Valentino Rossi: MotoGP 2018 Bakal Sangat Mengecoh!
Anindhya Danartikanya | 5 Maret 2018 10:35
Bola.net - - Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi boleh jadi mengakhiri uji coba pramusim di Losail, Qatar di posisi kedua, namun bukan berarti dirinya berhenti waswas soal performa YZR-M1 yang dikenal tak terlalu konsisten selama tiga uji coba awal tahun ini. Hal ini ia sampaikan kepada Crash.net.
Rossi menduduki posisi kesembilan di uji coba Malaysia dan ke-12 di Thailand, serta mengalami kecelakaan pada Sabtu (3/3) siang di Qatar, sebelum mencatat waktu terbaiknya dengan ketertinggalan 0,247 detik dari Johann Zarco. Rossi merasa kompetitif saat menjalani paruh pertama simulasi balap, namun ragu bisa mempertahankan performa ban sampai akhir.
Saya rasa kami telah bekerja keras selama tiga hari dan saya mampu menjalani lap yang sangat baik, berada di posisi kedua dan punya ritme yang baik. Tapi entah apa yang akan terjadi dalam balapan. Kami semua sangat berdekatan. Ada banyak rider kuat. Kami terus kesulitan dengan ban, dan saya hanya menjalani setengah simulasi balap, ujarnya.
Kami telah menjajal banyak hal berbeda untuk memperbaiki ban depan. Saya kecelakaan saat pakai ban depan keras. Dengan ban depan lain yang saya suka, justru bakal sulit menjalani bagian terakhir balapan. Saya tak cukup nyaman dan kecelakaan. Untungnya saya baik-baik saja, lanjut The Doctor.
Sementara Yamaha belum menemukan formula yang pas agar YZR-M1 tampil kompetitif dan konsisten menjelang seri pembuka pada 16-18 Maret mendatang, Rossi juga memprediksi bahwa musim ini akan berjalan tak terduga. Menurutnya, performa setiap rider akan ditentukan oleh karakter lintasan yang berbeda-beda.
Apa yang kami tahu dari pramusim adalah, seperti tahun lalu, situasi kami akan selalu berubah dan sangat tergantung pada lintasan. Kami sangat kesulitan di Thailand, tapi kompetitif di Qatar. Ini bakal mengecoh, semoga bagi semua orang! Bakal sangat penting untuk tak 'menderita' di lintasan-lintasan sulit. Kami semua sangat sengit, dan perbedaan antara kuat dan tidak kuat sangatlah tipis, pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Ini Adalah DNA Argentina
Piala Dunia 12 Juli 2026, 22:56
-
Ditekuk Inggris, Ayah Erling Haaland Klaim Norwegia Dicurangi Wasit
Piala Dunia 12 Juli 2026, 21:55
-
Argentina di Jalur Juara Dunia: Kekuatan, Celah, dan Peluang Meraih Gelar
Piala Dunia 12 Juli 2026, 20:41
-
Kartu Merah Breel Embolo Saat Lawan Argentina, VAR Dinilai Melewati Batas
Piala Dunia 12 Juli 2026, 20:04
-
Alasan Sebenarnya Declan Rice Diganti Saat Jeda
Piala Dunia 12 Juli 2026, 19:26
-
Erling Haaland dan Piala Dunia yang Mengubah Dirinya
Piala Dunia 12 Juli 2026, 16:26
-
Atletico Bukakan Jalan Bagi Manchester United untuk Rekrut Joao Gomes
Liga Inggris 12 Juli 2026, 16:00
-
Manchester United Segera Ajukan Tawaran Perdana untuk Manu Kone
Piala Dunia 12 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













