Sulit Selama di Assen, Marc Marquez Tak Pikirkan Kemenangan
Anindhya Danartikanya | 1 Juli 2019 10:20
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku sudah cukup puas dengan hasil finis kedua di MotoGP Belanda pada Minggu (30/6), mengingat ia mengalami kesulitan sepanjang pekan balap di Sirkuit Assen. Ia pun mengaku sama sekali tak ngotot untuk menyerang Maverick Vinales demi meraih kemenangan.
Start dari posisi 4, Marquez turun satu posisi pada lap pembuka, namun berhasil naik ke posisi 2 pada Lap 4. Dengan ban belakang lunak, Marquez pun menjalani pertarungan yang cukup sengit dengan Fabio Quartararo, Joan Mir, dan Maverick Vinales, usai Alex Rins terjatuh dan gagal finis.
Usai Quartararo dan Mir melakukan berbagai kesalahan, pertarungan hanya terjadi di antara dirinya dan Vinales sejak Lap 16. Keduanya sempat saling salip, namun ban belakang yang aus membuat Marquez bermain aman di posisi 2 dan tak ambil risiko tinggi demi mempertahankan keunggulan poin di klasemen.
"Saya tahu saya tak siap memperebutkan kemenangan. Tapi saya harus ubah strategi, lupakan kemenangan, dan cari cara terbaik. Cara terbaik adalah memilih ban belakang lunak, karena saya tahu bisa melaju di depan setidaknya selama 15 lap, lalu baru lihat apa yang akan terjadi pada akhir balapan," ujarnya via Crash.net.
Ingin 'Melarikan Diri' Bareng Yamaha
Dengan ban belakang keras, Marquez mengaku sulit mencetak ritme yang baik. Atas alasan ini, ia pilih ban lunak, karena yakin bisa menyamai ritme Quartararo dan Vinales setidaknya selama 15 lap pertama, sebelum aus pada 10 lap terakhir. Saat membuntuti Vinales selama dua lap, ia bahkan mengaku ambil risiko tinggi.
"Saya pilih ban lunak karena strategi saya adalah 'melarikan diri' bersama dua rider Yamaha, tapi saya tak berpikir untuk memimpin balapan, karena dengan begitu ban bakal cepat aus. Target saya adalah menempel mereka sampai Lap 15, dan saya tahu saya bisa bertahan dengan mereka," ungkapnya.
Tolak Risiko Bertarung dengan Dovizioso
Marquez juga menyatakan, andai ia memilih ban keras, maka ritme balapnya akan jauh lebih lamban hingga harus bertarung di grup kedua, yang berisi Andrea Dovizioso, Franco Morbidelli, dan Danilo Petrucci.
"Saya tahu saya bakal kesulitan di lap-lap terakhir. Dengan ban lunak, saya bisa menjalani 15 lap dengan ritme yang baik, dan akan 'selamat' di 10 lap terakhir. Sementara dengan ban keras, saya bakal harus bertarung dengan Dovi, Franco, dan menjalani ritme yang lebih lamban," pungkasnya.
Dengan hasil ini, ditambah Dovizioso yang hanya finis keempat, Marquez kian kokoh di puncak klasemen pebalap dengan koleksi 160 poin, unggul 44 poin dari Dovizioso yang ada di peringkat kedua.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






