Valentino Rossi: Tim Pabrikan Yamaha Tim Terpenting dalam Hidup Saya
Anindhya Danartikanya | 23 November 2020 09:07
Bola.net - Berakhir sudah masa tugas Valentino Rossi di tim pabrikan Yamaha, yang ia bela di MotoGP 2004-2010 dan 2013-2020. Meski hanya finis ke-12 di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal, Minggu (22/11/2020), Rossi puas atas kegigihannya bertarung dengan banyak rider, salah satunya membekuk Cal Crutchlow tepat di lap terakhir.
Rossi memutuskan pindah ke Yamaha saat berada di masa keemasan dengan Repsol Honda. Keputusannya dianggap 'gila' dan performanya diremehkan banyak pihak , karena kala itu Yamaha puasa gelar sejak GP500 1992 bersama Wayne Rainey. Nyatanya, ia langsung memenangi balapan pertama di Welkom, Afrika Selatan, di MotoGP 2004.
Rossi bahkan mengakhiri musim itu sebagai juara dunia, mengakhiri paceklik gelar Yamaha di kelas para raja. Bersama tim pabrikan Garpu Tala, ia pun mengoleksi empat gelar dunia, 142 podium, dan 56 kemenangan. Tahun depan, ia masih bernaung di Yamaha, namun akan membela tim satelit Petronas Yamaha SRT.
Pekan Balap yang Emosional

Rossi pun mengaku merasa emosional harus meninggalkan tim ini, yang ia akui sebagai bagian penting tak hanya dalam karier balapnya, melainkan juga hidupnya. Ia pun sedih karena ia juga harus berpisah dengan para mekanik yang setia, seperti Alex Briggs, Brent Stephens, dan Bernard Ansiau.
"Ini pekan balap yang sulit bagi kami, tapi saya sudah mengerahkan yang terbaik, karena saya menjalani balapan dengan kuat demi mengucapkan selamat tinggal pada tim ini, mengucapkan sampai jumpa kepada semua teman-teman saya di garasi ini," ungkap Rossi usai balap kepada Sky Sport.
"Beberapa orang akan ikut saya, beberapa yang lain tidak. Kami sudah bersama selama 15 tahun. Rasanya seperti film. Paruh pertama dan paruh kedua sama-sama menegangkan tapi juga indah. Terima kasih kepada semua orang. Tim ini paling berjasa dalam karier saya, dan juga paling penting dalam hidup saya," lanjutnya.
Bela Banyak Tim, Yamaha Paling Penting
Sepanjang kariernya di Grand Prix, Rossi pernah membela Aprilia Racing, Nastro Azzurro Honda, Repsol Honda, Yamaha Factory Team, dan Ducati Team. Ia pun menyatakan bahwa tim pabrikan Yamaha lah yang paling penting dalam hidupnya.
"Saya pernah balapan dengan banyak tim, tapi tim yang ini adalah bagian dari hidup saya. Saya merasa sangat senang. Rasanya menyenangkan bisa menyapa semua orang dan memeluk mereka. Sangat menyenangkan bisa jadi juara dunia dengan mereka. Kami menghabiskan banyak waktu menyenangkan bersama," tutupnya.
Sayangnya, musim 2020 adalah musim terburuk Rossi selama berkarier di Grand Prix. Ia mengakhiri musim di peringkat 15 pada klasemen pembalap MotoGP dengan koleksi 66 poin dan satu podium saja.
Sumber: Sky Sport
Video: Highlights Joan Mir, Juara Dunia MotoGP 2020
Baca Juga:
Miguel Oliveira: Menang di Kandang, Jadi Hadiah Perpisahan untuk Tech 3
Klasemen Akhir MotoGP 2020 Usai Seri Portimao, Portugal
Hasil Balap MotoGP Portimao: Miguel Oliveira Menang di Rumah Sendiri
Klasemen Akhir Moto2 2020 Usai Seri Portimao, Portugal
Hasil Balap Moto2 Portimao: Bastianini Kunci Gelar, Gardner Bekuk Marini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
LATEST UPDATE
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



