Sponsor Rokok Dilarang, Even Olahraga Dikhawatirkan Mati
Editor Bolanet | 29 Mei 2013 21:00
- Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta, menyebut jika pembatasan sponsor rokok akan berdampak buruk bagi gelaran even-even sport Indonesia.
Berdasarkan PP 109/2012 tentang pengendalian produk tembakau, memang menyuratkan sponsor rokok tidak boleh memasang logo dan menampilkan nama produk pada even yang disponsori.
Kalau sponsor rokok untuk dunia olahraga dilarang, tolong siapkan alternatif penggantinya. Sebab, olahraga akan mati, katanya.
Menurutnya, ketergantungan atlet terhadap bantuan dana dari produk rokok, masih sangat besar. Apalagi, para produsen rokok adalah yang paling siap menggelontorkan dana.
Tercatat, Ikatan Motor Indonesia menggelar sedikitnya dua event otomotif tiap minggu di setiap provinsi di Indonesia. Paling tidak, 50 even setiap minggu, baik itu gokart, reli mobil, motocross, di tingkat provinsi hingga ke tingkat kampung. Dari 50 even itu, yang disponsori rokok mencapai 30 even, dengan nilai ekonomi minimal Rp 100 juta per even.
Kalau dalam setahun efektif ada 40-an event, maka nilai sponsor kegiatan otomotif mencapai Rp 120 miliar per tahun, tutur Tjahjadi Gunawan, seorang promotor yang banyak berkecimpung di even-even otomotif nasional.
Selain nilai ekonomi, masih ada industri yang bekerja dari bengkel-bengkel mobil atau motor peserta lomba. Tiap even setidaknya ada ratusan peserta lomba yang terlibat.
Totalnya, bisa ribuan orang yang terlibat. Belum lagi, termasuk yang jualan makanan-minuman, pengurus parkir, penginapan yang dipakai kru-kru pebalap dan banyak lagi, tambah Gunawan.
Dampak dari aturan tersebut, dipastikan sangat besar dan berantai. Masalah ini menjadi kekhawatiran dunia olahraga karena pasal-pasal dalam PP 109/2012 yang intinya adalah pelarangan sponsor industri rokok di dunia olahraga.
Pasal 36 pada PP 109/2012 menyatakan produk tembakau yang mensponsori suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image, tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau. Pasal yang sama, melarang pula sponsor untuk kegiatan lembaga atau perorangan yang diliput media.
Berdasarkan PP 109/2012 tentang pengendalian produk tembakau, memang menyuratkan sponsor rokok tidak boleh memasang logo dan menampilkan nama produk pada even yang disponsori.
Kalau sponsor rokok untuk dunia olahraga dilarang, tolong siapkan alternatif penggantinya. Sebab, olahraga akan mati, katanya.
Menurutnya, ketergantungan atlet terhadap bantuan dana dari produk rokok, masih sangat besar. Apalagi, para produsen rokok adalah yang paling siap menggelontorkan dana.
Tercatat, Ikatan Motor Indonesia menggelar sedikitnya dua event otomotif tiap minggu di setiap provinsi di Indonesia. Paling tidak, 50 even setiap minggu, baik itu gokart, reli mobil, motocross, di tingkat provinsi hingga ke tingkat kampung. Dari 50 even itu, yang disponsori rokok mencapai 30 even, dengan nilai ekonomi minimal Rp 100 juta per even.
Kalau dalam setahun efektif ada 40-an event, maka nilai sponsor kegiatan otomotif mencapai Rp 120 miliar per tahun, tutur Tjahjadi Gunawan, seorang promotor yang banyak berkecimpung di even-even otomotif nasional.
Selain nilai ekonomi, masih ada industri yang bekerja dari bengkel-bengkel mobil atau motor peserta lomba. Tiap even setidaknya ada ratusan peserta lomba yang terlibat.
Totalnya, bisa ribuan orang yang terlibat. Belum lagi, termasuk yang jualan makanan-minuman, pengurus parkir, penginapan yang dipakai kru-kru pebalap dan banyak lagi, tambah Gunawan.
Dampak dari aturan tersebut, dipastikan sangat besar dan berantai. Masalah ini menjadi kekhawatiran dunia olahraga karena pasal-pasal dalam PP 109/2012 yang intinya adalah pelarangan sponsor industri rokok di dunia olahraga.
Pasal 36 pada PP 109/2012 menyatakan produk tembakau yang mensponsori suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image, tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau. Pasal yang sama, melarang pula sponsor untuk kegiatan lembaga atau perorangan yang diliput media.
Mantan pebalap yang kini menjadi promotor otomotif, Helmy Sungkar, mengatakan banyak prestasi atlet otomotif meningkat setelah didukung industri rokok sebagai sponsorship.
Itu pun, tidak membuat atlet-atlet saya itu jadi perokok, tegasnya. (esa/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Persebaya vs PSIM: Alex Martins Persembahkan Kemenangan Perdana untuk Bajul Ijo!
Bola Indonesia 13 September 2026, 22:10
-
Tempat Menonton Derby Manchester, 13 September 2026
Liga Inggris 13 September 2026, 21:01
-
Bintang Juventus ini Masuk Daftar Belanja MU di Tahun 2027
Liga Italia 13 September 2026, 21:00
-
Jangan Cuma Ganti Jersey, Ini Grooming Reset yang Wajib Dilakukan Habis Olahraga
Lain Lain 13 September 2026, 20:45
-
Link Streaming Man Utd vs Man City di EPL, 13 September 2026
Liga Inggris 13 September 2026, 20:45
-
Arsenal Susun Rencana untuk Bajak Bintang Como Ini
Liga Inggris 13 September 2026, 20:30
-
Link Streaming Levante vs Barcelona di La Liga, 13 September 2026
Liga Spanyol 13 September 2026, 20:01
-
Bawa Semangat Blaugrana di Setiap Transaksi, Intip Benefit Kartu Debit BRI FC Barcelona
Lain Lain 13 September 2026, 20:00
-
Chelsea Kejar Lagi Pemain Timnas Prancis ini di Januari 2027
Liga Inggris 13 September 2026, 20:00
-
Laga Debut Carlos Baleba di MU Fix Molor!
Liga Inggris 13 September 2026, 19:30
-
Andoni Iraola Minta Liverpool Datangkan Mantan Anak Asuhnya di Januari 2027
Liga Inggris 13 September 2026, 19:00
-
Granit Xhaka Ungkap Alasan di Balik Menolak Gabung Chelsea
Liga Inggris 13 September 2026, 18:30
-
Link Streaming Persebaya vs PSIM di BRI Super League, 13 September 2026
Bola Indonesia 13 September 2026, 18:00
-
Derby Manchester Bakal Jadi Titik Balik Bagi Manchester United!
Liga Inggris 13 September 2026, 18:00
-
Hasil BRI Suoer League Sore Ini: Persita dan PSM Raih Comeback Dramatis!
Bola Indonesia 13 September 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
