Declan Rice Siap Jalani 'Love and Hate Relationship' dengan Suporter Inggris di Piala Dunia 2026
Afdholud Dzikry | 16 Mei 2026 05:09
Bola.net - Declan Rice sudah menyiapkan diri menghadapi tekanan besar menjelang Piala Dunia 2026. Gelandang Arsenal itu memahami tingginya harapan publik Inggris terhadap timnas Inggris, terutama setelah penantian panjang mereka terhadap gelar internasional.
Turnamen yang dimulai pada Juni mendatang akan menjadi ujian besar bagi tim asuhan Thomas Tuchel. Sorotan terhadap The Three Lions dipastikan sangat tinggi karena publik berharap generasi sekarang mampu mengakhiri puasa prestasi yang telah berlangsung puluhan tahun.
Inggris sendiri baru sekali menjuarai Piala Dunia, tepatnya pada 1966 saat menjadi tuan rumah. Sejak itu, mereka belum mampu mengulang keberhasilan serupa. Kini, Rice dan rekan-rekannya memikul harapan untuk membawa Inggris kembali berjaya di panggung dunia.
Perjalanan Inggris akan dimulai dengan laga berat melawan Kroasia di Arlington, Texas, pada 17 Juni. Hasil positif di pertandingan pembuka dinilai penting untuk menjaga momentum dan meningkatkan kepercayaan diri tim sepanjang turnamen.
Hubungan Harmonis Skuad Three Lions

Rice menilai suasana di skuad Inggris saat ini jauh lebih sehat dibanding generasi sebelumnya. Pada masa lalu, rivalitas antarklub sering disebut memengaruhi hubungan pemain di tim nasional. Akibatnya, generasi emas Inggris gagal memenuhi ekspektasi di berbagai turnamen besar.
Menurut Rice, kondisi itu kini sudah berubah. Kedekatan antarpemain di luar lapangan menjadi salah satu kekuatan utama skuad Inggris era sekarang. Persaingan di level klub tidak lagi terbawa saat para pemain membela negara.
"Apakah itu melalui media sosial atau dalam kehidupan nyata, Anda dapat melihat bahwa ada hubungan nyata di antara kami," kata Declan Rice kepada British Vogue.
"Anda jelas mendengar tentang generasi yang lebih tua berbicara tentang bagaimana mereka tidak cocok dan bagaimana mereka tidak bisa terhubung dan bermain bersama. Tapi saya pikir dengan kami, itulah mengapa, selama beberapa tahun terakhir dengan Inggris, kami melakukannya dengan sangat baik, karena kami dekat di dalam dan di luar lapangan," tambahnya.
"Kami jelas semua bermain melawan satu sama lain, tapi sepak bola tidak seperti itu lagi. Banyak orang memiliki sahabat dari tim lawan, menghabiskan banyak waktu dengan pemain dari tim lawan. Dengan Inggris, kami semua akur. Kami selalu menantikan untuk bertemu satu sama lain. Ini adalah pelarian yang menyenangkan," tutur gelandang Arsenal tersebut.
Tekanan Suporter

Rice juga menyadari bahwa menjadi pemain Inggris berarti harus siap menghadapi perubahan sikap publik yang sangat cepat. Dukungan dan kritik bisa datang bergantian hanya dalam hitungan hari, tergantung hasil pertandingan yang diraih tim.
Pemain berusia 27 tahun itu memilih bersikap realistis menghadapi situasi tersebut. Baginya, fokus di lapangan jauh lebih penting daripada larut dalam opini publik atau tekanan media.
"Tantangan terbesar adalah menghadapi segala hal yang datang dengan menjadi seorang pemain Inggris," ujar Declan Rice.
"Ini akan menjadi acara sepak bola yang paling banyak ditonton dalam empat tahun terakhir. Satu menit Anda akan dibenci, satu menit Anda akan dicintai."
"Itu selalu berubah dalam sepak bola. Anda hanya harus menerimanya dengan lapang dada," ucap mantan pemain West Ham tersebut.
Peluang Emas Juara Bersama Arsenal
Sebelum fokus penuh ke Piala Dunia, Rice masih memiliki target besar bersama Arsenal. Klub London Utara itu sedang berada di jalur perebutan gelar Premier League pertama sejak 2004 dan hanya menyisakan dua laga melawan Burnley serta Crystal Palace.
Arsenal juga berhasil melaju ke final Liga Champions musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta dijadwalkan menghadapi PSG pada laga puncak. Jika mampu meraih dua trofi tersebut, Rice akan datang ke Piala Dunia dengan modal kepercayaan diri yang sangat besar.
Kesuksesan di level klub diharapkan bisa berdampak positif bagi performanya bersama tim nasional. Rice diproyeksikan menjadi pusat permainan Inggris di lini tengah sepanjang turnamen. Publik pun berharap mental juara yang ia bangun di Arsenal dapat terbawa hingga ke Piala Dunia 2026.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Persik vs Persija Jakarta 16 Mei 2026
Bola Indonesia 16 Mei 2026, 06:30
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Aston Villa vs Liverpool
Liga Inggris 15 Mei 2026, 23:59
-
Jose Mourinho ke Real Madrid, Mungkinkan Cristiano Ronaldo Menyusul?
Liga Spanyol 15 Mei 2026, 23:58
-
Unai Emery Dianggap Layak Latih Real Madrid, Ini Alasannya
Liga Spanyol 15 Mei 2026, 23:24
-
Prediksi Roma vs Lazio 17 Mei 2026
Liga Italia 15 Mei 2026, 22:58
-
Prediksi Juventus vs Fiorentina 17 Mei 2026
Liga Italia 15 Mei 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01

















