Target Tak Realistis, Jorge Lorenzo Minta Maaf pada Honda
Anindhya Danartikanya | 14 November 2019 22:58
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengumumkan akan pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini dalam jumpa pers di Valencia, Spanyol, pada Kamis (14/11/2019). Dalam jumpa pers yang dihadiri para rider Moto3, Moto2, dan MotoGP itu, Lorenzo mengaku keputusan ini ia ambil berdasar cedera punggung yang tak kunjung sembuh sejak kecelakaan di Assen, Belanda.
Lima kali juara dunia ini mengaku sudah mulai terpikir untuk pensiun tepat setelah ia bangkit dari area gravel Assen. Menurutnya, perjuangannya sudah tak lagi sepadan dengan keselamatan nyawanya. Meski begitu, saat pulang ke Swiss, ia coba untuk menjalani pemulihan, dan kembali mencoba menjinakkan Honda.
"Saat pulang, saya memutuskan untuk mencoba lagi. Saya tak mau ambil keputusan buruk lagi, jadi saya lanjutkan saja. Tapi kenyataannya, sejak itu, gunung yang saya daki semakin tinggi, hingga saya tak mampu mendapat motivasi untuk tetap mendaki gunung tinggi ini," ungkapnya via MotoGP.com.
Kemenangan Tak Memungkinkan Lagi
Usai absen empat seri, Lorenzo kembali turun di Silverstone, Inggris, dan sejak itu hasil balapnya justru semakin jeblok. Ia pun akhirnya menyadari bahwa kemenangan sudah tak lagi bisa diraih, dan segala target-target indah yang ia patok sudahlah tak realistis lagi.
"Saya suka berkendara, suka kompetisi, dan mencintai olahraga ini, tapi yang terpenting, saya suka kemenangan. Pada suatu titik, saya sadar ini tak memungkinkan lagi, apalagi dalam waktu singkat ini dengan Honda. Jadi, target yang tertancap pada pikiran saya pada awal musim ini tidaklah realistis," kisahnya.
Lorenzo pun minta maaf kepada Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig; Direktur Teknis Honda Racing Corporation (HRC), Takeo Yokoyama; Direktur HRC, Tetsuhiro Kuwata, dan Presiden HRC, Yoshishige Nomura. Menurutnya, ia telah mengecewakan seluruh pekerja Honda karena tak bisa menepati janji setahun lalu.
Kenang Pembicaraan dengan Alberto Puig
"Saya minta maaf kepada Honda, terutama Alberto, yang memberi saya kesempatan ini. Saya ingat betul di uji coba Montmelo (2018), di mana saya mulai bicara dengannya soal kepindahan ke Honda. Saya bilang, 'Alberto, jangan lakukan kesalahan. Jangan gaet rider yang salah. Percayalah padaku, dan kau takkan menyesal'. Sayangnya, saya malah mengecewakannya dan Honda," ujar Lorenzo.
Lorenzo pun yakin perpisahannya dengan Honda adalah yang terbaik bagi kedua belah pihak, karena jika kerja sama ini teruskan, keduanya juga takkan mengalami kemajuan. Sebagai pemenang, Honda dan Lorenzo sama-sama tak betah menjalani situasi buruk ini.
"Saya rasa ini keputusan terbaik, karena Honda dan Jorge Lorenzo tak bisa bertarung hanya demi meraih poin, atau masuk lima besar, dan bahkan sekadar memperebutkan podium, yang tadinya saya rasa memungkinkan jika ada waktu. Saya rasa kedua belah pihak adalah pemenang, jadi kami memang harus menang," pungkas Lorenzo.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MAXi Race Sukses Ramaikan Sidrap di Seri Perdana Yamaha Cup Race 2026
Otomotif 21 April 2026, 10:30
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 21 April 2026, 08:24
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 21 April 2026, 08:24
LATEST UPDATE
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
-
Bernardo Silva Bakal Jadi 'Pirlo Baru' untuk Juventus
Liga Italia 22 April 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37















