Tito Rabat, Juara dan Petarung yang Terlupakan di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 10 Juli 2019 14:20
Bola.net - Belakangan ini Tito Rabat jadi topik hangat di paddock MotoGP. Pebalap Reale Avintia Racing ini santer dikabarkan tengah menjalani negosiasi kontrak dengan Kawasaki Racing Team untuk diturunkan di WorldSBK musim depan, menjadi tandem 4 kali juara dunia, Jonathan Rea.
Hal ini menyusul pernyataan Avintia, lewat sang Sporting Director, Ruben Xaus, yang menginginkan rider muda tahun depan. Dua pebalap Moto2, Alex Marquez dan Lorenzo Baldassarri merupakan nama yang terus-terusan dikaitkan dengan program ini.
"Sayang, saat ini Tito tak berada dalam level tinggi seperti yang kami pikir. Kami harap ia bisa kembali dan membuktikan ia layak dapat tempat di tim kami. Tapi tim kami harus bekerja sama demi mendapat situasi yang kuat tahun depan, karena pada sponsor kami ingin kami punya motor bagus," ujar Xaus via MotoGP.com.
Meski Avintia tak dapat dukungan teknis terbaik dari Ducati Corse, Rabat justru kerap ikut bertarung memperebutkan posisi 10 besar sejak bergabung pada awal 2018. Ia bahkan konsisten mengasapi tandemnya, Karel Abraham, yang justru punya kontrak dua tahun dan dipastikan bertahan musim depan.
Hati Avintia Tak Tergugah

Usai kesulitan di Marc VDS Honda pada 2016 dan 2017, Rabat langsung kompetitif sekalinya mengendarai Ducati Desmosedici. Sayangnya, cedera parah pada lutut kanan akibat kecelakaan di Inggris tahun lalu membuatnya absen di 8 seri terakhir. Uniknya, meski cedera dan lama absen, Rabat tetap mengungguli Abraham di klasemen pebalap.
Hingga kini, Rabat sejatinya belum pulih benar dari cederanya. Meski begitu, ia tetap bekerja keras dan menunjukkan kemauan tampil baik. Dalam pekan balap MotoGP Catalunya, ia finis di posisi 9 usai start ke-19. Di Sachsenring, Jerman akhir pekan lalu, ia bahkan berhasil finis ke-11 meski start dari posisi 22.
Meski begitu, hasil ini tampaknya tak membuat hati Avintia tergugah. Mereka justru lebih cenderung ingin mempertahankan Abraham, yang kini tertinggal 11 poin dari Rabat. "Karel punya kontrak dua tahun, jadi tempat yang belum pasti adalah tempat Tito. Kita lihat saja nanti. Kami sedang berdiskusi dengan beberapa rider muda dan situasinya tampak sangat menjanjikan," ujar Xaus.
Perjalanan Karier Rabat di Grand Prix
Rabat yang telah turun di Grand Prix sejak GP125 2006, memang mengawali kariernya dengan penuh jalan berliku. Kerap dianggap beruntung hanya karena ayahnya seorang konglomerat di Spanyol, Rabat tetap mampu menunjukkan potensi aslinya, dimulai di GP125 2010, di mana ia menduduki peringkat 6 di klasemen pebalap.
Naik ke Moto2 pada 2011, Rabat langsung tampil kompetitif. Potensinya menjadi juara dunia mulai terlihat pada 2013, saat ia meraih 7 podium dan 3 kemenangan bersama Pons Racing. Usai pindah ke Marc VDS pada 2014, ia justru sukses menjadi juara, berbarengan dengan para sahabatnya, Marc dan Alex Marquez, yang juga menjuarai MotoGP dan Moto3.
Naik ke MotoGP pada 2016, Rabat kesulitan mengendarai Honda RC213V, yang diketahui hanya 'jinak' di tangan Marquez. Meski kesulitan selama 4 musim turun di MotoGP, para penghuni paddock kerap menyebut bahwa Rabat merupakan salah satu rider dengan kemauan kerja keras yang sangat tinggi. Hal ini terbukti dari kemauan Rabat untuk kembali berjalan hanya beberapa hari usai operasi lutut tahun lalu.
Di lain sisi, Abraham, yang menjalani debut Grand Prix di GP125 pada 2005 lalu hanya pernah meraih dua podium, yakni finis ketiga di Moto2 Jepang dan menang di Valencia pada 2010. Prestasi terbaiknya hanyalah menduduki peringkat 10 di klasemen pebalap Moto2 pada tahun yang sama.
Nah, Bolaneters! Jadi siapa nih yang lebih layak dipertahankan oleh Avintia di MotoGP? Rabat atau Abraham? Kita nantikan kabar selanjutnya dari Rabat dan Avintia soal masa depan mereka ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

