Rossi: Stoner, Satu-Satunya Penakluk Ducati
Editor Bolanet | 14 November 2012 09:00
- Valentino Rossi mengaku telah mengambil pilihan yang salah dengan memutuskan pindah dari Yamaha ke Ducati akhir tahun 2010 silam. Ia menjalani dua musim balap yang buruk bersama pabrikan Italia tersebut, dan hanya mengoleksi tiga podium tanpa satupun kemenangan.
Selama berkarir di dunia balap, saya tak pernah salah memilih. Namun kini saya telah melakukannya, ujar Rossi kepada majalah Sport Rider.
Akibat prestasi yang jeblok ini, sembilan kali juara dunia tersebut memutuskan untuk kembali ke Yamaha musim depan dengan menandatangani kontrak durasi dua tahun. Rossi sendiri juga mengakui bahwa Casey Stoner adalah satu-satunya pebalap yang mampu menaklukkan keganasan motor Desmosedici.
Bersama Stoner, Ducati mampu meraih gelar dunia pertama di MotoGP pada tahun 2007 silam. Sejak pebalap Australia itu hengkang pada akhir 2010, belum ada pebalap Ducati lain yang mampu meraih kemenangan, sekalipun juara dunia 2006, Nicky Hayden.
Casey adalah satu-satunya pebalap yang mampu melaju cepat dengan Ducati. Sedangkan pebalap lain tidak hanya telah menghancurkan karir mereka sendiri, tetapi juga pikiran mereka. Jadi selamat untuk, Casey, lanjut Rossi.
The Doctor juga menyatakan bahwa selama musim 2012, dirinya merasa frustrasi karena tak ada peningkatan performa yang signifikan dari Ducati. Frustrasi saya diakibatkan oleh permasalahan yang tak kunjung hilang sejak uji coba Valencia tahun 2010. Hingga dua tahun, masalah itu tak pernah bisa teratasi. Terkadang saya berpikir bahwa ini semua buang-buang waktu, akunya.
Bersama Yamaha, Rossi telah mengoleksi empat gelar dunia, yakni pada tahun 2004, 2005, 2008 dan 2009. Namun pebalap asal Italia itu menyadari bahwa dirinya akan kesulitan kembali ke performa puncak musim depan, mengingat ia mengalami kesulitan di Ducati selama dua tahun.
Setelah dua musim yang buruk, akan sulit bagi saya untuk kembali ke puncak. Namun saya dan tim akan berusaha keras 100 persen untuk meraih hasil yang kami inginkan. Kami ingin bertarung melawan pebalap terdepan, kami harus meningkatkan performa meski akan sangat sulit, pungkasnya. (nca/kny)
Selama berkarir di dunia balap, saya tak pernah salah memilih. Namun kini saya telah melakukannya, ujar Rossi kepada majalah Sport Rider.
Akibat prestasi yang jeblok ini, sembilan kali juara dunia tersebut memutuskan untuk kembali ke Yamaha musim depan dengan menandatangani kontrak durasi dua tahun. Rossi sendiri juga mengakui bahwa Casey Stoner adalah satu-satunya pebalap yang mampu menaklukkan keganasan motor Desmosedici.
Bersama Stoner, Ducati mampu meraih gelar dunia pertama di MotoGP pada tahun 2007 silam. Sejak pebalap Australia itu hengkang pada akhir 2010, belum ada pebalap Ducati lain yang mampu meraih kemenangan, sekalipun juara dunia 2006, Nicky Hayden.
Casey adalah satu-satunya pebalap yang mampu melaju cepat dengan Ducati. Sedangkan pebalap lain tidak hanya telah menghancurkan karir mereka sendiri, tetapi juga pikiran mereka. Jadi selamat untuk, Casey, lanjut Rossi.
The Doctor juga menyatakan bahwa selama musim 2012, dirinya merasa frustrasi karena tak ada peningkatan performa yang signifikan dari Ducati. Frustrasi saya diakibatkan oleh permasalahan yang tak kunjung hilang sejak uji coba Valencia tahun 2010. Hingga dua tahun, masalah itu tak pernah bisa teratasi. Terkadang saya berpikir bahwa ini semua buang-buang waktu, akunya.
Bersama Yamaha, Rossi telah mengoleksi empat gelar dunia, yakni pada tahun 2004, 2005, 2008 dan 2009. Namun pebalap asal Italia itu menyadari bahwa dirinya akan kesulitan kembali ke performa puncak musim depan, mengingat ia mengalami kesulitan di Ducati selama dua tahun.
Setelah dua musim yang buruk, akan sulit bagi saya untuk kembali ke puncak. Namun saya dan tim akan berusaha keras 100 persen untuk meraih hasil yang kami inginkan. Kami ingin bertarung melawan pebalap terdepan, kami harus meningkatkan performa meski akan sangat sulit, pungkasnya. (nca/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Tegas Tak Mau Tes Motor MotoGP: Saya Nggak Kangen!
Otomotif 13 Maret 2026, 10:52
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jepang vs Swedia, 26 Juni 2026
Piala Dunia 26 Juni 2026, 03:01
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Tunisia vs Belanda, 26 Juni 2026
Piala Dunia 26 Juni 2026, 02:50
-
Uruguay Mencari Titik Balik, Spanyol Mengusung Optimisme Tinggi
Piala Dunia 26 Juni 2026, 02:33
-
Cape Verde Mengejutkan, Arab Saudi Menjaga Asa
Piala Dunia 26 Juni 2026, 02:25
-
Tempat Menonton Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026, 26 Juni 2026
Piala Dunia 26 Juni 2026, 02:02
-
Senegal, Irak, dan Peluang Lolos yang Belum Tertutup Sepenuhnya
Piala Dunia 26 Juni 2026, 01:42
-
Norwegia Punya Haaland, Prancis Punya Mbappe
Piala Dunia 26 Juni 2026, 01:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador vs Jerman 26 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:44
-
Paraguay Wajib Menang, Australia Cuma Butuh Hasil Imbang
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:42
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Curacao vs Pantai Gading, 26 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:30
-
Jepang Punya Banyak Skenario Lolos, Swedia Wajib Menang untuk Bertahan
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:12
-
Tunisia Ingin Jaga Harga Diri, Belanda Membidik Target Penting
Piala Dunia 25 Juni 2026, 23:07
-
Here We Go! Manchester United Sepakat untuk Lepas Andre Onana
Liga Inggris 25 Juni 2026, 23:06
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41







