Antonio Nusa, Ancaman Selain Haaland yang Membuat Brasil Harus Waspada

Gia Yuda Pradana | 5 Juli 2026 17:22
Antonio Nusa, Ancaman Selain Haaland yang Membuat Brasil Harus Waspada
Pemain Norwegia Antonio Nusa beraksi dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Pantai Gading vs Norwegia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 30 Juni 2026 (c) AP Photo/Julio Cortez

Bola.net - Antonio Nusa menatap babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri yang sedang berada di puncaknya. Penyerang sayap Norwegia itu baru saja mengantar negaranya menaklukkan Pantai Gading 2-1 sekaligus mengukir kemenangan pertama mereka pada fase gugur turnamen tersebut.

Penampilan itu bukan sekadar membantu Norwegia melangkah lebih jauh. Antonio Nusa juga membawa pulang penghargaan Man of the Match berkat kontribusi besarnya sepanjang pertandingan.

Advertisement

Kini, tantangan yang jauh lebih berat telah menanti di depan mata. Brasil akan menjadi lawan berikutnya dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin, 6 Juli 2026, pukul 03.00 WIB.

Menariknya, ada satu pemain Brasil yang mengenal kualitas Antonio Nusa lebih baik dibanding kebanyakan orang. Sosok tersebut adalah Romulo, rekan setimnya di RB Leipzig sekaligus sahabat yang setiap pekan berlatih bersama di Jerman.

Brasil tentu akan mewaspadai ujung tombak utama Norwegia, Erling Haaland. Namun, ancaman bukan cuma datang dari bomber Manchester City tersebut, karena di sisinya juga ada Antonio Nusa.

1 dari 3 halaman

Persahabatan yang Terbawa Hingga Piala Dunia

Hubungan Antonio Nusa dan Romulo tidak berhenti di ruang ganti Leipzig. Menjelang pertemuan Norwegia kontra Brasil, keduanya masih sempat bertukar pesan dengan nuansa bercanda.

"Saya mengirim pesan agar dia sedikit mengalah saat melawan Brasil. Saya bilang saya berharap dia mencetak dua gol, tetapi Vinicius Junior membuat tiga gol. Dia tertawa dan menjawab, 'nanti kita lihat', tetapi itu tidak akan mudah baginya," kata Romulo.

Di balik candaan tersebut, Romulo menyimpan rasa hormat terhadap perkembangan Antonio Nusa. Ia menilai winger berusia 21 tahun itu layak menikmati semua pencapaian yang diraih sepanjang Piala Dunia 2026.

"Dia pria yang baik, rendah hati, dan pekerja keras. Dia pantas mendapatkan semua yang terjadi kepadanya di Piala Dunia."

2 dari 3 halaman

Pemain yang Mampu Mengubah Jalannya Pertandingan

Antonio Nusa bukan tipe penyerang yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan keberaniannya menyerang ruang sempit menjadi senjata yang membuat pertahanan lawan sulit merasa nyaman.

Romulo melihat kemampuan tersebut hampir setiap hari dalam sesi latihan bersama Leipzig. Menurutnya, Antonio Nusa memiliki gaya bermain yang unik karena mampu menciptakan solusi dari situasi yang tampak buntu.

"Dia pemain yang sangat teknis. Cepat dalam jarak pendek dan sering melakukan sesuatu secara spontan. Dia memiliki kualitas luar biasa. Dia membuat permainan menjadi lebih mudah, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk tim."

Sepanjang musim 2025/2026 bersama Leipzig, Antonio Nusa mencatatkan lima gol dan lima assist dalam 35 pertandingan. Torehan itu menjadi bekal penting sebelum membawa performa terbaiknya ke panggung Piala Dunia.

3 dari 3 halaman

Brasil Tidak Boleh Memberinya Ruang

Romulo juga memberikan gambaran sederhana mengenai cara menghadapi Antonio Nusa. Kuncinya adalah mengurangi ruang gerak sejak awal agar ia tidak leluasa menguasai bola.

"Anda harus terus berada dekat dengannya. Dia hanya membutuhkan sedikit ruang untuk membuat perbedaan besar dalam pertandingan."

Ia menambahkan bahwa membiarkan Antonio Nusa berbalik badan dapat menjadi awal dari masalah besar bagi lawan. Ketika mendapat celah, pemain Norwegia itu mampu melewati penjagaan dan membuka peluang berbahaya bagi timnya.

Laga melawan Brasil akan menjadi panggung berikutnya bagi Antonio Nusa untuk membuktikan kualitasnya. Jika kembali tampil menentukan, bukan tidak mungkin winger muda itu kembali menjadi pembicaraan setelah peluit akhir berbunyi.

Sumber: FIFA