'Tinggalkan Yamaha? Quartararo Pelajari Keterpurukan Rossi-Lorenzo-Zarco'
Anindhya Danartikanya | 11 September 2019 11:35
Bola.net - Manajer Tim Red Bull KTM Tech 3, Herve Poncharal, yakin Fabio Quartararo akan berpikir berkali-kali sebelum mempertimbangkan peluang meninggalkan Yamaha di MotoGP pada 2021 mendatang. Kepada Crash.net, Poncharal menyatakan bahwa El Diablo pasti akan belajar dari berbagai peristiwa selama satu dekade terakhir.
Quartararo menjalani debut MotoGP bersama Petronas Yamaha SRT musim ini dan langsung tampil menggebrak. Poncharal yakin ia akan mendapatkan berbagai tawaran pada masa silly season 2020, namun yakin rider 20 tahun itu takkan mudah tergoda, walau pasti akan mendapat iming-iming paket yang kuat dan kontrak bernilai tinggi.
Poncharal yakin, Quartararo dan manajemennya telah belajar banyak dari keterpurukan yang dialami Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Johann Zarco. Tiga pebalap ini diketahui pernah meninggalkan Yamaha, dan setelahnya terpuruk bersama tim masing-masing.
Bakal Jadi Pertimbangan
Rossi yang pindah ke Ducati pada 2011, mengalami paceklik kemenangan selama dua tahun dan hanya meraih tiga podium, sebelum kembali ke Yamaha pada 2013. Lorenzo juga pergi ke Ducati pada 2017 dan terpuruk selama 1,5 tahun, dan kini pindah ke Repsol Honda dan masih sulit beradaptasi.
Zarco, yang sukses menjalani dua musim perdananya di MotoGP bersama Monster Energy Yamaha, kini pindah ke Red Bull KTM Factory Racing hasil balapnya terjun bebas. Ia pun merasa frustrasi, dan meminta KTM memutuskan kontraknya lebih awal pada akhir musim nanti.
"Saya rasa Fabio dan orang-orang di sekitarnya telah mengamati petualangan Vale, Jorge, dan Johann. Hal ini akan punya andil dalam pertimbangan Yamaha dalam mempertahankan Fabio," ungkap Poncharal, yang menyaksikan sendiri lika-liku karier Zarco di MotoGP selama tiga musim terakhir.
Punya Kemampuan Beradaptasi
Meski begitu, Poncharal tak mau menutup kemungkinan Quartararo benar-benar pindah tim, dan bisa saja rider Prancis tersebut juga bisa tampil kompetitif bersama pabrikan lain, mengingat ia masih muda dan masih punya banyak ruang untuk berkembang.
"Fabio sangat muda, dan mampu beradaptasi dengan banyak hal, karena di tiga kasus lain, si pebalap jauh lebih tua saat meninggalkan Yamaha. Tapi pebalap juga pasti selalu ingin sukses ketika yang lain gagal. Tak ada yang mustahil," pungkas Poncharal.
Dalam menjalani musim debutnya di MotoGP, Quartararo berhasil meraih tiga pole dan tiga podium, serta konsisten memperebutkan posisi tiga besar di setiap balapan. Saat ini ia menyandang gelar debutan terbaik dengan duduk di peringkat 8 pada klasemen pebalap dengan 92 poin.
Sumber: Crash.net
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25














