6 Blunder Luis Enrique yang Bikin Spanyol Gugur di 16 Besar Piala Dunia 2022: Kok Alvaro Morata Cadangan?
Asad Arifin | 7 Desember 2022 10:23
Bola.net - Timnas Spanyol gugur pada babak 16 Besar Piala Dunia 2022. La Roja kalah dari Maroko pada duel hari Selasa (11/7/2022) malam WIB. Kegagalan Spanyol tentu tak lepas dari sosok pelatih Luis Enrique.
Laga Maroko vs Spanyol dimainkan di Education City Stadium. Kedua tim gagal mencetak gol pada waktu normal. Laga dilanjutkan lewat extra time. Lagi-lagi, tidak ada gol yang tercipta.
Maroko akhirnya memenangkan laga pada babak adu penalti dengan skor 3-0. Tiga dari empat penendang penalti awal Maroko sukses. Sedangkan, tiga penendang pertama Spanyol, semuanya gagal termasuk kapten Sergio Busquets.
Kegagalan Spanyol lolos ke babak 8 Besar Piala Dunia 2022 tentu mendapat sorotan lebih. Sebab, mereka tampil sangat apik pada matchday ke-1 fase grup dengan membantai Kosta Rika 7-1. Lantas, apa yang terjadi dengan Spanyol?
Berikut adalah ulasan kesalahan yang dibuat Luis Enrique hingga Spanyol harus angkat koper dari Qatar. Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Cadangkan Morata

Alvaro Morata memulai laga melawan Maroko dari bangku cadangan. Morata baru dimainkan pada menit ke-63, menggantikan Asensio. Padahal, Morata tampil bagus di fase grup.
Morata selalu mencetak gol pada tiga laga fase grup. Jadi, Morata layak untuk masuk starting XI.
Apalagi, jika melihat gaya bermain Maroko yang cenderung defensif, Morata bisa menjadi opsi. Morata lebih kuat dalam duel bola atas. Morata juga pandai mencari celah di kotak penalti lawan dengan gerakan-gerakan sederhana.
Pemilihan Starting XI

Enrique membuat beberapa perubahan di starting XI ketika berjumpa Maroko. Marcos Llorente dimainkan sejak menit awal. Pada laga-laga sebelumnya, pos bek kanan bergantian diisi Azpilicueta dan Carvajal.
Enrique juga tetap memainkan Ferran Torres sejak menit awal. Terlepas dari brace dan performa apik ketika bersua Kosta Rika, Torres tampil minor pada laga lawan Jerman dan Jepang.
Seperti yang sudah dibahas di atas, paling vital tentu Alvaro Morata. Enrique lebih memilih memakai 'false 9' dengan memainkan Marco Asensio di lini depan. Skema ini tidak berjalan dengan baik.
Pergantian Pemain Monoton

Bagi Spanyol, laga melawan Maroko hampir mirip dengan duel lawan Jepang. Spanyol sulit menemukan opsi di lini depan. Hanya saja, pergantian pemain yang dilakukan Enrique tak memberi dampak signifikan.
Ketika Spanyol buntu, opsi pertama yang dipilih Enrique adalah memainkan Nico Williams. Selanjutnya, ada Ansu Fati. Keduanya berposisi winger. Enrique juga selalu menarik keluar Ferran Torres, Gavi, dan Jordi Alba.
Sementara, dari aspek gaya bermain, tak banyak yang diubah Enrique. Spanyol akan tetap bermain dari sayap dan berharap pada keterampilan individu para pemainnya.
Minim Serangan dari Tengah

Spanyol minim melakukan serangan dari area tengah (27 persen). Merujuk data dari Whoscored, Spanyol paling sering menyerang dari sisi kiri (38 persen). Lalu, dari sisi kanan (35 persen).
Pedri yang diharapkan menjadi otak serangan Spanyol dari tengah tak mampu berbuat banyak. Sedangkan, Gavi belum cukup matang untuk memainkan duel penting seperti lawan Maroko.
Sebenarnya, Spanyol punya Koke yang bisa jadi opsi untuk memperkuat lini tengah. Namun, kapten Atletico Madrid itu sama sekali tidak dilirik Enrique untuk dimainkan.
Pemilihan Eksekutor Penalti

Enrique, sebelum laga, mengaku sudah menyiapkan Spanyol untuk babak adu penalti. Enrique meminta para pemain berlatih penalti secara khusus. Namun, hasilnya Spanyol tetap gagal.
Pada menit 188, Enrique memasukkan Pablo Sarabia. Pemain 30 tahun disiapkan untuk jadi eksekutor adu penalti. Sarabia jadi eksekutor pertama Spanyol, tetapi gagal.
Enrique sejatinya punya Alvaro Morata yang bisa mengambil penalti. Namun, Morata tak masuk dalam daftar tiga penendang pertama. Selain itu, ada Pedri yang juga bisa masuk dalam daftar awal.
Pemain yang Dipilih Enrique

Enrique membawa banyak pemain muda ke Piala Dunia 2022. Ini adalah lanjutan dari apa yang dibangun sejak Euro 2022 lalu. Hanya saja, tak semua pemain yang dibawa dalam performa terbaik.
Jeremy Pino, Dani Olmo, hingga Ansu Fati masih berjuang mendapat performa terbaik pada musim 2022/2023. Bahkan, Ferran Torres tidak menjadi pilihan utama di Barcelona. Begitu juga Pablo Sarabia di PSG.
Sebaliknya, ada beberapa pemain yang tampil bagus akan tetapi tidak dipanggil. Tiga nama mencuat yakni David de Gea, Sergio Ramos, dan Thiago. Namun, ada juga Brais Mendez, Iago Aspas, dan Mikel Merino yang dicueki Enrique.
Sumber: Bola
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
Goncalo Ramos dan Pemain Timnas Portugal yang Cetak Hattrick di Piala Dunia
Bagan Babak Perempat Final Piala Dunia 2022
Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2022: Dibuka dengan Pembantaian, Ditutup dengan Pahitnya Panenka
Ironi Timnas Spanyol: Latihan Tendang Penalti Hingga 1.000 Kali, tetapi Kalah dari Maroko!
Luis Enrique Soal Kemungkinan Mundur dari Timnas Spanyol: Saya Ingin Bertemu Anjing Saya Dulu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut! PSG Sudah Punya Cara untuk 'Matikan' Lamine Yamal
Liga Champions 19 Oktober 2026, 21:00
-
Jamu Barcelona, Menang Harga Mati untuk PSG!
Liga Champions 19 Oktober 2026, 20:40
-
Dinasti PSG Mulai Kuasai Eropa
Liga Champions 15 Oktober 2026, 14:16
-
Memble di Ligue 1, PSG Yakin Bisa Curi Kemenangan di Kandang Manchester City
Liga Champions 14 Oktober 2026, 19:44
-
Luis de la Fuente Puji Comeback Spanyol saat Tekuk Kroasia 2-1
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 06:40
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
