Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis

Gia Yuda Pradana | 7 Juli 2026 17:23
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Pelatih Prancis Didier Deschamps berdiri di samping pemain Prancis Ousmane Dembele (7) dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Paraguay vs Prancis di Philadelphia, Sabtu, 4 Juli 2026 (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Didier Deschamps akan mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Prancis seusai Piala Dunia 2026. Keputusan itu menandai penutup perjalanan panjang pelatih yang berhasil membawa Les Bleus menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola dunia.

Warisan Didier Deschamps sudah tertanam kuat bahkan sebelum turnamen berakhir. Trofi, rekor, dan konsistensi membuat namanya memiliki tempat istimewa dalam sejarah Piala Dunia.

Advertisement

Prancis kini memasuki setiap turnamen dengan status unggulan. Kondisi tersebut sangat berbeda dibanding era sebelum Deschamps hadir sebagai pemain sekaligus pelatih.

Keberhasilan itu lahir melalui proses panjang yang dimulai sejak Piala Dunia 1998. Saat itu, Deschamps memimpin Prancis sebagai kapten menuju gelar juara dunia pertama mereka.

1 dari 3 halaman

Dari Kapten Juara Menjadi Pelatih Bersejarah

Tanggal 12 Juni 1998 menjadi titik balik sepak bola Prancis. Deschamps mengawali perjalanan di Piala Dunia sebagai kapten dengan kemenangan 3-0 atas Afrika Selatan sebelum menaklukkan Brasil dengan skor yang sama pada partai final.

Sebelum era tersebut, Prancis hanya meraih 15 kemenangan dari 34 pertandingan Piala Dunia dalam sembilan penampilan. Mereka juga belum pernah mencapai partai final dan hanya dua kali finis di peringkat ketiga.

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menilai kualitas kepemimpinan Deschamps menjadi pembeda. "Bagi saya, pemimpin adalah seseorang yang membantu orang lain menjadi lebih baik daripada kemampuan normal mereka, bukan orang yang memaksakan kehendak atau menggunakan kekuatan, melainkan orang yang membangkitkan semangat dan mengeluarkan kehebatan yang bahkan mungkin belum mereka sadari."

2 dari 3 halaman

Konsistensi yang Mengangkat Prancis

Deschamps kembali ke tim nasional sebagai pelatih pada 2014. Sejak saat itu, Prancis berhasil menembus perempat final dalam empat edisi Piala Dunia secara beruntun.

Catatan pribadinya juga sangat impresif. Dari 24 pertandingan Piala Dunia sebagai pelatih, ia membukukan 19 kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya dua kekalahan.

Sebagai pemain dan pelatih, Deschamps telah terlibat langsung dalam 31 pertandingan Piala Dunia Prancis. Ia juga hadir di lapangan atau bangku cadangan dalam 56,8 persen kemenangan Prancis di ajang tersebut.

Legenda Prancis, Thierry Henry, menilai pencapaian itu bukan hasil keberuntungan. "Ini bukan keberuntungan. Orang ini adalah pemenang sejati, dan hanya itu. Saya juga bisa memberi tahu betapa sulitnya mengelola banyak pemimpin di dalam tim dan memastikan hanya ada satu pemimpin utama."

3 dari 3 halaman

Warisan yang Sulit Dilampaui

Pengaruh Deschamps melampaui angka statistik. Sebelum dirinya hadir, Prancis belum pernah menjadi juara dunia, sedangkan kini Les Bleus telah mengoleksi dua gelar Piala Dunia.

Prancis juga bergabung dengan Brasil, Jerman, dan Argentina sebagai tim yang mampu mencetak sedikitnya 150 gol di Piala Dunia. Pencapaian tersebut memperlihatkan perubahan besar yang dibangun selama masa kepemimpinan Deschamps.

Kapten Prancis, Kylian Mbappe, berharap tim memberikan akhir terbaik bagi sang pelatih. "Cara terbaik untuk memberikan penghormatan kepadanya adalah memenangi turnamen ini, karena dia sangat mencintai kemenangan. Kami akan melakukan segala yang kami bisa agar dia mendapatkan Piala Dunia terbaik."

Apa pun hasil Prancis di Piala Dunia 2026, posisi Didier Deschamps dalam sejarah sudah tidak tergoyahkan. Ia berhasil mengubah Prancis dari tim yang sesekali bersaing menjadi langganan kandidat juara dunia.

Sumber: FIFA