Kisah Persahabatan Montes dan Vasquez di Balik Kokohnya Tembok Pertahanan Meksiko
Gia Yuda Pradana | 5 Juli 2026 17:34
Bola.net - Banyak pemain bertemu untuk pertama kali ketika bergabung dengan sebuah klub. Ada yang hanya menjadi rekan setim selama beberapa musim, ada pula yang membangun persahabatan seumur hidup.
Bagi Meksiko, kisah itu hidup dalam sosok Cesar Montes dan Johan Vasquez. Keduanya bukan hanya tandem di jantung pertahanan, tetapi juga sahabat yang telah berjalan bersama sejak masa kanak-kanak.
Ikatan tersebut kini menjadi salah satu kekuatan terbesar El Tri di Piala Dunia 2026. Setelah empat pertandingan, gawang Meksiko masih belum tersentuh satu gol pun.
Catatan itu tentu lahir dari kerja kolektif seluruh tim. Namun, chemistry yang telah dipupuk Montes dan Vasquez selama bertahun-tahun memberi rasa tenang setiap kali keduanya mengawal lini belakang.
Bertemu di Usia Belia, Bersatu dalam Mimpi
Pertemuan pertama mereka terjadi di akademi Pachuca saat masih berusia sekitar 10 hingga 11 tahun. Mereka cepat akrab setelah mengetahui berasal dari negara bagian dan kawasan yang sama.
"Saya kira saat itu usia saya sekitar 10 atau 11 tahun ketika pertama kali melihatnya. Kami bertemu di Pachuca, dan di sanalah kami mengetahui bahwa kami berasal dari negara bagian, kawasan, dan daerah yang sama," kata Vasquez kepada FIFA.
Jalan mereka terus beririsan dari satu fase ke fase berikutnya. Setelah kembali bermain bersama di Cimarrones de Sonora dan Monterrey, keduanya akhirnya mengenakan seragam tim nasional Meksiko.
"Bertemu lagi di Cimarrones de Sonora, kemudian di Monterrey, dan sekarang kami bermain bersama di tim nasional," ujar Vasquez.
Selalu Ada Wajah yang Dikenal
Berpindah klub sering kali menjadi tantangan bagi seorang pesepak bola. Lingkungan baru dan rekan setim yang belum dikenal membuat proses adaptasi tidak selalu berjalan mudah.
Di setiap persimpangan perjalanan itu, Montes dan Vasquez hampir selalu menemukan satu sama lain. Kehadiran sahabat dari daerah asal yang sama membuat setiap langkah terasa lebih ringan.
"Ketika saya datang ke klub baru, dia menyambut saya dan banyak membantu. Rasanya seperti berada di rumah karena kami sudah berteman selama bertahun-tahun dan saling mengenal dengan sangat baik," tutur Vasquez.
Persahabatan tersebut kemudian berkembang menjadi pemahaman yang sulit dibangun dalam waktu singkat. Mereka mengetahui kapan harus saling menutup ruang, kapan maju, dan kapan memberi perlindungan kepada rekan setim.
Kepercayaan yang Menjadi Benteng Meksiko
Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Montes dan Vasquez lebih dahulu menikmati momen bersejarah saat membawa Meksiko meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Pengalaman itu menjadi pondasi bagi generasi yang kini mengisi skuad El Tri.
"Di tim nasional, kami seperti keluarga. Kami sudah saling mengenal dan bermain bersama selama bertahun-tahun. Itulah kuncinya," ucap Vasquez.
Meski belum kebobolan sepanjang empat pertandingan, bek berusia 26 tahun itu menolak menganggap seluruh pujian layak diberikan kepada lini belakang. Ia menilai catatan tersebut merupakan hasil kerja semua pemain di lapangan.
"Kami berusaha menjalankan tugas, tetapi belum kebobolan bukan berarti pertahanan kami sudah sempurna. Terkadang rekan setim atau penjaga gawang juga menyelamatkan kami, jadi ini adalah hasil kerja kolektif," kata Vasquez.
Baginya, kekuatan utama Meksiko bukan hanya organisasi permainan, melainkan rasa saling percaya yang telah tumbuh selama bertahun-tahun. Saat banyak duet bertahan dibangun lewat latihan, Montes dan Vasquez membawanya dari sebuah persahabatan yang dimulai sejak kecil.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026, 07:19
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

