Guillermo Ochoa, Mimpi Buruk Brasil Selain Semifinal Horor vs Jerman di Piala Dunia 2014
Gia Yuda Pradana | 9 Juli 2022 16:47
Bola.net - Guillermo Ochoa. Publik Brasil tentu masih ingat dengan namanya. Dia adalah mimpi buruk mereka selain semifinal horor kontra Jerman di Piala Dunia 2014.
Piala Dunia 2014 di Brasil merupakan salah satu Piala Dunia yang paling berkesan. Namun, bagi Brasil, ini Piala Dunia yang kelam.
Brasil dihajar Jerman 1-7 di semifinal, di rumah mereka sendiri. Kekalahan Selecao itu lekat dalam ingatan semua orang, bahkan hingga kini.
Akan tetapi, itu bukanlah satu-satunya laga yang membuat Brasil putus asa. Laga kedua di babak penyisihan grup, melawan Meksiko, juga terbilang menyesakkan bagi mereka. Itu semua gara-gara kiper yang bernama Guillermo Ochoa.
Diunggulkan Menang, Ternyata Hanya Imbang

Di laga pertama Grup A, 12 Juni 2014, Brasil menumbangkan Kroasia. Pasukan Luiz Felipe Scolari menang 3-1 melalui dua gol Neymar dan satu gol Oscar.
Brasil kemudian kemudian menghadapi Meksiko di laga kedua. Laga itu digelar di Fortaleza, 17 Juni 2014.
Berstatus tuan rumah, Brasil jelas lebih diunggulkan. Terlebih lagi, Brasil juga diperkuat pemain-pemain top, seperti kapten Thiago Silva, Marcelo, Dani Alves, Oscar, Ramires, hingga Neymar.
Brasil diperkirakan bakal melumat lawannya. Namun, di luar dugaan, Brasil ternyata hanya mampu bermain imbang dengan skor kacamata.
Ochoa Seorang Diri Menghentikan Gempuran Brasil

Di laga itu, Brasil menyerang seolah tanpa henti. Namun, gempuran bertubi-tubi Brasil itu dihentikan oleh Ochoa seorang diri.
Brasil cukup mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 53%, dan serangan mereka merajalela. Total 14 tembakan mereka hasilkan sepanjang laga.
Dari 14 tembakan itu, enam di antaranya mengarah tepat ke mulut gawang.
Neymar, Fred, Paulinho, Thiago Silva sampai Oscar silih berganti melepaskan shot on target ke gawang Ochoa, baik dari dalam maupun luar area. Semuanya kandas oleh Ochoa.
Man of the Match
Ochoa dinobatkan sebagai Man of the Match versi FIFA. Performanya itu sendiri diakui sebagai salah satu performa individual terbaik oleh seorang penjaga gawang di panggung akbar Piala Dunia.
Waktu itu, Ochoa bermain untuk klub Prancis, Ajaccio. Performanya di Piala Dunia 2014 kemudian membawa Ochoa ke klub Spanyol, Malaga.
Sempat dipinjamkan ke Granada pada musim 2016/17, Granada kemudian melepas Ochoa ke Standard Liege di Belgia. Dua tahun di sana, Ochoa pulang kampung dan bergabung dengan Club America.
Ochoa, yang kini berusia 36, memang sudah meredup dan mulai menghilang. Namun, performa supernya saat melawan Brasil di Piala Dunia 2014 selalu kekal dalam ingatan.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Women Volleyball Nations League 2022: Si Cantik Zehra Gunes dari Turki
Volleyball Nations League: Ajcharaporn Kongyot, Hitter Manis Thailand Mantan Pemain Proliga
Volleyball Nations League 2022: Yeum Hye-seon, si Imut Setter Andalannya Korea Selatan
Si Cantik Ella Toone, Nomor 7-nya Manchester United Women
Pesona Jordyn Huitema, Penyerang PSG Feminine asal Kanada
Anna Torroda, Gelandang dan Bek Valencia Femenino dengan Spek Model
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Selamat dari Pemecatan, Manchester United Masih Beri Kesempatan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 13:42
-
Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 13:02
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
Liga Champions 27 Oktober 2026, 12:59
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
Frenkie de Jong Ungkap Penyebab Barcelona Kesulitan Hadapi Real Madrid di El Clasico
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 22:29
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






