Tetap Keluhkan Tenaga Yamaha, Fabio Quartararo: Pindah ke Ducati? Semua Kans Terbuka
Anindhya Danartikanya | 29 Oktober 2021 11:14
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, tetap bersikap realistis dalam menyikapi kekurangan motor YZR-M1 miliknya meski telah sukses mengunci gelar dunia MotoGP 2021. Kepada GPOne, Kamis (28/10/2021), El Diablo menyatakan bahwa para insinyur Yamaha masih punya PR dalam menambah tenaga mesin.
Seperti yang diketahui, M1 yang bermesin in-line 4 seperti Suzuki tak punya cukup tenaga seperti mesin-mesin V4 seperti milik Ducati dan Honda. Atas alasan ini, kecepatan puncak (top speed) mereka sangat tertinggal di trek-trek lurus, hingga melakukan aksi salip tidaklah mudah. Untuk melakukannya, pembalap harus bekerja ekstra keras.
"Saya sangat mendorong Yamaha. Motor kami memang bekerja dengan baik dan saya bahagia. Namun, ada 2-3 hal yang harus diperbaiki, terutama tenaga mesin. Para insinyur tahu mereka harus fokus pada mesin. Jika kami bisa meningkatkan kecepatan, maka lebih baik dan balapan bakal lebih mudah," tutur Quartararo.
Yamaha Tak Perlu Bikin Motor Khusus Quartararo

Quartararo pun menyatakan, di sirkuit-sirkuit dengan trek lurus panjang seperti Austin dan Losail, limit performa M1 sangat terasa dalam balapan. "Yamaha tak perlu bikin motor khusus agar cocok untuk saya. Mereka tak harus bikin motor yang jinak, melainkan harus bikin motor yang cepat. Kalau memang jinak, maka lebih baik," ungkapnya.
Rider Prancis ini juga lega karena sang test rider, Cal Crutchlow, sependapat dengannya dan siap membantu memberikan banyak informasi kepada para insinyur Yamaha. "Cal ada untuk membantu kami mengembangkan motor. Saya sudah banyak ngobrol dengannya dan ia tahu di mana letak masalahnya," ujarnya.
"Kami tak punya banyak tenaga mesin. Saya ingat di Qatar, Jorge Martin menyalip saya di trek lurus, dan momen itu terasa menakutkan, karena Ducati bagai pesawat. Tak seharusnya ada perbedaan yang terlalu jauh seperti itu. Kalau 5-6 km/jam saja sih oke, tapi tak seharusnya sejauh itu," lanjut rider berusia 22 tahun ini.
Terlalu Dini Bicarakan Masa Depan

Quartararo bahkan yakin M1 takkan kehilangan karakter lincah jika sedikit menambah tenaga mesin. "Jika Ducati tak kehilangan keseimbangannya, maka Yamaha juga tidak. Kami memang harus memperbaiki top speed dan akselerasi. Kami bakal kurang cepat pada lap tunggal, tapi yang paling penting adalah balapan," ujarnya.
Bicara soal tenaga mesin dan top speed, yakni keunggulan Ducati, tak sedikit pula pihak yang sangat penasaran jika Quartararo mengendarai Desmosedici pada tahun-tahun mendatang. Ia sendiri sempat bernegosiasi dengan Tim Merah pada akhir 2019, dan Quartararo pun tak menutup kemungkinan suatu saat akan pindah ke tim itu.
"Saat ini, apa pun masih terbuka untuk masa depan. Kami harus mendengarkan semua orang. Namun, kini saya fokus pada balapan-balapan terakhir. Masih terlalu dini bicara soal 2022. Toh ada manajer saya, Eric (Mahe), yang akan mengatur hal-hal ini," pungkas Quartararo, yang kontraknya dengan Yamaha akan habis pada 31 Desember 2022.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
Fabio Quartararo Pastikan Takkan Pakai Nomor 1 di MotoGP 2022
Honda: Marc Marquez Belum Bugar, Menang di Misano Terasa Bermakna
Galeri Foto: Transformasi Fabio Quartararo dalam 7 Musim, Kini Juarai MotoGP
Yamaha Sempat Pesimistis Fabio Quartararo Kunci Gelar di Misano, Cemas Dihalangi Rombongan Ducati
Yamaha: Fabio Quartararo-Valentino Rossi Mirip, Sama-Sama Bikin Tim Ceria
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







