Valentino Rossi: Hasil Aragon Bukan Salah Michelin, Tapi Yamaha
Anindhya Danartikanya | 24 September 2018 11:15
- Dengan fakta bahwa Valentino Rossi finis kedelapan dan Maverick Vinales finis ke-10 di Aragon, Spanyol, Minggu (23/9), Movistar Yamaha 'resmi' mengalami losing streak terpanjang dalam sejarah mereka di MotoGP. Sebanyak 23 seri telah mereka lalu tanpa satu pun kemenangan, sejak kemenangan Rossi di Assen, Belanda 2017.
Yamaha pun sukses mengalahkan rekor kekalahan mereka sendiri pada GP500 1997-1998, dan Rossi berharap kenyataan 'mengerikan' ini menjadi tamparan bagi para petinggi pabrikan Garpu Tala agar segera mencari solusi untuk performa sistem elektronik yang telah mendera mereka sejak setahun lalu.
"Saya harap penting bagi Yamaha untuk bereaksi. Mungkin para petinggi melihat hasil ini dan bertanya, 'kenapa?' Saat saya tiba pada 2004, Yamaha jauh lebih buruk dari sekarang. Tapi dalam setahun mereka bereaksi sangat cepat. Mereka membuat M1 2005 menjadi M1 terbaik. Kami harus bereaksi sama," ujarnya kepada Crash.net.
Sulit Cari Motivasi

Rossi, yang start dari posisi ke-17, mengaku menolak menyatakan bahwa MotoGP Aragon adalah balapan yang buruk. The Doctor memilih bersikap positif, mengingat ia mampu mempertahankan ritme yang konstan dan meraih delapan poin. Selain itu, ia juga berhasil masuk 10 besar, hasil yang sempat ia ragukan bisa diraih.
"Sudah setahun kami mengalami masalah teknis ini. Selain itu, Honda dan Ducati, ditambah Suzuki, melakukan langkah besar. Saya lebih cepat dibanding tahun lalu, karena tahun lalu saya cedera dan kali ini fit. Masalahnya, tahun lalu saya finis kelima dan sekarang finis kedelapan. Jadi dalam situasi ini, karena kami ini tim papan atas, sangat sulit mencari motivasi, meski sekadar demi finis 10 besar," lanjutnya.
Bukan Salah Michelin
Rider Italia ini juga menegaskan Yamaha harus segera melakukan perbaikan pada YZR-M1 agar motor ini bisa memanfaatkan performa maksimal dari ban Michelin. "Masalahnya bukan ban, karena ban sama untuk semua orang. Honda dan Ducati mampu 10 detik lebih cepat dibanding tahun lalu dengan ban yang sama. Justru kami yang tak mampu membuat ban bekerja dengan baik," tuturnya.
"Motor kami tak bisa mendapat grip maksimal dari ban belakang, kami memberikan stres kelewat besar dengan cara yang buruk, dan selain itu, kami begitu lamban. Jadi ini masalah Yamaha, karena ban berlaku sama untuk semua orang. Pabrikan lain bekerja lebih baik," pungkas sembilan kali juara dunia ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Barcelona vs Copenhagen: Barca Menang Telak di Camp Nou
Liga Champions 29 Januari 2026, 05:21
-
Hasil Arsenal vs Kairat: Start Kilat, The Gunners Sempurnakan Fase Liga
Liga Champions 29 Januari 2026, 05:15
-
Hasil PSG vs Newcastle: Dembele Gagal Penalti, Tiket 8 Besar Melayang
Liga Champions 29 Januari 2026, 05:09
-
Hasil Liverpool vs Qarabag: The Reds Pesta Setengah Lusin Gol di Anfield
Liga Champions 29 Januari 2026, 05:06
-
Hasil PSV vs Bayern: Gol Telat Kane Bungkam Philips Stadion
Liga Champions 29 Januari 2026, 05:03
-
Chelsea Resmi Lepas Raheem Sterling, Akhiri Hubungan Lewat Pernyataan Singkat
Liga Inggris 29 Januari 2026, 02:43
-
Arsenal Tanpa Declan Rice di Laga Terakhir Liga Champions, Ini Penyebabnya
Liga Champions 29 Januari 2026, 02:40
-
Kenapa Pedri Absen di Laga Barcelona vs FC Copenhagen?
Liga Champions 29 Januari 2026, 02:36
-
Tempat Menonton PSV vs Bayern: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 29 Januari 2026, 01:19
-
Tempat Menonton Club Brugge vs Marseille: Duel Hidup Mati Menuju Fase Gugur UCL
Liga Champions 29 Januari 2026, 01:14
-
Tempat Menonton Dortmund vs Inter: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:58
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04








