Alexis Terkunci, Chile Mati
Editor Bolanet | 24 Juni 2014 10:58
- Salah satu kunci kesuksesan mengalahkan 2-0 dalam laga pemungkas Grup B Piala Dunia 2014 adalah keberhasilan Oranje meredam Alexis Sanchez di sektor kanan, Senin (24/6).
Alexis merupakan pemain yang berbahaya. Dengan dribel dan shot-nya, dialah pilar penting serangan Chile, terutama dari sayap kanan. Australia dan Spanyol sudah membuktikannya di dua laga awal. Melawan Belanda, Alexis dibuat nyaris tak berkutik dan permainan ofensif Chile pun mati.
Bek kiri Belanda Daley Blind jadi orang yang cukup sibuk di laga ini. Gerakan Alexis memang tak terkunci sepenuhnya. Sepanjang laga, dia masih bisa membukukan delapan dribel sukses. Namun, karena keberadaan Blind, dia hanya bisa melepaskan dua shots dan satu shot on target.
Blind memang bertugas menjaga 'wilayah kekuasaan' Alexis. Hanya saja, Alexis tak bisa dihentikan dengan cara biasa. Blind pun berulang kali melanggarnya, bahkan salah satunya berbuah kartu kuning. Sepanjang laga, Blind tercatat melakukan tujuh buah pelanggaran dan semuanya adalah pelanggaran terhadap Alexis.
Kesulitan menusuk ke daerah berbahaya, Alexis memilih melakukan crossing. Dari sembilan crossing, lima di antaranya tepat sasaran, tapi penyelesaian akhir para finisher Chile tak terlalu membahayakan gawang Belanda.
Belanda, yang bermain lebih direct meski kalah ball possession, menang berkat gol-gol dua pemain pengganti Leroy Fer (77) serta Memphis Depay (90+2).
Chile takluk dan finis sebagai runner-up Grup B di bawah Belanda. Di babak 16 besar, Chile bertemu tuan rumah (juara Grup A), sedangkan Belanda ditantang Meksiko. [initial]
(bola/gia)
Alexis merupakan pemain yang berbahaya. Dengan dribel dan shot-nya, dialah pilar penting serangan Chile, terutama dari sayap kanan. Australia dan Spanyol sudah membuktikannya di dua laga awal. Melawan Belanda, Alexis dibuat nyaris tak berkutik dan permainan ofensif Chile pun mati.
Bek kiri Belanda Daley Blind jadi orang yang cukup sibuk di laga ini. Gerakan Alexis memang tak terkunci sepenuhnya. Sepanjang laga, dia masih bisa membukukan delapan dribel sukses. Namun, karena keberadaan Blind, dia hanya bisa melepaskan dua shots dan satu shot on target.
Blind memang bertugas menjaga 'wilayah kekuasaan' Alexis. Hanya saja, Alexis tak bisa dihentikan dengan cara biasa. Blind pun berulang kali melanggarnya, bahkan salah satunya berbuah kartu kuning. Sepanjang laga, Blind tercatat melakukan tujuh buah pelanggaran dan semuanya adalah pelanggaran terhadap Alexis.
Kesulitan menusuk ke daerah berbahaya, Alexis memilih melakukan crossing. Dari sembilan crossing, lima di antaranya tepat sasaran, tapi penyelesaian akhir para finisher Chile tak terlalu membahayakan gawang Belanda.
Belanda, yang bermain lebih direct meski kalah ball possession, menang berkat gol-gol dua pemain pengganti Leroy Fer (77) serta Memphis Depay (90+2).
Chile takluk dan finis sebagai runner-up Grup B di bawah Belanda. Di babak 16 besar, Chile bertemu tuan rumah (juara Grup A), sedangkan Belanda ditantang Meksiko. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 5 Juni 2026, 20:49
-
RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
Liga Inggris 5 Juni 2026, 20:28
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Tim Nasional 5 Juni 2026, 19:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47

















