Kiper Timnas U-19 Sebut Brasil Harus Perbaiki Kelemahan
Editor Bolanet | 18 Juni 2014 17:46
- menjadi salah satu favorit kuat peraih gelar juara Piala Dunia 2014. Status tuan rumah, memberikan peluang besar bagi skuad arahan Luiz Felipe Scolari tersebut untuk memenangkan gelar.
Tidak hanya didukung langsung suporter dalam jumlah sangat besar, melainkan memiliki segudang pemain yang mumpuni. Hal tersebut, diungkapkan penjaga gawang tim nasional Indonesia U-19, Mochammad Dicky Indrayana.
Meski begitu, Brasil masih menyimpan kelemahan. Sehingga, tidak mudah dalam meraih juara. Hal tersebut, bisa dikatakan terlihat saat ditahan imbang Meksiko dengan skor 0-0, kata sosok kelahiran Gegempalan, Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, 4 juni 1997 tersebut.
Bukan kali ini saja Selecao- julukan Brasil- menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kesempatan pertama, pernah diperoleh pada tahun 1950. Tak ayal, A Selecao- sebutan lain Brasil- pun menjadi negara kelima yang telah menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak dua kali, setelah Meksiko, Italia, Perancis dan Jerman.
Selain itu, menjadi negara terbanyak dalam meraih gelar juara dengan 5 tropi, disusul Italia (4), Jerman (3), Argentina (2), Uruguay (2), Inggris (1), Perancis (1) dan Spanyol 1 kali.
Jika ingin menjadi juara dengan mulus, Brasil harus memperbaiki kelemahan terutama kerjasama tim. Saya melihat, komunikasi antar lini kadang tidak jalan, sambungnya.
Sinar Dicky di Timnas U-19, boleh jadi terbilang terlihat kurang terang. Pasalnya, bersaing ketat dengan Ravi Murdianto dan Awan Setho Raharjo, masing-masing diposisi pertama dan kedua. Namun, penampilan Dicky juga baik dan berpotensi menjadi cemerlang. (esa/dzi)
Tidak hanya didukung langsung suporter dalam jumlah sangat besar, melainkan memiliki segudang pemain yang mumpuni. Hal tersebut, diungkapkan penjaga gawang tim nasional Indonesia U-19, Mochammad Dicky Indrayana.
Meski begitu, Brasil masih menyimpan kelemahan. Sehingga, tidak mudah dalam meraih juara. Hal tersebut, bisa dikatakan terlihat saat ditahan imbang Meksiko dengan skor 0-0, kata sosok kelahiran Gegempalan, Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, 4 juni 1997 tersebut.
Bukan kali ini saja Selecao- julukan Brasil- menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kesempatan pertama, pernah diperoleh pada tahun 1950. Tak ayal, A Selecao- sebutan lain Brasil- pun menjadi negara kelima yang telah menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak dua kali, setelah Meksiko, Italia, Perancis dan Jerman.
Selain itu, menjadi negara terbanyak dalam meraih gelar juara dengan 5 tropi, disusul Italia (4), Jerman (3), Argentina (2), Uruguay (2), Inggris (1), Perancis (1) dan Spanyol 1 kali.
Jika ingin menjadi juara dengan mulus, Brasil harus memperbaiki kelemahan terutama kerjasama tim. Saya melihat, komunikasi antar lini kadang tidak jalan, sambungnya.
Sinar Dicky di Timnas U-19, boleh jadi terbilang terlihat kurang terang. Pasalnya, bersaing ketat dengan Ravi Murdianto dan Awan Setho Raharjo, masing-masing diposisi pertama dan kedua. Namun, penampilan Dicky juga baik dan berpotensi menjadi cemerlang. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














