FIFA Tersandung Masalah Rasial Terkait Drawing Piala Dunia 2014
Editor Bolanet | 5 Desember 2013 13:54
- FIFA kembali tersandung tuduhan pelik terkait Piala Dunia 2014. Kali ini mereka dituduh menggunakan sentimen rasial dalam memilih host untuk acara drawing grup putaran final Piala Dunia mendatang.
FIFA tidak menunjuk pasangan Lazaro Ramos dan Camila Pitanga yang sebelumnya telah dijagokan oleh publik Brasil akan menjadi host bagi acara drawing grup putaran final Piala Dunia. Sebagai gantinya, pasangan suami istri Fernanda Lima dan Rodrigo Hilbert ditunjuk oleh FIFA sebagai host.
Salah seorang petinggi di kota Sao Paulo, Christiano Jorge Santos, menuduh FIFA lebih memilih Lima dan Hilbert karena faktor rasial. Suami istri tersebut adalah pasangan berkulit putih, berbeda dengan Ramos dan Pitanga yang merupakan warga kulit berwarna.
Rasialisme adalah masalah serius di Brasil. Kami harus menyelidiki hal tersebut. Rakyat Brasil tak ingin gambaran negeri ini diidentikkan dan dibelokkan kepada warga kulit putih, ungkap Santos.
Menanggapi tudingan ini, FIFA segera memberi konfirmasi. Lewat juru bicaranya, otoritas sepakbola tertinggi dunia ini menyebut bahwa Lima dan Hilbert memang dipilih murni karena kualifikasi mereka.
FIFA selalu serius dalam menanggulangi rasialisme, namun tuduhan ini sangat konyol dan terlalu mengada-ada. Kami memilih host berdasarkan kualitas, bukan warna kulit.
Acara drawing sendiri akan diadakan pada tanggal 6 Desember 2013 mendatang di Costa do Sauipe, Bahia. Pengundian akan dilakukan tepat pada pukul 1 siang waktu setempat. (ap/mri)
FIFA tidak menunjuk pasangan Lazaro Ramos dan Camila Pitanga yang sebelumnya telah dijagokan oleh publik Brasil akan menjadi host bagi acara drawing grup putaran final Piala Dunia. Sebagai gantinya, pasangan suami istri Fernanda Lima dan Rodrigo Hilbert ditunjuk oleh FIFA sebagai host.
Salah seorang petinggi di kota Sao Paulo, Christiano Jorge Santos, menuduh FIFA lebih memilih Lima dan Hilbert karena faktor rasial. Suami istri tersebut adalah pasangan berkulit putih, berbeda dengan Ramos dan Pitanga yang merupakan warga kulit berwarna.
Rasialisme adalah masalah serius di Brasil. Kami harus menyelidiki hal tersebut. Rakyat Brasil tak ingin gambaran negeri ini diidentikkan dan dibelokkan kepada warga kulit putih, ungkap Santos.
Menanggapi tudingan ini, FIFA segera memberi konfirmasi. Lewat juru bicaranya, otoritas sepakbola tertinggi dunia ini menyebut bahwa Lima dan Hilbert memang dipilih murni karena kualifikasi mereka.
FIFA selalu serius dalam menanggulangi rasialisme, namun tuduhan ini sangat konyol dan terlalu mengada-ada. Kami memilih host berdasarkan kualitas, bukan warna kulit.
Acara drawing sendiri akan diadakan pada tanggal 6 Desember 2013 mendatang di Costa do Sauipe, Bahia. Pengundian akan dilakukan tepat pada pukul 1 siang waktu setempat. (ap/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menanti Debut John Herdman! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Tim Nasional 13 Februari 2026, 16:28
-
Geger! Muncul di Daftar Hitam FIFA, Athletic Bilbao Terancam Embargo Transfer
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 14:09
-
Sumardji Akui Salah soal Sanksi 20 Laga dari FIFA: Hanya Ingin Lindungi Pemain Timnas!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 11:03
LATEST UPDATE
-
Magis Liam Rosenior! Ada Trik Pochettino dalam Misi Kebangkitan Chelsea
Liga Inggris 7 Maret 2026, 04:44
-
Kylian Mbappe Akhirnya Punya SIM, Tertangkap Nyetir Mobil Mini di Paris
Bolatainment 7 Maret 2026, 00:17
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45

















