
Bola.net - Pemain Timnas Jepang, Yukinari Sugawara, melontarkan pernyataan tegas jelang laga pembuka Grup Piala Dunia 2026 melawan Belanda di Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) dini hari nanti. Bek berusia 25 tahun itu menegaskan bahwa Samurai Blue datang bukan sekadar untuk meramaikan turnamen, melainkan untuk memburu gelar juara dunia.
Ambisi besar itu disuarakan untuk membangkitkan keyakinan di dalam tim sekaligus menjawab keraguan publik terhadap kemampuan mereka. Skuad asuhan Hajime Moriyasu ingin menunjukkan bahwa target memenangkan Piala Dunia sebelum 2050 bukan sekadar mimpi jangka panjang.
Sugawara menyampaikan pernyataan tersebut usai sesi latihan resmi terakhir Jepang di Southern Methodist University. Menurutnya, seluruh pemain kini memiliki pola pikir yang sama dan siap memberikan kemampuan terbaik di lapangan.
Meski datang dengan target tinggi, Jepang langsung dihadapkan pada tantangan berat sejak pertandingan pertama.
Pernyataan Sikap dan Tekad Kuat Samurai Blue

Pernyataan Sugawara menjadi penegasan bahwa Jepang tidak lagi melihat diri mereka sebagai pelengkap di pentas sepak bola dunia. Bagi Samurai Blue, trofi Piala Dunia kini merupakan target yang layak diperjuangkan sejak fase grup.
Ia menegaskan seluruh anggota tim siap mengerahkan segala kemampuan demi membawa nama Jepang lebih tinggi di panggung internasional. Semangat itu menjadi modal penting menghadapi persaingan yang ketat sepanjang turnamen.
"Kami datang ke sini untuk memenangkan Piala Dunia," tegas Yukinari Sugawara kepada ESPN.
"Kami tidak datang ke sini hanya untuk bersenang-senang. Kami harus siap untuk itu," lanjut pemain Southampton tersebut.
Badai Cedera Menjelang Pembuktian Skuad Pincang

Perjalanan Jepang menuju target besar itu tidak dimulai dalam kondisi ideal. Mereka harus menghadapi kenyataan kehilangan sejumlah pemain penting yang selama ini menjadi bagian vital dalam permainan tim.
Kapten Wataru Endo dipastikan absen akibat komplikasi cedera kaki. Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino juga tidak dapat tampil, sehingga Hajime Moriyasu harus melakukan penyesuaian strategi sekaligus memberi kesempatan kepada para pemain pelapis.
"Ini adalah sebuah impian, saya merasa seperti sedang berada di dalam mimpi," ujar Sugawara tentang kesempatan tampil di Piala Dunia yang telah ia dambakan sejak kecil.
"Namun kekuatan utama kami adalah selalu bersatu. Kami tidak pernah membiarkan siapa pun menghadapi semuanya sendirian," tambahnya mengenai kekompakan tim Jepang.
Status Underdog Melawan Ketangguhan De Oranje
Ujian pertama Jepang datang dari Belanda, tim yang saat ini menempati peringkat kedelapan dunia. Secara peringkat, Samurai Blue berada sepuluh tingkat di bawah lawannya sehingga lebih banyak diposisikan sebagai underdog.
Meski demikian, Jepang memiliki rekam jejak yang membuat mereka sulit dipandang sebelah mata. Kemenangan atas Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia edisi sebelumnya menunjukkan bahwa mereka mampu memberi kejutan besar.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat besar dan berat," kata Sugawara saat menilai kekuatan Belanda.
"Di Piala Dunia tidak ada pertandingan yang mudah. Belanda adalah tim yang sangat baik dan kami harus mempersiapkan segalanya," pungkas mantan pemain Werder Bremen itu.
Laga pembuka melawan Belanda akan menjadi ukuran awal untuk menilai seberapa jauh ambisi Jepang bisa diwujudkan. Jawaban atas pernyataan berani Samurai Blue akan segera terlihat saat mereka turun ke lapangan pada fase grup Piala Dunia 2026.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 09:04Danilo Nilai Hasil Imbang Brasil vs Maroko Sudah Adil
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 09:04Danilo Nilai Hasil Imbang Brasil vs Maroko Sudah Adil
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 08:59Gagal Menang Lawan Maroko, Carlo Ancelotti Soroti Performa Brasil
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 14 Juni 2026 09:04Danilo Nilai Hasil Imbang Brasil vs Maroko Sudah Adil
-
piala dunia 14 Juni 2026 08:59Gagal Menang Lawan Maroko, Carlo Ancelotti Soroti Performa Brasil
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:43Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:33Brasil Vs Maroko: Raphinha Belum Maksimal
-
Liputan6 13 Juni 2026 22:01Daftar Hoaks Bantuan yang Mencatut Prabowo, Ada Hasil Manipulasi AI
-
Liputan6 13 Juni 2026 14:31Prabowo Terima Menhan Jepang, Ini Sejumlah Kerja Sama yang Dibahas
-
Liputan6 13 Juni 2026 10:11Monas hingga Bundaran HI Gelap Malam Ini
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258674/original/099056600_1781400341-Brazil_s_Marquinhos__4__reacts_to_a_tie_at_the_end_of_the_World_Cup_Group_C_soccer_match_between_Brazil_and_Morocco.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258667/original/015531500_1781400113-Brazil_s_Raphinha__left__is_helped_up_by_Morocco_s_Ayoub_Amaimouni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258322/original/049274100_1781335745-bb91c9ba-4984-46a9-bfd0-3b4006ce3c1a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477733/original/026803200_1687446881-Snapinsta.app_355411731_240141972102411_4417550151096548066_n_1080.jpg)

