Henderson: Saya Berhutang Budi Selamanya pada Pickford
Dimas Ardi Prasetya | 5 Juli 2018 22:21
Bola.net - - Gelandang timnas Inggris Jordan Henderson mengaku dirinya akan berhutang budi selamanya kepada koleganya di tim The Three Lions saat ini Jordan Pickford.
Inggris menjalani pertandingan yang sulit di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Mereka dihadapkan dengan skuat Kolombia yang ulet.
Kolombia menggagalkan keunggulan Inggris di waktu ektra time babak kedua. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.
Di babak tambahan, kedua tim juga sama-sama tidak bisa mencetak gol. Pada akhirnya, pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Tendangan Gagal

Di babak ini, ketegangan yang dirasakan para pemain meninggi. Kesalahan bisa menjadi neraka, terutama bagi mereka yang dtunjuk jadi eksekutor.
Hal tersebut khususnya berlagi bagi para pemain Inggris. Jika mereka ada yang gagal dan kemudian Inggris kalah, sudah pasti begitu pulang dari Rusia pemain itu akan dihujani kritikan dari berbagai media, untuk waktu yang lama.
Henderson ternyata gagal menunaikan tugasnya. Tendangannya berhasil ditepis oleh kiper lawan, David Ospina.
Namun untungnya Pickford tampil hebat. Ia dua kali menggagalkan penalti lawan. Inggris pun menang dengan skor 4-3.
Bersyukur

Henderson pun mengaku bersyukur Pickford tampil apik. Skipper Liverpool ini pun mengaku akan selalu berhutang budi pada kiper Everton tersebut.
Saya berterima kasih padanya, saya tidak bisa cukup berterima kasih, katanya kepada wartawan.
Saya selamanya berhutang kepadanya. Ia mengatakan Mackems selalu tetap bersama! Anda jelas merasa takut ketika Anda gagal penalti, tetapi Picker telah tampil brilian dengan aksi penyelamatannya. Kami adalah kelompok yang sangat erat, saya pikir Anda bisa melihat itu, serunya seperti dilansir Sportmole.
Ini sulit ketika Anda gagal dan tidak ada yang bisa dikatakan untuk membuatnya baik-baik saja tapi ini bukan tentang saya, itu tidak terlalu penting sekarang, kami menang dan itu yang utama.
Tak Ingat Penaltinya

Henderson saat itu menendang ke arah kanan. Bola tak melaju terlalu kencang dan melayang tak terlalu tinggi dari tanah.
Alhasil, Ospina pun mampu menepisnya dengan brilian. Henderson ternyata tak mampu mengingat momen tersebut.
Saya hampir tidak bisa mengingat [penalti saya]. Mungkin itu adalah ketinggian yang bagus untuk sang kiper, ujar Henderson.
Harusnya, itu harus lebih tinggi atau lebih rendah tetapi dalam adu penalti Anda bisa gagal atau bisa ada penyelamatan yang bagus, kilahnya.
[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inggris Ditahan Uruguay, Thomas Tuchel Tetap Apresiasi Penampilan Tim
Piala Dunia 28 Maret 2026, 12:54
-
Tuchel Bela Ben White Usai Dicemooh di Wembley: Hadapi, Tulis Bab Baru!
Piala Dunia 28 Maret 2026, 09:29
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Bakal Jadi 'Pirlo Baru' untuk Juventus
Liga Italia 22 April 2026, 15:01
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
Piala Dunia 22 April 2026, 13:38
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













