Zarco: Yamaha Paceklik Kemenangan Gara-Gara Marquez
Editor Bolanet | 20 Juli 2018 13:20
- Pembalap Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco meyakini bahwa peluangnya merebut kemenangan di MotoGP musim ini telah mendekati kata 'mustahil', mengingat ia terus mengalami kesulitan mengeluarkan segala potensi motor YZR-M1 miliknya. Hal ini ia sampaikan kepada Speedweek.
Zarco yang tahun lalu sukses tampil menggebrak dan menjadi debutan terbaik, baru merebut dua podium di paruh pertama musim ini, dan belum juga meraih kemenangan. Ditambah fakta bahwa ia sekadar mengendarai M1 versi 2017 dan takkan mendapat perangkat baru dari Yamaha, bakal sulit baginya merebut trofi di sisa musim.
Saya ingin menang sejak awal musim dan terus memikirkannya, tapi saya tak ingin membiarkan target ini membebani saya, karena mungkin kemenangan bakal mustahil musim ini. Tapi saya harus menerima kenyataan bahwa ada rider dan motor lain yang lebih kuat, ungkapnya. (sw/dhy)
1 dari 2 halaman
Faktor Marquez

Jangankan Zarco, tim pabrikan Yamaha, Movistar Yamaha MotoGP bahkan sudah setahun tak merebut kemenangan, meski saat ini Valentino Rossi dan Maverick Vinales telah merebut delapan podium dan masing-masing tengah duduk di peringkat kedua dan ketiga. Sejatinya ada apa sih dengan Yamaha?
Saya tak punya penjelasan soal itu, ujar Zarco sembari tertawa. Well, ada satu penjelasan, dan itu adalah Marc Marquez. Saat ini, ia adalah rider terkuat dan meraih banyak kemenangan. Ini adalah salah satu faktor yang menghalangi kemenangan datang ke Yamaha. Entah apa yang terjadi pada rider tim pabrikan (Yamaha), tapi Marc memang sangat kuat, jadi sangat sulit untuk menang, tuturnya.
2 dari 2 halaman
Ambil Positifnya

Juara dunia Moto2 2015-2016 ini pun memilih bersikap legawa dan positif menghadapi kesulitan Yamaha musim ini. Ia pun mengaku kini hanya ingin bertahan di peringkat lima besar di klasemen pembalap. Saat ini ia duduk di peringkat tersebut, mengoleksi 88 poin, jumlah poin yang juga dimiliki rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso di peringkat keempat.
Berdasarkan pengalaman, saya tahu pada suatu musim pasti ada momen naik dan turun. Tapi saya ingin tahu mengapa saya tak tampil baik sejak Mugello. Tapi saya masih ada di peringkat kelima, dan saya sangat termotivasi. Meski beberapa balapan berjalan buruk, saya tetap finis. Ini penting untuk klasemen. Secara keseluruhan, musim ini tak buruk, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















