Jaga Tempo Pertandingan dan Kurangi Buang Waktu: Dua Fokus FIFA di Piala Dunia 2026

Jaga Tempo Pertandingan dan Kurangi Buang Waktu: Dua Fokus FIFA di Piala Dunia 2026
Tampilan umum Stadion Arrowhead yang berganti nama menjadi Kansas City Stadium, Senin, 11 Mei 2026, menjelang pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Kansas City, Missouri. (c) AP Photo/Charlie Riedel

Bola.net - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan sejumlah penekanan baru dalam penerapan aturan pertandingan. FIFA ingin memastikan tempo permainan tetap terjaga selama turnamen yang akan diikuti 48 tim tersebut.

Menjelang kick-off turnamen, badan sepak bola dunia itu meminta wasit untuk lebih tegas dalam menangani tindakan yang dianggap menghambat jalannya pertandingan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen FIFA untuk mengurangi pemborosan waktu di lapangan.

Selain itu, FIFA juga memperjelas sejumlah protokol Video Assistant Referee (VAR) dan memperkenalkan beberapa interpretasi aturan yang berpotensi berdampak besar pada jalannya pertandingan.

FIFA Fokus Kurangi Pemborosan Waktu

FIFA Fokus Kurangi Pemborosan Waktu

Logo Piala Dunia FIFA 2026 Los Angeles ditampilkan dalam acara media menjelang FIFA World Cup 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, Selasa, 12 Mei 2026. (c) AP Photo/Jae C. Hong

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa salah satu tujuan utama adalah menjaga ritme pertandingan tetap berjalan. Karena itu, wasit akan diminta mengambil tindakan lebih tegas terhadap berbagai bentuk pengulur waktu.

"Kami terus berupaya mencapai tujuan untuk menghilangkan, sebanyak mungkin, gangguan terhadap tempo pertandingan," tegas Collina.

Untuk mempercepat permainan, wasit dapat menerapkan hitungan mundur visual selama lima detik pada situasi tendangan gawang dan lemparan ke dalam. Jika tendangan gawang tidak dilakukan sebelum hitungan berakhir, tim lawan akan mendapatkan tendangan sudut.

Sementara itu, jika lemparan ke dalam tidak dilakukan sebelum hitungan selesai, hak lemparan akan diberikan kepada lawan. Pemain yang ditarik keluar lapangan juga diwajibkan meninggalkan area permainan dalam waktu 10 detik, kecuali dalam situasi khusus seperti cedera atau masalah keamanan.

FIFA juga menegaskan bahwa pemain yang meninggalkan lapangan karena marah-marah terhadap keputusan wasit dapat dikenai kartu merah.

Aturan Baru untuk Konfrontasi dan Penggunaan VAR

Aturan Baru untuk Konfrontasi dan Penggunaan VAR

Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Salah satu aturan yang paling menarik perhatian berkaitan dengan pemain yang menutupi mulut saat berbicara kepada lawan. FIFA menyatakan tindakan tersebut dapat berujung kartu merah apabila terjadi dalam situasi konfrontatif.

Pemain yang menggunakan tangan, lengan, atau bagian pakaian untuk menutupi mulut saat berbicara masih diperbolehkan jika percakapan tersebut tidak bersifat bermusuhan.

Namun, FIFA menegaskan pendekatan berbeda akan diterapkan dalam situasi yang dianggap sebagai konfrontasi. "Konfrontatif... itu cerita yang sama sekali berbeda," lanjut Collina.

Di sisi lain, FIFA juga memperjelas beberapa aspek penggunaan VAR. Teknologi tersebut kini dapat digunakan untuk memeriksa kartu merah yang muncul setelah pemberian kartu kuning kedua yang jelas-jelas keliru, serta kasus salah identitas pemain yang dihukum.

Ada Water Break di Pertengahan Babak

VAR juga dapat digunakan untuk meninjau keputusan tendangan sudut yang diberikan secara tidak tepat.

Selain itu, FIFA memperjelas bahwa pelanggaran yang dilakukan tim penyerang sebelum bola aktif dalam situasi tendangan bebas atau tendangan sudut dapat ditinjau apabila berdampak langsung pada gol, penalti, atau sanksi disiplin.

Meski FIFA berupaya mempercepat permainan, durasi pertandingan belum tentu menjadi lebih singkat. Setiap laga tetap akan memiliki jeda minum selama tiga menit di pertengahan masing-masing babak.