Suka Duka Valentino Rossi, Sempat Risih Jadi Atlet Populer
Anindhya Danartikanya | 25 Oktober 2019 13:10
Bola.net - Dalam pekan balap MotoGP Australia di Phillip Island akhir pekan ini, Valentino Rossi akan menjalani startnya yang ke-400 selama berkarier di ajang Grand Prix. Dalam perjalanan panjang ini, Rossi pun meraih banyak prestasi mentereng, yang membuatnya makin dikenal orang dan punya jutaan penggemar di seluruh dunia.
Selain punya sembilan gelar dunia, Rossi juga dikenal punya karakter yang unik, santai, dan humoris. Hal-hal inilah yang membuatnya jadi populer. Meski begitu, menjadi terkenal tak selalu menguntungkan bagi Rossi. Kepada MotoGP.com, rider berusia 40 tahun ini pun curhat soal suka duka jadi atlet ternama.
"Saya jadi sangat terkenal, terutama di Italia, sejak 1997. Saya masih sangat muda dan langsung memenangi balapan pada tahun pertama (1996). Pada tahun kedua, saya jadi juara dunia (GP125), dan saya jadi kejutan besar bagi semua orang. Saya pun terpaksa harus mengubah hidup saya," ungkapnya.
Terpaksa Mengubah Gaya Hidup
"Awalnya sangat sulit menerima kehidupan saya harus berubah. Memang benar saya dapat banyak keuntungan dari banyak aspek, tapi kadang saya juga tak bisa punya kehidupan normal. Secara perlahan saya mulai terbiasa dengan ini semua," ujar Rossi, yang sempat tinggal di London, Inggris, pada awal kariernya di GP500.
Sejak 10 tahun lalu, Rossi pun akhirnya memutuskan kembali bertempat tinggal di Tavullia, Italia, kampung halamannya. Rider berjuluk The Doctor ini mengaku puas atas keputusannya, karena kini hidupnya bisa lebih tenang dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan kawan-kawannya.
"Tetap tinggal di Tavullia adalah keputusan tepat. Saya tak bilang kehidupan di sana normal, tapi para penduduknya tak terlalu mengganggu saya karena mereka sudah terbiasa melihat saya, jadi saya bisa pergi ke restoran, bisa jalan-jalan... Semua jadi lebih mudah!" ujarnya.
Tak Lagi Bisa Santai di Paddock
Kehidupan di luar trek saja berubah banyak, apalagi kehidupan di dalam trek? Rossi pun mengaku pada masa-masanya di GP125 dan GP250, ia suka menghabiskan waktu di paddock, namun seiring populernya ia, serta makin luasnya jaringan penggemar MotoGP, tempat itu pun semakin padat orang dan Rossi tak bisa bersantai lagi.
"Tadinya, saya suka berlama-lama di paddock. Dulu semua lebih santai. Anda bisa naik skuter kapan saja, melakukan wheelie, memodifikasi skuter menjadi lebih bertenaga. Dulu rasanya paddock seperti rumah kedua. Tapi dalam beberapa tahun terakhir semua jadi lebih sulit, dalam artian positif. Kini ada banyak orang, saya juga punya banyak penggemar," tutupnya.
Sebagai salah satu atlet paling berprestasi dan paling populer di dunia, Rossi pun punya jutaan penggemar di seluruh penjuru bumi yang dijuluki Popolo Giallo atau Rakyat Kuning. Di setiap sirkuit yang ia kunjungi, fan club-nya bahkan menyediakan tribun tersendiri untuk penggemarnya.
Baca Juga:
Hasil Tes Michelin MotoGP Australia: Marc Marquez Tercepat
Hasil FP2 MotoGP Australia: Marquez-Lorenzo Cekcok, Vinales Memimpin
400 Start, Valentino Rossi: Balap Motor Bagian Terbesar Hidup Saya
Video: Kecelakaan Hebat Fabio Quartararo di MotoGP Australia
Hasil FP2 Moto2 Australia: Duet Red Bull KTM Ajo Jadi yang Terdepan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




