Vinales Ingin Quartararo dan Morbidelli Ikut Perbaiki Yamaha
Anindhya Danartikanya | 25 Juni 2019 11:30
Bola.net - Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, mengaku ingin pabrikan Garpu Tala lebih baik dalam memanfaatkan keberadaan duet Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, untuk ikut memperbaiki performa motor YZR-M1 yang jeblok selama tiga tahun belakangan.
Yamaha diketahui sulit meraih kemenangan sejak MotoGP Belanda 2017, dan sejak itu pula hanya sekali menang di Australia tahun lalu lewat Vinales. Masalah mereka bahkan semakin menumpuk. Selain masalah akselerasi dan elektronik, kini mesin M1 juga makin tertinggal dari Ducati dan Honda.
Uniknya, ketika Vinales dan Valentino Rossi kesulitan meraih hasil baik, Morbidelli dan Quartararo justru lebih sering tampil menggebrak. Padahal, Morbidelli memakai M1 yang sama persis dengan milik Vinales dan Rossi, sementara bagi Quartararo, mesin adalah satu-satunya bagian yang paling baru dari motornya.
Vinales mengaku sama sekali tak tertekan oleh performa gemilang dan konsistensi Morbidelli dan Quartararo, dan justru menyebut bahwa ini merupakan bukti bahwa tim pabrikan tak bekerja sebaik tim satelit seperti SRT. Ia juga mengaku heran melihat kedua rider ini justru tampil baik dengan perangkat yang sama.
Inginkan Jasa Quartararo-Morbidelli

"Saya tak tertekan oleh mereka. Ini berarti usaha yang dilakukan tim pabrikan bukan yang terbaik. Sering kali usai saya menjajal perangkat, Yamaha justru memberikannya pada mereka. Ini sulit dimengerti. Kami harus restrukturisasi, berpikir lebih baik dan meminta mereka untuk juga mencoba perangkat baru," ujarnya kepada Motorbike Magazine.
Vinales juga mengaku ingin Yamaha lebih sering melibatkan Morbidelli dan Quartararo dalam proses pengembangan M1, termasuk ikut menjalani berbagai rangkaian uji coba. Ia bahkan yakin kedua rider ini seharusnya lebih sering menjalani uji coba ketimbang dirinya dan Rossi, seperti peran Cal Crutchlow (LCR Honda) di Honda Racing Corporation (HRC).
"Vale dan saya menjajal semua perangkat, dan bila semua bekerja dengan baik, Yamaha memberikan perangkat itu kepada mereka. Sebenarnya saya agak terkejut melihat mereka di beberapa balapan. Yamaha seharusnya lebih sering pakai Fabio dan Franco ketimbang kami untuk menjajal perangkat," tuturnya.
Tak Pernah Ragukan Diri Sendiri
Meski mengakui bahwa masa-masanya di Yamaha jauh lebih berat dari dugaan, Vinales menolak menyerah dan bertekad akan terus bekerja keras demi meraih kemenangan dan bahkan gelar dunia.
"Saya sama sekali tak meragukan talenta saya, karena saat motor kami bekerja sedikit lebih baik saja, saya selalu mampu berada di posisi tiga besar. Saya tak pernah meragukan diri saya sendiri. Kepercayaan diri dan kerja keras lah yang membawa saya ke MotoGP, jadi saya akan terus begitu," pungkasnya.
Dalam tujuh seri pertama musim ini, Vinales baru sekali meraih podium, yakni saat finis ketiga di Jerez, Spanyol, dan telah mengalami tiga kali gagal finis. Menjelang MotoGP Belanda akhir pekan ini, ia tengah duduk di peringkat 11 pada klasemen pebalap dengan 40, tertinggal 32 poin dari Rossi di peringkat kelima.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





