Yamaha: Fabio Quartararo Datang, Atmosfer Tim Jadi Ikut 'Muda'
Anindhya Danartikanya | 1 Desember 2021 10:43
Bola.net - Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, mengaku sulit percaya bahwa Fabio Quartararo bisa menghadirkan begitu banyak perubahan dalam timnya di MotoGP 2021. Tak hanya mampu merebut gelar dunia, rider Prancis itu dinilai Meregalli menghadirkan angin segar di skuadnya hingga semangat baru pun muncul.
Tahun 2021 adalah musim ketiga Quartararo di MotoGP, namun ini musim perdananya membela tim pabrikan usai dua tahun membela tim satelit pabrikan Garpu Tala. Usai gagal jadi juara tahun lalu, Quartararo pun menggebrak dengan 10 podium dan 5 kemenangan, dan mengunci gelar dunia di Seri Emilia Romagna.
Ini gelar dunia pertama Yamaha di MotoGP sejak Jorge Lorenzo pada 2015. El Diablo juga kini menjadi rider ketiga yang mempersembahkan gelar kepada Yamaha di era MotoGP (bergulir sejak 2002), setelah Valentino Rossi dan Lorenzo. Meregalli sangat lega akhirnya Yamaha kembali menemukan konsistensi performa dengan ridernya.
Fabio Quartararo Membawa Kebahagiaan

"Anda bisa bayangkan kami senang dan puas atas jalannya musim ini. Kami jadi juara lagi usai penantian lima tahun. Lima tahun terakhir kami kesulitan, naik-turun, tapi tahun ini menemukan konsistensi yang tadinya kami tak kami miliki. Selain itu, kami menjalin kerja sama dengan rider baru, yang muda dan cepat," ujar 'Maio' via MotoGP.com, Selasa (30/11/2021).
Pria asal Italia ini menyatakan bahwa Quartararo juga membuat atmosfer tim menjadi terasa 'muda'. Pasalnya, selain bertalenta dan punya performa garang, Quartararo mampu memberikan keceriaan tersendiri di skuadnya. Seperti yang diketahui, ia merupakan salah satu rider yang supel dan humoris, meski bisa serius saat diperlukan.
"Saat Fabio datang, atmosfer garasi kami jadi lebih 'muda'. Ia membawa kebahagiaan dalam tim kami. Ia melaju sangat cepat, bekerja serius dan fokus di tiap sesi, namun juga selalu ceria, berbaur dengan tim, dan bisa bercanda dengan kami. Ini perubahan besar, dan kami sukses meraih target yang kami patok dengannya," lanjut Meregalli.
Sulit Percaya Bisa Juara Bareng Rider Muda

Eks Manajer Tim Yamaha WorldSBK ini juga menyatakan skuadnya sulit percaya bisa merebut gelar dunia musim ini dengan rider yang begitu belia. Sebagai catatan, Quartararo menjadi juara dunia GP500/MotoGP termuda keenam dalam sejarah, dan hal ini membuat Yamaha kian optimistis soal masa depan mereka.
Namun, Meregalli menyebut Yamaha tak mau jemawa atas gelar dunia Quartararo ini. Pasalnya, motor YZR-M1 juga bukan rahasia lagi masih terseok-seok di beberapa trek seperti MotorLand Aragon, dan juga sangat lamban ketika sirkuit diguyur hujan. Ia pun berharap masalah-masalah ini teratasi pada 2022 nanti.
"Fabio masih 22 tahun, baru menjalani tahun pertamanya di tim pabrikan. Jadi, rasanya sulit dipercaya bahwa kami bisa menjalani musim ini dengan kuat. Namun, saya akan memberi nilai 9 dari 10 untuk musim ini. Secara umum, musim kami berjalan baik, namun masih ada beberapa hal yang harus kami tingkatkan," tutupnya.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
Ragu Bela Suzuki di MotoGP 2023, Joan Mir Lirik Ducati dan Yamaha
14 Juara Dunia Ramaikan MotoGP 2022, 10 Rider Lain Tak Kalah Kuat
Rumah Paling Jauh, Jack Miller Cemaskan Padatnya Jadwal MotoGP 2022
Fabio Quartararo: Gelar Saya Tetap 'Sah' Meski Marc Marquez Belum Pulih
Masih Cedera, Franco Morbidelli: Saya Nggak Punya Waktu Mikirin Ducati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026
Otomotif 9 Agustus 2026, 07:50
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



