tinggi, dan keluar dari tikungan lebih baik pula. Usai musim panas, kami memodifikasi keseimbangan motor dan sudah lebih baik dibanding awal musim. Tapi ini tak cukup karena pengereman saya lebih baik dan corner entry saya tak buruk, tapi masih tertinggal di akselerasi. Kami harus menemukan solusi," ungkap Rossi.
Lihai di Tikungan Cepat
Morbidelli, yang sempat menjagokan Quartararo meraih kemenangan dalam balapan kali ini usai melihat ritmenya dengan ban lama pada Sabtu (14/9/2019), menyatakan bahwa Quartararo memiliki kekuatan terbesar pada tikungan-tikungan cepat, persis seperti yang dikatakan Marquez usai finis.
"Fabio mampu melaju di tikungan cepat dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan dengan usaha ringan. Saya tak tahu bagaimana cara Fabio melakukannya. Tapi ini adalah titik terkuatnya, dan kami harus memperbaiki diri dan mencapai levelnya," pungkas juara dunia Moto2 2017 ini.
Menjelang MotoGP Aragon, Spanyol, 20-22 September, Vinales duduk di peringkat 5 pada klasemen pebalap dengan 134 poin, sementara Rossi ada di peringkat 6 dengan 129 poin. Quartararo dan Morbidelli duduk di peringkat 7 dan 10, masing-masing dengan 112 dan 80 poin.
Sumber: Crash.net
Baca Juga:
Gagal Menang, Maverick Vinales Lihat Kemajuan di Yamaha
Quartararo: Sengit Lawan Marquez, Momen Terbaik dalam Hidup Saya
Highlights Pertarungan Sengit Marquez vs Quartararo di MotoGP Misano
Tanggapi Marquez, Rossi: Saya Tak Perlu Cekcok demi Dapat Motivasi
Jadwal Siaran Langsung: MotoGP Aragon, Spanyol 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




