Senggol Lorenzo, Marquez Ternyata 'Belajar' dari Rossi
Editor Bolanet | 7 Mei 2013 11:00
- Debutan Repsol Honda, Marc Marquez mengaku 'belajar' dari Valentino Rossi tentang manuver menyalip yang ia lakukan pada Jorge Lorenzo di tikungan terakhir Sirkuit Jerez dalam MotoGP Spanyol pada hari Minggu (5/5).
Marquez yang nyaris sepanjang balapan berada di posisi ketiga, berusaha menerobos sisi dalam Lorenzo pada tikungan terakhir. Keduanya pun bersenggolan dan menyebabkan Lorenzo melebar. Marquez sukses merebut posisi kedua, sementara Lorenzo harus puas finis ketiga.
Akibat manuver kontroversial tersebut, Lorenzo ngambek dan menolak berjabat tangan dengan Marquez usai balap. Pebalap Yamaha Factory Racing tersebut bahkan menolak berkomentar lebih jauh tentang insiden itu.
Tentu saja saya juga akan marah, jawab Marquez ketika ditanya bagaimana reaksinya andai insiden tersebut menimpanya. Saya lebih muda daripada Jorge, dan mungkin saya juga akan 'panas'. Bukan karena manuvernya, tapi lebih kepada kehilangan satu posisi.
Marquez pun berdalih pernah mempelajari manuver itu dari video Rossi. The Doctor memang pernah melakukan manuver serupa pada Sete Gibernau di tempat yang sama pada tahun 2005 silam. Kala itu, Rossi berhasil menang, sementara Gibernau yang sempat terjatuh finis di posisi kedua.
Pada masa lalu, terjadi banyak aksi salip di tikungan itu. Saya menonton banyak video tentang aksi salip di sana. Saya ingat Vale pernah melakukannya, begitu juga pebalap lain. Saya hanya ingin melakukan hal yang sama, lanjutnya.
Menurut pebalap berusia 20 tahun tersebut, peristiwa ini murni hanya insiden balap. Bagi saya ini hanya insiden balap. Saya berusaha tampil maksimal hingga lap terakhir bahkan tikungan terakhir sekalipun. Saya bisa memahami perasaan Jorge, namun saya sudah minta maaf. Semoga hubungan kami membaik dalam beberapa hari, tutupnya. [initial]
Sumber:
Marquez yang nyaris sepanjang balapan berada di posisi ketiga, berusaha menerobos sisi dalam Lorenzo pada tikungan terakhir. Keduanya pun bersenggolan dan menyebabkan Lorenzo melebar. Marquez sukses merebut posisi kedua, sementara Lorenzo harus puas finis ketiga.
Akibat manuver kontroversial tersebut, Lorenzo ngambek dan menolak berjabat tangan dengan Marquez usai balap. Pebalap Yamaha Factory Racing tersebut bahkan menolak berkomentar lebih jauh tentang insiden itu.
Tentu saja saya juga akan marah, jawab Marquez ketika ditanya bagaimana reaksinya andai insiden tersebut menimpanya. Saya lebih muda daripada Jorge, dan mungkin saya juga akan 'panas'. Bukan karena manuvernya, tapi lebih kepada kehilangan satu posisi.
Marquez pun berdalih pernah mempelajari manuver itu dari video Rossi. The Doctor memang pernah melakukan manuver serupa pada Sete Gibernau di tempat yang sama pada tahun 2005 silam. Kala itu, Rossi berhasil menang, sementara Gibernau yang sempat terjatuh finis di posisi kedua.
Pada masa lalu, terjadi banyak aksi salip di tikungan itu. Saya menonton banyak video tentang aksi salip di sana. Saya ingat Vale pernah melakukannya, begitu juga pebalap lain. Saya hanya ingin melakukan hal yang sama, lanjutnya.
Menurut pebalap berusia 20 tahun tersebut, peristiwa ini murni hanya insiden balap. Bagi saya ini hanya insiden balap. Saya berusaha tampil maksimal hingga lap terakhir bahkan tikungan terakhir sekalipun. Saya bisa memahami perasaan Jorge, namun saya sudah minta maaf. Semoga hubungan kami membaik dalam beberapa hari, tutupnya. [initial]
Sumber:
MotoGP.com (mgp/cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 9 Juni 2026, 14:41
-
Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
Piala Dunia 9 Juni 2026, 14:02
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
















