Dibekuk Belanda Pada Menit Terakhir, Ochoa Patah Hati
Editor Bolanet | 30 Juni 2014 12:32
- Kiper Timnas , Guillermo Ochoa mengakui bahwa kekalahan 1-2 yang dialami timnya atas di babak 16 besar Piala Dunia 2014 cukup sulit diterima. Meski demikian, pemain berusia 28 tahun ini juga mengakui bahwa Belanda bermain bagus dan memang layak menang.
Kalah seperti ini, dengan hanya beberapa menit tersisa, sungguh sulit diterima. Apalagi kami bermain sangat baik pada laga ini. Namun anda tak boleh lupa bahwa kami menghadapi tim yang benar-benar kuat dan sudah sangat dekat dengan kemenangan, ungkap Ochoa seperti dilansir situs resmi FIFA.
Kami kalah karena faktor teknik, bukan psikologis. Ada banyak waktu untuk menganalisa kekalahan ini dan apa yang harus kami lakukan selanjutnya. Namun satu hal yang saya yakini, kami pulang dari sini dengan kepala tegak.
El Tri sejatinya mampu unggul terlebih dahulu lewat gol Giovanni Dos Santos saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Namun pada menit 88 Oranje mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan Wesley Sneijder. Petaka bagi Meksiko lahir di injury time, saat insiden berbau diving yang melibatkan Arjen Robben berbuah hadiah penalti yang dituntaskan dengan sempurna oleh Klaas-Jan Huntelaar menjadi gol kemenangan. (fifa/mri)
Kalah seperti ini, dengan hanya beberapa menit tersisa, sungguh sulit diterima. Apalagi kami bermain sangat baik pada laga ini. Namun anda tak boleh lupa bahwa kami menghadapi tim yang benar-benar kuat dan sudah sangat dekat dengan kemenangan, ungkap Ochoa seperti dilansir situs resmi FIFA.
Kami kalah karena faktor teknik, bukan psikologis. Ada banyak waktu untuk menganalisa kekalahan ini dan apa yang harus kami lakukan selanjutnya. Namun satu hal yang saya yakini, kami pulang dari sini dengan kepala tegak.
El Tri sejatinya mampu unggul terlebih dahulu lewat gol Giovanni Dos Santos saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Namun pada menit 88 Oranje mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan Wesley Sneijder. Petaka bagi Meksiko lahir di injury time, saat insiden berbau diving yang melibatkan Arjen Robben berbuah hadiah penalti yang dituntaskan dengan sempurna oleh Klaas-Jan Huntelaar menjadi gol kemenangan. (fifa/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Inggris 6 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 03:15
-
Inggris Lawan Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2 Juli 2026, 02:46
-
Meksiko Berpotensi Jumpa Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 Juli 2026, 14:18
LATEST UPDATE
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
-
Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
Piala Dunia 21 Juli 2026, 19:40
-
Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:26
-
Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:02
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










