Yamaha Cemas Kru Non-Eropa Tak Bisa Hadiri Balapan MotoGP
Anindhya Danartikanya | 16 Juni 2020 13:03
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, mengaku sedang pusing tujuh keliling memikirkan cara agar seluruh anggota kru non-Eropa Monster Energy Yamaha bisa hadir dan bekerja dengan tenang dalam 13 balapan MotoGP 2020, yang lebih fokus di lima negara Eropa.
Mengingat balapan digelar dengan penekanan jumlah kru, setiap tim pabrikan MotoGP, termasuk Monster Energy Yamaha, hanya boleh membawa 45 dari 55-60 kru ke sirkuit. Sayangnya, 10 dari 45 orang yang harus dibawa Yamaha bertempat tinggal di Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Jepang dan Australia masih tak memperbolehkan warga negaranya untuk pergi ke luar negeri, dan ini membuat Jarvis pusing. "Kekhawatiran terbesar kami adalah kebebasan bepergian orang-orang Jepang. Bagi tim kami, ini juga terjadi pada orang Australia," ujarnya via Speedweek, Sabtu (13/6/2020).
"Saat ini, mereka tak bisa pergi ke Eropa bahkan dengan hasil negatif tes Covid-19. Di Australia, ada sistem yang menyediakan perkecualian untuk komitmen profesional yang penting. Kini sudah punya kalender balap terbaru, dan kami mulai bisa memberi alasan yang jelas mengapa kami butuh kru kami di lintasan," lanjut Jarvis.
Masalah Satu Belum Selesai, Ada Masalah Lain
Pria asal Inggris ini pun menyatakan Yamaha akan coba membereskan urusan krunya yang berasal dari Australia lebih dulu. Setelah ada titik terang dari pemerintah setempat, pabrikan Garpu Tala akan coba mencari izin dari pemerintahan Jepang untuk membawa kru dari markas mereka ke balapan-balapan di Eropa.
"Kami akan mulai lebih dulu dengan orang-orang Australia. Setelahnya kami harus cari tahu apa Jepang akan memberi izin serupa, mencari tahu apa larangan bepergian akan dicabut, setidaknya untuk situasi tertentu. Jika ada izin dari pemerintah, maka Yamaha akan mengirimkan insinyur-insinyurnya ke Eropa," ujar Jarvis.
Meski begitu, ada masalah lainnya. Andaipun pemerintah Jepang mengizinkan para insinyur Yamaha pergi ke Eropa, mereka akan sulit pulang. "Kru Jepang tak bisa kembali ke Jepang di sela rehat balapan karena regulasi karantina di Jepang masih diberlakukan," tutur Jarvis.
"Dengan begitu, kru Jepang harus tinggal di Eropa begitu lama. Padahal Perjanjian Schengen menyatakan bahwa orang asing hanya boleh tinggal di area Schengen selama 90 hari. Ini bakal jadi masalah bagi orang Asia, Australia, Selandia Baru, dan lainnya," lanjutnya.
Jangan Sampai Pabrikan Eropa Dapat Untung
Permasalahan yang dihadapi Yamaha ini sudah pasti kurang lebih juga dihadapi dua pabrikan Jepang lainnya, Honda dan Suzuki. Jarvis pun berharap ada bantuan baik dari pemerintah terkait maupun Dorna Sports untuk mengatasi masalah ini demi kebaikan kejuaraan.
Jika tak ada solusi nyata dalam sebulan, maka ketidakhadiran kru non-Eropa pabrikan-pabrikan Jepang dipastikan bakal menjadi keuntungan bagi pabrikan-pabrikan Eropa seperti Ducati (Italia), KTM (Austria), dan Aprilia (Italia).
"Kami sudah tegaskan hanya akan bisa ikut balapan jika solusi ditemukan. Insinyur-insinyur Jepang kami wajib hadir. Jika tidak, maka bakal sulit menjalani balapan. Honda dan Suzuki juga terdampak oleh situasi ini. Hal ini akan membuat pabrikan-pabrikan Eropa dapat keuntungan yang tak adil. Jadi sangat penting bahwa masalah ini harus teratasi," pungkas Jarvis.
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
'Jika Valentino Rossi Sukses Bareng Petronas, Semua Bakal Senang'
Jack Miller: Hasil Baik di MotoGP Bukti Saya Bukan Lelucon
Jack Miller Tuding Honda Selalu Setengah Hati Beri Dukungan
Jack Miller Rela Digaji Rendah demi Bela Ducati Team
'Pendepakan Alex Marquez Bakal Bikin Marc Marquez Akhiri Kontrak Lebih Awal'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

