Man United Bangkit di Bawah Michael Carrick, tapi Legenda Ini Desak Manajemen Tetap Cari Manajer Top

Man United Bangkit di Bawah Michael Carrick, tapi Legenda Ini Desak Manajemen Tetap Cari Manajer Top
Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Legenda Manchester United, Gary Neville, menyampaikan pandangan tegas terkait masa depan kursi manajer di Old Trafford. Di tengah laju impresif tim bersama Michael Carrick, Neville justru meminta manajemen klub tidak terburu-buru mengangkatnya sebagai pelatih permanen pada akhir musim.

Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim setelah pemecatan Ruben Amorim pada Januari lalu. Kontraknya hanya berlaku hingga musim panas. Namun, dampaknya terasa instan. Dari enam pertandingan Liga Inggris sejak kembali memimpin tim, United meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang.

Lonjakan performa tersebut mengangkat posisi Setan Merah ke peringkat keempat klasemen sementara. Mereka kini hanya terpaut tiga poin dari posisi ketiga yang ditempati Aston Villa. Bahkan, dalam periode tersebut, United sukses menumbangkan dua kandidat juara, yakni Manchester City dan Arsenal.

Neville: Jangan Hanya Terbawa Momentum

Neville: Jangan Hanya Terbawa Momentum

Momen penyerang Manchester United, Benjamin Sesko mencetak gol ke gawang Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Performa impresif itu memunculkan desakan dari sebagian suporter agar Carrick dipermanenkan. Namun, Neville punya pandangan berbeda. Dalam program Monday Night Football di Sky Sports, ia menegaskan bahwa United harus tetap memburu kandidat dengan rekam jejak terbaik.

Menurut Neville, situasi bisa berubah sewaktu-waktu. Ia menilai klub sebesar Manchester United tak boleh mengambil keputusan hanya berdasarkan momentum jangka pendek.

“Anda tidak pernah tahu bagaimana hasil akan berjalan dalam beberapa bulan ke depan,” kurang lebih demikian pandangannya.

Ia juga menyinggung terbatasnya opsi pelatih di pasar, termasuk fakta bahwa Thomas Tuchel memperpanjang kontraknya bersama tim nasional Inggris, yang otomatis mengurangi alternatif bagi United.

Meski begitu, Neville menegaskan bahwa kritiknya bukan serangan personal terhadap Carrick. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan mantan rekan setimnya tersebut dan mengapresiasi pekerjaan luar biasa yang sudah dilakukan sejauh ini.

Belajar dari Masa Lalu

Belajar dari Masa Lalu

Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Neville menilai United perlu meminimalkan risiko. Dalam beberapa tahun terakhir, klub sudah mencoba pendekatan berbeda, termasuk menunjuk manajer muda dan relatif minim pengalaman di level tertinggi. Hasilnya dinilai belum sepenuhnya memuaskan.

Ia menyinggung pengalaman sebelumnya ketika mantan pemain dipercaya memimpin tim dan sempat membawa stabilitas selama beberapa musim, tetapi akhirnya proyek tersebut tak berujung sesuai harapan.

Karena itu, menurut Neville, memilih sosok dengan CV terbaik dan pengalaman teruji adalah langkah paling aman untuk proyek jangka panjang.

Optimistis Tembus Liga Champions

Optimistis Tembus Liga Champions

Skuad Manchester United merayakan gol Benjamin Sesko ke gawang Everton, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Menariknya, meski ragu mendukung Carrick sebagai manajer permanen, Neville justru optimistis United akan mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Ia melihat momentum positif yang kini sedang dibangun. United dinilai mulai mampu memenangkan laga meski tidak tampil maksimal. Konsistensi dalam meraih poin menjadi pembeda dibanding periode sebelumnya.

Neville juga menyoroti faktor non-teknis. Ketika pesaing seperti Aston Villa, Chelsea, dan Liverpool harus membagi fokus dengan kompetisi Eropa, United justru memiliki keuntungan karena bisa berkonsentrasi penuh di liga domestik.

Menurutnya, situasi tersebut menempatkan United dalam posisi yang sangat baik. Bahkan, ia tak menutup kemungkinan Setan Merah finis di peringkat ketiga.

“Beberapa pekan lalu saya merasa mereka tak punya peluang menembus zona Liga Champions. Tapi musim ini berjalan aneh. Banyak tim kehilangan poin di saat-saat penting,” kira-kira begitu analisisnya.

Ia menyebut United kini berada di “pole position” untuk finis di empat besar, bukan favorit mutlak, tetapi dalam posisi terdepan dibanding para pesaing langsung.

Ujian Penentuan di Akhir Musim

Ujian Penentuan di Akhir Musim

Ekspresi Michael Carrick dan skuad Manchester United usai mereka menang di kandang Everton (c) AP Photo/Ian Hodgson

Kebangkitan United dalam beberapa pekan terakhir memang terbilang dramatis. Dari situasi krisis pasca pergantian pelatih, kini mereka kembali menjadi ancaman serius dalam perebutan tiket Eropa.

Namun, perdebatan soal siapa yang pantas memimpin proyek jangka panjang masih terbuka lebar. Apakah manajemen akan memberi kepercayaan penuh kepada Carrick jika ia sukses membawa tim ke Liga Champions? Ataukah mereka tetap memburu nama besar dengan reputasi internasional?

Satu hal yang pasti, sisa musim ini bukan hanya soal posisi klasemen, tetapi juga tentang arah masa depan Manchester United.

Sumber: Sky Sports