Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko

Gia Yuda Pradana | 7 Juli 2026 17:29
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Pemain Maroko Azzedine Ounahi (depan) bereaksi setelah laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Houston, Sabtu, 4 Juli 2026 (c) AP Photo/David J. Phillip

Bola.net - Azzedine Ounahi pernah membuat banyak orang bertanya-tanya ketika Maroko melangkah jauh di Piala Dunia 2022. Di tengah gemerlap nama-nama besar, gelandang kelahiran Casablanca itu hadir dengan permainan sederhana, tetapi efektif.

Ia berlari tanpa lelah, menguasai ritme pertandingan, lalu menghubungkan lini belakang dengan barisan penyerang. Dalam usia yang masih muda saat itu, Ounahi memperlihatkan ketenangan yang jarang dimiliki pemain yang baru merasakan atmosfer turnamen terbesar sepak bola.

Advertisement

Penampilannya membuat publik sepak bola dunia mulai mengenal sosok bernomor punggung delapan tersebut. Kekalahan dari Prancis di semifinal memang mengakhiri perjalanan Maroko, tetapi kisah Ounahi baru saja dimulai.

Empat tahun berselang, Maroko kembali bertemu Prancis dengan mimpi yang sama besarnya. Kali ini, Ounahi datang bukan lagi sebagai wajah baru, melainkan pemimpin permainan yang membawa pengalaman dan kematangan.

1 dari 3 halaman

Dari Jalanan Casablanca Menuju Panggung Dunia

Perjalanan Ounahi bermula dari lingkungan sederhana di Casablanca. Menurut Nasser Larguet, bakatnya sudah terlihat ketika masih berusia sekitar 10 hingga 12 tahun dan kerap bermain melawan pemain yang lebih dewasa.

"Sejak usia sangat muda, ia bermain dalam pertandingan melawan orang dewasa di lingkungannya. Pengalaman itu membuatnya berkembang dan memiliki kepercayaan diri yang realistis terhadap kemampuannya," kata Larguet.

Bakat itu kemudian ditempa di Akademi Mohammed VI hingga membawanya menembus sepak bola profesional. Langkah demi langkah membentuk karakter pemain yang tidak mudah kehilangan ketenangan meski berada di bawah tekanan.

2 dari 3 halaman

Belajar dari Jalan yang Tidak Selalu Mudah

Piala Dunia 2022 membuka pintu menuju Marseille pada Januari 2023. Namun, perjalanan di level klub tidak selalu berjalan sesuai harapan karena kesempatan bermain yang terbatas membuatnya harus mencari tempat baru.

Ounahi sempat memperkuat Panathinaikos sebagai pemain pinjaman sebelum melanjutkan karier bersama Girona. Situasi tersebut tidak mengubah posisinya sebagai salah satu pemain penting di tim nasional Maroko.

Larguet menilai Ounahi selalu memperlihatkan wajah berbeda ketika mengenakan seragam negaranya. "Saat bermain untuk negaranya, dia memiliki kecintaan yang besar terhadap seragam tim nasional dan persaingan di dalam skuad membuat permainannya semakin meningkat."

3 dari 3 halaman

Wajah Baru Ounahi di Lini Tengah Maroko

Di bawah arahan Mohamed Ouahbi, peran Ounahi mengalami perubahan. Ia tidak lagi hanya menjadi penghubung antarlini, tetapi juga lebih sering masuk ke area berbahaya untuk menyelesaikan peluang.

Perubahan itu langsung menghadirkan hasil melalui kontribusi gol yang semakin meningkat. Larguet menilai kematangan membuat Ounahi mampu menjalankan tanggung jawab yang lebih besar tanpa kehilangan identitas permainannya.

Empat tahun lalu, dunia mengenalnya sebagai gelandang pekerja keras yang menghidupkan permainan Maroko. Kini, Ounahi kembali menghadapi Prancis dengan status berbeda, yaitu pemain yang diharapkan mampu menentukan arah perjalanan Atlas Lions menuju lembaran sejarah berikutnya.

Sumber: FIFA