Ditahan Maroko dan Tampil Melempem, Brazil Tidak Sebagus Itu?
Richard Andreas | 14 Juni 2026 17:45
Bola.net - Brazil datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan besar setelah menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih. Namun, laga pembuka mereka justru memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Selecao harus puas bermain imbang 1-1 melawan Maroko di New York Stadium. Vinicius Junior menyelamatkan Brazil dari kekalahan, tetapi performa keseluruhan tim jauh dari kata meyakinkan.
Sementara itu, Matchday 3 juga diwarnai perdebatan mengenai kebijakan water break FIFA, kursi-kursi kosong di stadion Amerika Serikat, hingga cuaca ekstrem yang mengganggu jalannya turnamen.
Brazil Beruntung Tidak Pulang dengan Kekalahan

Skor akhir memang menunjukkan hasil imbang 1-1, tetapi jalannya pertandingan menggambarkan cerita yang berbeda. Brazil kesulitan menghadapi permainan Maroko yang tampil lebih agresif dan terorganisasi.
Tim Afrika Utara itu menguasai banyak duel penting di lini tengah. Gelandang muda berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, menjadi sosok yang paling mencuri perhatian setelah mampu mengimbangi bahkan mengungguli para pemain Brazil yang lebih berpengalaman.
Brazil sendiri tampak kehilangan kontrol permainan, terutama pada babak pertama. Vinicius Junior akhirnya menjadi penyelamat lewat gol berkualitas yang membuat Selecao terhindar dari kekalahan pada laga pembuka mereka.
Atmosfer di New York sebelumnya sangat meriah. Ribuan pendukung Brazil memenuhi kawasan Times Square menjelang pertandingan, tetapi antusiasme tersebut tidak sepenuhnya terbayar oleh performa tim di lapangan.
Tantangan Besar Menanti Carlo Ancelotti

Sejak Piala Dunia 2022, perjalanan Brazil tidak selalu berjalan mulus. Mereka mengalami periode yang tidak stabil di kualifikasi Amerika Selatan dan sempat berganti beberapa pelatih sebelum akhirnya menunjuk Carlo Ancelotti.
Kehadiran pelatih asal Italia itu memang membawa ketenangan dan perbaikan performa. Namun, pertandingan melawan Maroko menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Beberapa keputusan Ancelotti tidak berjalan sesuai rencana. Roger Ibanez yang dimainkan sebagai bek kanan mengalami kesulitan dan ditarik saat jeda pertandingan. Di lini depan, Igor Thiago gagal memberikan dampak berarti.
Masalah lain muncul di sektor tengah. Duet Bruno Guimaraes dan Casemiro kesulitan menghadapi intensitas permainan para gelandang Maroko sehingga Brazil sering kehilangan kendali pertandingan.
Usai laga, Ancelotti mengakui timnya tampil di bawah standar. "Kami menjalani pertandingan yang sulit, terutama pada awal laga. Tim terlihat cemas dan gugup."
"Kami tidak cukup baik dalam menguasai bola. Saya tidak kecewa, tetapi juga tidak puas. Ini adalah pertandingan yang sulit," ujar Ancelotti.
Water Break FIFA Mulai Dipertanyakan
Selain pertandingan Brazil, kebijakan water break FIFA menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas sepanjang Matchday 3.
Dalam laga Qatar melawan Swiss di Santa Clara, pertandingan sempat dihentikan sesuai aturan FIFA untuk memberikan kesempatan pemain melakukan hidrasi. Namun, durasi penghentian pertandingan ternyata berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tujuan sebenarnya dari kebijakan tersebut. Saat pertama kali diperkenalkan, water break disebut sebagai langkah untuk melindungi kesehatan pemain di tengah cuaca panas.
Meski begitu, FIFA menerapkan aturan tersebut di seluruh pertandingan tanpa batas suhu minimum tertentu. Akibatnya, sejumlah stasiun televisi memanfaatkan jeda itu untuk menayangkan iklan komersial.
Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Brasil, dan Republik Irlandia menyiarkan iklan selama jeda tersebut. Sebaliknya, penyiar di Inggris dan Meksiko memilih untuk tidak melakukannya.
Situasi itu memunculkan perdebatan mengenai siapa sebenarnya pihak yang paling diuntungkan dari kebijakan tersebut. Pemain memang mendapat kesempatan untuk minum, tetapi dalam beberapa pertandingan mereka sudah siap melanjutkan laga sebelum jeda berakhir.
Jangan Lewatkan!
Timnas Inggris Dibangun untuk Harry Kane
Patrick Beach, Debutan 22 Tahun yang Jadi Tembok Australia Saat Tumbangkan Turki di Piala Dunia 2026
Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
Prediksi Piala Dunia 2026: Iran vs Selandia Baru 16 Juni 2026
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
Piala Dunia 30 Juli 2026, 08:22
LATEST UPDATE
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Christos Tzolis: Dia Aset Berharga Arsenal!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 19:00
-
Michael Carrick Indikasikan MU Bakal Segera Belanja Lagi
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 18:30
-
Jose Mourinho Terpukau dengan Perkembangan Real Madrid Usai Libas Schalke 3-0
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 18:13
-
Manchester United Incar Bek Bayern Munchen Ini?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 18:00
-
Rodri Segera Gabung Barcelona, Manchester City Segera Daratkan Gelandang Ini
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 17:30
-
Dirumorkan Bakal Angkut Berlian Arsenal, Begini Sikap Manchester United
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 17:00
-
Marcus Rashford, Kartu AS Manchester United di Musim 2026/2027
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 16:30
-
Absen di Community Shield, Rodri Tes Medis di Barcelona?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 16:04
-
Here We Go! Juventus Angkut Kiper Baru dari Inggris
Liga Italia 17 Agustus 2026, 15:52
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59








