Kali Ini Qatar Akan Berwarna Oranye
Serafin Unus Pasi | 19 November 2022 08:00
Bola.net - Jakarta -- Sepp Blatter mengatakan pilihan FIFA pada era kepemimpinannya soal Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 adalah sebuah kesalahan karena seharusnya host perhelatan akbar sepak bola ini adalah negara yang berukuran besar. Buat penulis, pernyataan yang sangat terlambat, pada dua pekan silam, ini adalah justifikasi bahwa alam pikiran sang mantan presiden memang korup.
Kalau kata orang tua nan bijaksana perkataan yang tepat yang disampaikan pada waktu yang pas bak madu yang disajikan dalam pinggan emas. Sebaliknya apa yang disampaikan Blatter itu selain tak ada gunanya justru seperti menepuk air di dulang dan tepercik ke muka sendiri.
Blatter secara tidak langsung menunjukkan bahwa kapitalisme yang dibangun di era presidensi dirinya, dan bahkan di era Joao Havelange sebelumya, telah membuat panca indera pria asal Swiss itu menjadi irasional demi kepentingan bisnis semata.
Semoga karma buruk perilaku tamak itu tak berimbas buruk saat Piala Dunia 2022 digelar di negeri petro dolar, yang butuh pendingin udara dalam stadion, agar layak jadi tuan rumah ini.
Ah sudahlah, mari kita melihat ke depan. Siapa yang layak juara di Qatar menurut Anda pembaca? Saya memilih Belanda. Ya, saatnya jazirah Arab berkelir oranye di pengujung tahun ini.
Ramalan yang dibangun sebuah entitas analisis statistik olahraga Gracenotes mengkalkulasi juara bertahan Prancis keluar dari lingkaran utama dan pengunggulan condong ke kutub-kutub Amerika Latin. Brasil dan Argentina jadi kandidat terkuat dengan peluang juara 20%, sedangkan Belanda dan Spanyol ada di urutan berikutnya dengan kisaran kans di 7%.
Hmm… coba kita berbelok sedikit ya. Latar pendidikan saya adalah ilmu fisika. Dalam spektrum warna ala pelangi dengan urutan Merah-Jingga-Kuning-Hijau, Biru, Nila-Ungu, cahaya berwarna merah itu memiliki energi paling rendah sedangkan ungu di ujung kontinuum ini berenergi paling tinggi.
Dalam konteks ini, berarti Argentina memiliki energi paling besar dengan dominasi warna biru muda pada jersey Tim Tango. Sementara urutan energi berikutnya adalah Brasil (kuning), Belanda (jingga/oranye), dan terakhir adalah Spanyol (merah).
Team Order Van Gaal

Kelihatan tidak berhubungan memang, tapi metode analisis warna jersey ini pernah dipakai seorang spiritualis, Suhu Kwan Lukito, untuk memprediksi siapa juara Piala Eropa 2000, dan prediksinya (maaf) meleset. Dari sisi statisik dan energi warna sebenarnya Belanda tidak favorit, tapi intuisi saya mengarah pada pasukan Louis van Gaal.
Banyak yang meragukan kelengkapan amunisi De Oranje di Qatar lantaran pilar belakang mereka, Virgil van Dijk, tampil buruk bersama Liverpool di paruh pertama musim 2022/23. Justru karena alasan yang sama saya melihat fenomena buruknya penampilan para pilar Belanda di liga-liga domestik Eropa sebagai sebuah team order meneer Van Gaal.
Semua pemain timnas Belanda terlihat menyimpan energi di klub demi tampil wah di pengujung tahun ini pada panggung yang lebih besar. Itulah penjelasan di balik intuisi saya. Pada sisi lain, mata saya juga tertuju pada timnas Jepang, yang berpeluang memunculkan kejutan pada piala dunia kali ini.
Jangan lupa, Qatar memang berada di jazirah Arab tapi mereka adalah bagian dari konfederasi Asia (AFC) lancaran posisi geografisnya ada di bagian Asia Barat. Wajar bila kita berharap ada salah satu negara Asia yang tampil moncer kali ini. Selamat menikmati piala dunia pembaca, lupakan Blatter yang keblinger. Hayya… hayya… hayya…
*Penulis adalah wartawan, VP Operations dan Editor in Chief untuk Merdeka.com, Bola.com serta Bola.net, kolom ini berisi wawasan pribadi yang terlepas dari sikap kolektif insitusi.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06












