Legenda Man United Usai Kebangkitan di Tangan Michael Carrick: Ruben Amorim Sekarang Pasti Sedang Merenung

Legenda Man United Usai Kebangkitan di Tangan Michael Carrick: Ruben Amorim Sekarang Pasti Sedang Merenung
Ruben Amorim dalam laga Premier League antara Manchester United vs Bournemouth, Selasa (16/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Kebangkitan Manchester United bersama Michael Carrick memunculkan satu pertanyaan besar di kalangan pendukung Setan Merah: apa yang kini ada di benak Ruben Amorim?

Pertanyaan itu pula yang diangkat legenda klub, Gary Neville. Menurutnya, Amorim kemungkinan besar sedang melakukan refleksi mendalam setelah melihat performa impresif United sejak kursi pelatih beralih ke Carrick.

Tanpa tambahan pemain baru, tanpa pramusim, dan dengan jadwal pertandingan yang lebih berat, Carrick justru mampu mengangkat performa tim yang sebelumnya terseok-seok. Kemenangan atas Manchester City dan Arsenal menjadi titik balik penting, sebelum kemenangan tipis 1-0 atas Everton memperpanjang tren tak terkalahkan menjadi enam laga.

Hasil tersebut terasa kontras dengan periode akhir kepelatihan Amorim. Di bawah pelatih asal Portugal itu, United dinilai gagal memaksimalkan potensi skuad yang ada. Kini, dengan materi pemain yang sama, Carrick mampu menghadirkan energi dan efektivitas berbeda di lapangan.

Situasi ini tak pelak memunculkan perdebatan: seberapa besar kontribusi Amorim dalam fondasi tim saat ini, dan seberapa besar perubahan yang benar-benar dibawa Carrick?

Neville: Amorim Pasti Sedang Merenung

Neville: Amorim Pasti Sedang Merenung

Ruben Amorim seusai pertandingan Liga Inggris Manchester United vs West Ham di Old Trafford, Minggu (11/5/2025). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Dalam podcast Sky Sports miliknya, Neville menyebut Amorim kemungkinan besar tak sekadar menjadi penonton biasa dari rumah. Ia percaya sang pelatih sedang memikirkan apa yang bisa ia lakukan berbeda di masa depan.

“Dia pasti melihat Manchester United sekarang dan bertanya pada dirinya sendiri, apa yang harus saya ubah jika mendapat kesempatan lagi?” kira-kira demikian pandangan Neville.

Menurutnya, Amorim mungkin mulai mempertimbangkan apakah sikap keras kepala terhadap pendekatan taktik menjadi salah satu penghambat. Amorim sebelumnya dikenal teguh dengan sistem andalannya, bahkan pernah berkelakar bahwa “bahkan Paus pun tak bisa membuatnya mengubah formasi”.

Namun, keberhasilan Carrick dengan pendekatan yang lebih fleksibel dinilai menjadi tamparan halus bagi prinsip tersebut.

Amorim Keras Kepala

Amorim Keras Kepala

Ruben Amorim. (c) AP Photo/Dave Thompson

Salah satu kritik terbesar terhadap Amorim adalah minimnya adaptasi ketika tim berada dalam tekanan. Saat hasil buruk mulai menumpuk, perubahan signifikan tak kunjung terlihat. Formasi dan pendekatan tetap sama, meski performa di lapangan tak membaik.

Carrick datang dengan sentuhan berbeda. Ia tak melakukan revolusi besar, tetapi mampu memaksimalkan peran pemain, menyederhanakan instruksi, dan memberi ruang ekspresi lebih luas. Hasilnya langsung terasa.

Meski demikian, belum tentu Amorim akan mengubah karakternya. Keteguhan pada filosofi adalah identitas yang selama ini ia banggakan. Enam laga tanpa kekalahan mungkin belum cukup untuk menggoyahkan keyakinannya.

Dampak bagi Reputasi Amorim

Dampak bagi Reputasi Amorim

Ruben Amorim di laga Manchester United vs Sunderland pada 4 Oktober 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Ada satu kenyataan yang sulit dihindari: semakin baik performa United bersama Carrick di Old Trafford, semakin besar pula sorotan terhadap warisan Amorim di klub.

Reputasinya ikut dipertaruhkan. Dalam wawancara kerja berikutnya, pertanyaan soal fleksibilitas taktik dan kemampuan beradaptasi hampir pasti menjadi topik utama. Klub-klub calon peminat tentu tak ingin mengulang situasi serupa.

Jika benar Amorim memilih jalur yang lebih pragmatis di masa depan, seperti yang diprediksi Neville, maka ia sendiri yang akan paling diuntungkan. Namun melihat karakter dan rekam jejaknya, perubahan besar bukan sesuatu yang mudah diprediksi.

Untuk saat ini, satu hal jelas: kisah Manchester United musim ini belum selesai. Dan di balik kebangkitan tim, ada pelajaran besar yang mungkin, atau mungkin tidak, sedang dipetik oleh Ruben Amorim.

Sumber: Sky Sports