Krisis Hak Siar Piala Dunia 2026: FIFA Terpaksa Obral Harga di India dan China?
Afdholud Dzikry | 13 Mei 2026 12:40
Bola.net - Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan besar jelang Piala Dunia 2026. Hingga sebulan sebelum turnamen dimulai, kesepakatan hak siar di dua pasar terbesar dunia, India dan China, belum juga tercapai.
Situasi ini menjadi pukulan bagi FIFA yang sebelumnya memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim untuk memperbesar jangkauan global. Tanpa kontrak penyiaran, sekitar 2,7 miliar orang di dua negara tersebut berisiko kehilangan akses ke 104 pertandingan.
FIFA sempat memasang harga tinggi untuk hak siar, tetapi posisi tawar mereka kini melemah. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap nilai komersial turnamen di pasar internasional.
Minimnya minat penyiar lokal di India dan China membuat negosiasi semakin sulit. Infantino kini berpacu dengan waktu agar Piala Dunia tetap dapat menjangkau basis penonton terbesar di dunia.
Pasar India yang Lesu

Di India, nilai hak siar yang diminta FIFA dilaporkan turun tajam menjadi sekitar 35 juta dolar AS. Angka ini jauh di bawah kesepakatan sebelumnya, ketika Viacom18 membayar 62 juta dolar AS untuk Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kurangnya persaingan di industri penyiaran olahraga India menjadi salah satu faktor utama kebuntuan ini. Di sisi lain, dominasi kriket membuat minat investor terhadap sepak bola cenderung terbatas.
"Waktu pertandingan bisa dijadikan alasan, tapi masyarakat India tetap menonton Liga Champions yang tayang pada jam serupa," ujar Shaji Prabhakaran, anggota komite eksekutif AFC.
"Masalah utamanya adalah tidak ada kompetisi nyata di pasar penyiaran olahraga India saat ini, karena kriket tetap menjadi fokus primer bagi mereka," tegas mantan Sekretaris Jenderal AIFF tersebut.
Kendala Finansial dan Minat di China

Situasi serupa terjadi di China, meski dengan skala yang berbeda. FIFA dilaporkan memasang harga antara 250 juta hingga 300 juta dolar AS untuk hak siar di negara tersebut.
Namun, CCTV sebagai pemegang hak siar tradisional hanya menyiapkan anggaran sekitar 60 juta hingga 80 juta dolar AS. Kesenjangan nilai ini membuat proses negosiasi berjalan alot.
Perbedaan zona waktu 12 jam dengan lokasi pertandingan juga menjadi hambatan bagi pengiklan. Ditambah lagi, performa tim nasional China yang kurang kompetitif ikut menurunkan minat publik.
FIFA kini dituntut menyeimbangkan antara menjaga nilai produk dan memperluas jangkauan audiens. Harga yang terlalu tinggi berisiko mengurangi akses, sementara penurunan drastis bisa melemahkan citra turnamen.
"Harus selalu ada keseimbangan. Nilai produk harus dilindungi atau akan ada konsekuensi panjang bagi organisasi," pungkas Shaji Prabhakaran memberikan peringatan.
Infantino kini berada dalam tekanan waktu untuk menyelesaikan negosiasi sebelum kick-off. Hasil pembicaraan di Beijing dan New Delhi akan menjadi penentu keberhasilan strategi ekspansi global FIFA.
"Nilai dari sebuah produk harus tetap dilindungi atau akan ada konsekuensi panjang bagi organisasi," ungkap Prabhakaran memberikan peringatan.
"Sangat penting untuk menjaga keseimbangan harga agar tidak memberikan preseden buruk bagi kesepakatan di negara lain di masa depan," imbuhnya.
Delegasi FIFA Turun Tangan
FIFA dikabarkan telah mengirim delegasi tingkat tinggi ke Beijing untuk melakukan negosiasi darurat. Banyak pihak memperkirakan kesepakatan akan tercapai melalui penyesuaian harga yang signifikan.
Meski kemungkinan kesepakatan tetap terbuka, situasi ini menjadi sinyal peringatan bagi FIFA. Jika India dan China berhasil menekan harga, pasar lain bisa mengikuti pola serupa di masa depan.
"Saya memprediksi kesepakatan di India mungkin akan memakan waktu sekitar dua minggu lagi sebelum benar-benar tuntas," kata Prabhakaran optimis.
"Infantino harus segera menyelesaikan ini karena tidak memiliki pilihan selain melakukan kesepakatan dengan dua negara yang menguasai sepertiga penduduk dunia tersebut," tutupnya.
Sumber: The Guardian
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:46
-
UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:04
LATEST UPDATE
-
Liverpool Bisa Kehilangan Curtis Jones, Inter Milan Mulai Bergerak
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:21
-
4 Transfer Impian Liverpool Sebelum Bursa Musim Panas Ditutup
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:18
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
Piala Dunia 12 Agustus 2026, 11:21
-
Diincar Liverpool, Luis Enrique Buka Suara soal Masa Depan Bradley Barcola di PSG
Liga Eropa Lain 12 Agustus 2026, 10:51
-
Carlos Espi Punya Senjata yang Tidak Dimiliki Mbappe dan Endrick di Real Madrid
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:48
-
Saatnya Real Madrid Membuktikan Statusnya Sebagai Penguasa Liga Champions
Liga Champions 12 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Ingin Tawar Myles Lewis-Skelly dari Arsenal, tapi Ada 2 Kendala
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 10:32
-
Mike Maignan Tidak Puas dengan Situasi di AC Milan, Al-Nassr Siap Bergerak
Liga Italia 12 Agustus 2026, 10:21
-
Yan Diomande Tak Bisa Menolak Saat Real Madrid Memanggil
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:03
-
Dean Huijsen Warisi Nomor 4 Real Madrid, Mimpi Masa Kecil Jadi Nyata
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 09:56
-
Ronald Araujo, Liverpool, dan Tempat untuk Menghidupkan Kembali Kariernya
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 09:46
-
Barcelona Tak Sisipkan Klausul Larangan untuk Ronald Araujo di Liverpool
Liga Champions 12 Agustus 2026, 09:42
-
Real Madrid Dua Kali Menolak Manchester United
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 09:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




