Jelang Bosnia vs Italia, Gattuso: Mengeluh Lapangan Buruk Hanya untuk Orang Lemah!

Afdholud Dzikry | 31 Maret 2026 09:15
Jelang Bosnia vs Italia, Gattuso: Mengeluh Lapangan Buruk Hanya untuk Orang Lemah!
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso ketika meninjau rumput di Bilino Polje stadium jelang playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia. (c) AP Photo/Armin Durgut

Bola.net - Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, mengirim pesan keras kepada anak asuhnya jelang final playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Gattuso menegaskan bahwa kondisi lapangan di Stadion Bilino Polje bukan alasan untuk tidak tampil maksimal.

Isu mengenai buruknya permukaan lapangan mencuat setelah cuaca ekstrem melanda lokasi pertandingan. Salju yang turun di Zenica memaksa skuat Azzurri memindahkan sesi latihan hari Senin ke Florence karena stadion tidak bisa digunakan.

Advertisement

Kendala logistik ini sempat dikhawatirkan bakal mengganggu persiapan teknis tim di lapangan hijau. Namun, Gattuso menolak mentah-mentah narasi tersebut dan meminta timnya fokus pada pertandingan yang ada di depan mata.

Gattuso ingin memastikan mentalitas timnya tetap terjaga tanpa terpengaruh faktor eksternal yang dianggapnya remeh. Bagi sang pelatih, tantangan fisik di lapangan adalah bagian dari sepak bola yang harus dihadapi dengan keberanian.

1 dari 3 halaman

Italia Pantang Cari Alasan

Italia Pantang Cari Alasan

Bryan Cristante (tengah) bersama pemain Italia ketika meninjau rumput Bilino Polje stadium, Zenica, 30 Maret 2026 menjelang playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia Herzegovina. (c) AP Photo/Armin Durgut

Gattuso tidak ingin energi skuatnya habis hanya untuk memikirkan kualitas rumput di Bosnia. Ia berpendapat bahwa kedua tim akan bertanding di atas permukaan yang sama, sehingga tidak ada pihak yang benar-benar dirugikan secara sepihak.

Menurutnya, mencari kambing hitam dari kondisi fasilitas adalah tanda mentalitas yang rapuh. Pelatih yang dikenal dengan gaya meledak-ledak ini ingin Italia datang dengan mentalitas petarung yang siap menghadapi segala kondisi.

"Kita tidak boleh memikirkan hal itu. Itu hanya alasan. Jika lapangannya buruk, itu buruk untuk kita berdua; pertandingan harus tetap dimainkan," tegas Gattuso melalui laporan TMW.

Gattuso bahkan memberikan sindiran tajam bagi siapa pun yang terlalu mempermasalahkan kondisi non-teknis tersebut.

"Jika kita memikirkan tentang lapangan, tribun penonton, tidak, itu hanya untuk orang-orang lemah," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Pengalaman di Hajduk Split Jadi Tolak Ukur

Berdasarkan pengamatannya langsung, Gattuso menilai kondisi lapangan di Zenica sebenarnya masih dalam batas wajar. Ia sudah melihat langsung kondisi terakhir permukaan lapangan dan merasa tidak ada masalah besar yang perlu ditakutkan.

Keyakinan ini lahir dari pengalamannya selama setahun menangani klub di wilayah sekitar Bosnia. Gattuso merasa sudah sangat familiar dengan karakteristik lapangan di kawasan Balkan yang memang memiliki tantangan tersendiri.

"Saya sudah melihat lapangannya, dan itu baik-baik saja. Saya menghabiskan satu tahun di dekat sini, jadi saya tahu seperti apa kondisinya," kata mantan gelandang AC Milan tersebut.

Ia bahkan membandingkan kondisi stadion di Zenica dengan pengalaman masa lalunya saat masih menukangi Hajduk Split. Baginya, tantangan yang ia hadapi di masa lalu jauh lebih berat daripada apa yang akan dihadapi Italia besok.

"Lapangan buruk yang sebenarnya adalah lapangan yang saya gunakan saat bermain bersama Hajduk. Sejujurnya, meskipun lapangannya buruk, tidak banyak yang bisa kita lakukan. Kita harus fokus pada tipe tim seperti apa mereka sebenarnya," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Sanksi Stadion dan Batasan Penonton

Selain persoalan lapangan, laga final playoff ini juga akan berlangsung dalam atmosfer yang sedikit berbeda. Stadion Bilino Polje tidak akan terisi penuh oleh suporter tuan rumah karena sanksi yang dijatuhkan otoritas terkait.

Hanya sekitar 9.000 penonton yang diizinkan hadir langsung di tribun untuk memberikan dukungan. Hal ini terjadi setelah adanya sanksi pembatasan kapasitas akibat kerusuhan penonton yang meledak dalam laga sebelumnya.

Ketegangan antara penonton sempat pecah saat laga yang mempertemukan Bosnia melawan Rumania beberapa waktu lalu. Insiden tersebut berbuntut panjang hingga merugikan kubu tuan rumah dalam laga penentuan melawan Italia.

Gattuso sendiri tidak ingin hal ini melonggarkan kewaspadaan timnya meski jumlah pendukung lawan berkurang. Fokus utamanya tetap pada performa Italia di lapangan demi mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia.

LATEST UPDATE