Apes! 5 Pemain yang Jadi Kambing Hitam di Piala Dunia
Aga Deta | 20 Agustus 2022 08:00
Bola.net - Ada etimologi setiap dosa manusia dialihkan ke kambing hitam. Kambing hitam ini kemudian warga buang ke padang gurun untuk menanggung dosa tersebut.
Dalam budaya kontemporer, kambing hitam identik dengan orang yang menanggung kesalahan. Hal itu juga terjadi dalam dunia sepak bola bahkan di Piala Dunia.
Banyak pemain yang menjadi kambing hitam akibat kekalahan yang diterima oleh timnya. Mereka juga dianggap menjadi musuh utama bagi negaranya meski sudah berjuang maksimal di setiap laga.
Bahkan ada pemain bintang yang dipuja sebelum laga tetapi karena dianggap menjadi biang kekalahan mereka langsung dicaci-maki. Keluarga sang pemain juga tidak luput dari cacian.
Berikut lima pemain yang dianggap sebagai kambing hitam di Piala Dunia. Fanatisme sepak bola di negaranya membuat dia harus menanggung derita.
1. David Beckham

Laga babak 16 besar Piala Dunia 1998 antara Inggris kontra Argentina, menjadi ajang manis bagi pemain berusia 18 tahun, Michael Owen, yang mencetak gol. Namun tidak demikian dengan bintang Manchester United, David Beckham.
Beckham menjadi kuda hitam atas kekalahan Inggris dalam laga yang berakhir hingga drama adu penalti. Dia mendapatkan kartu merah karena dengan sengaja menendang pemain Argentina Diego Simeone.
Suporter Inggris menganggap Beckham seharusnya tidak melakukan hal itu. Jika Beckham tidak mendapat kartu merah, seharusnya Inggris bisa memenangkan laga dengan 11 pemain tanpa perlu adanya adu penalti.
2. Thierry Henry

Thierry Henry menjadi kambing hitam tetapi bukan karena kekalahan tim Prancis, melainkan kegagalan tim lawannya yakni Irlandia. Henry membuat Prancis menang agregat 2-1 pada laga babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa melawan Irlandia dan meraih tiket ke Afrika Selatan.
Dunia mengetahui jika gol penentuan yang dibuat William Gallas berawal dari handball Henry. Henry terlihat menyentuh bola sebelum mengirimkan umpan ke Gallas.
Seluruh Irlandia langsung membenci Henry serta muncul halaman Facebook Anti-Henry yang disukai lebih dari 100 ribu orang. Prancis bernasib nahas di Piala Dunia 2010 karena menjadi juru kunci Grup A dan langsung pulang.
3. Rene Higuita
Penjaga gawang Kolombia, Rene Higuita, kerap menampilkan aksi aneh di lapangan. Mulai dari penyelamatan memakai tendangan kalajengking, kerap maju hingga pertahanan lawan, dan mencetak gol melalui penalti.
Dia akhirnya menjadi kambing hitam pada babak 16 besar Piala Dunia 1990 antara Kolombia kontra Kamerun. Dia kerap maju ke garis pertahanan Kamerun hingga akhirnya melakukan blunder.
Kamerun akhirnya lolos ke perempat final smenang 2-1 dari Kolombia melalui babak perpanjangan waktu. Pemerintah Kolombia juga pernah menjadikannya kambing hitam saat perang mereka melawan raja narkoba Pablo Escobar.
4. Luis Suarez

Para pendukung pro-Afrika menganggap pemain Uruguay Luis Suarez sebagai kambing hitam kekalahan Ghana pada perempat final Piala Dunia 2010. Suarez sengaja menyentuh bola menggunakan tangan supaya bola hasil sundulan Dominic Adiyah tidak masuk ke gawang timnya.
Alhasil Suarez mendapatkan kartu merah dan Ghana mendapatkan tendangan penalti. Sayangnya tendangan penalti Asamoah Gyan di pengujung perpanjangan waktu tidak masuk.
Ghana akhirnya tersingkir karena kalah adu penalti dari Uruguay dan gagal menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke semifinal. Tetapi para pendukung pro-Afrika tidak menganggap Asamoah Gyan sebagai kambing hitam.
5. Byron Moreno
Momen terbaik yang pernah terjadi pada Paolo Maldini adalah wasit Byron Moreno. Sang wasit yang dianggap tidak kompeten ini mengalihkan ketidakmampuan Maldini menjaga Ahn Jung-hwan, yang mencetak gol emas.
Pemain Korea Selatan ini berhasil membuat Italia malu pada laga 16 besar Piala Dunia 2002. Korea Selatan akhirnya lolos ke perempat final hingga maju sampai ke semifinal.
Bayangkan jika Moreno tinggal di Eropa dan akan jadi publik enemy warga Italia. Namun pada tahun 2010, wasit Ekuador ini tertangkap mencoba menyelundupkan heroin dan menjalani hukuman penjara dua setengah tahun.
Sumber: Planet Football
Disadur dari: Bola.com/Penulis Suharno/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 15/8/2022
Baca Juga:
- 5 Masalah MU yang Harus Diperbaiki Erik ten Hag Sebelum Menghadapi Liverpool
- 5 Transfer yang Batal karena Penolakan Fans, Ronaldo Ditolak Suporter Atletico
- Man City & Liverpool Wajib Waspada! 3 Alasan Chelsea Bakal Jadi Kuda Hitam di Perebutan Juara EPL 20
- 5 Alasan Barcelona Bisa Juara Liga Champions 2022/2023
- 6 Pemain yang Pernah Tolak Tawaran Menggiurkan Chelsea, Salah Satunya Lionel Messi
- 5 Transfer Besar yang Masih Mungkin Terjadi Musim Panas Ini, Cody Gakpo ke MU?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Cuma Lamine Yamal, Ini 16 Wonderkid yang Siap Guncang Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 21 April 2026, 10:02
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Inter vs Como: Hakan Calhanoglu
Liga Italia 22 April 2026, 05:07
-
Man of the Match Brighton vs Chelsea: Jan Paul van Hecke
Liga Inggris 22 April 2026, 05:00
-
Hasil Brighton vs Chelsea: The Blues Dibikin Malu di Kandang Burung Camar!
Liga Inggris 22 April 2026, 03:59
-
Kylian Mbappe dan Thibaut Courtois Bisa 'Selamatkan' Musim Real Madrid
Liga Spanyol 22 April 2026, 03:35
-
Nasib Arne Slot di Liverpool Ditentukan Liga Champions, Ini Syaratnya
Liga Inggris 22 April 2026, 03:03
-
Musim Gagal Real Madrid: Florentino Perez Akui Salah Pilih Pelatih
Liga Spanyol 22 April 2026, 01:00
-
Inter Milan Cari Pengganti Sommer, Legenda Klub Ajukan 3 Kandidat Kiper
Liga Italia 22 April 2026, 00:37
-
Jose Mourinho Tawarkan Diri ke Real Madrid, Ada Urusan yang Belum Selesai
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:22
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59










