UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA

UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA
FILE - Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) menganugerahi Presiden Donald Trump dengan Penghargaan Perdamaian FIFA (FIFA Peace Prize) saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) AP Photo/Chris Carlson, File

Bola.net - UEFA mengambil langkah hukum terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah rencana penjualan sebagian aset Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE) gagal terlaksana. Organisasi sepak bola Eropa itu memperingatkan FIFA agar tidak menghapus atau mengubah dokumen terkait proyek tersebut.

Rencana FFE menjadi polemik besar setelah FIFA berencana menjual 20 persen saham aset komersial paling bernilai miliknya kepada investor swasta. UEFA memimpin penolakan dari 55 asosiasi anggota dan bahkan membuka peluang memboikot kompetisi FIFA jika proyek tersebut tetap berjalan.

Kegagalan proyek bernilai sekitar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp360 triliun) itu membuat posisi Infantino berada dalam tekanan besar. UEFA kini meminta seluruh dokumen terkait proyek tersebut tetap disimpan sebagai persiapan jika proses hukum benar-benar berjalan.

UEFA Kirim Peringatan Hukum kepada FIFA

UEFA telah memberikan pemberitahuan resmi kepada FIFA dan Infantino terkait kemungkinan gugatan hukum, arbitrase, serta laporan kepada regulator. Langkah tersebut berkaitan dengan rencana FFE yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah tata kelola sepak bola.

Dalam surat yang dikirimkan kepada FIFA, UEFA meminta seluruh dokumen fisik maupun digital terkait proyek tersebut segera diamankan. UEFA memperingatkan bahwa upaya menghapus atau mengubah bukti dapat dianggap sebagai tindakan pidana.

"UEFA dengan ini memberikan pemberitahuan resmi bahwa mereka secara aktif mempertimbangkan tindakan hukum, arbitrase, dan/atau pengaduan regulasi terkait rencana FFE yang diajukan FIFA serta seluruh hal yang berkaitan," tulis UEFA dalam surat tersebut.

Rencana Penjualan Aset Piala Dunia Berujung Kontroversi

Proyek FFE merupakan gagasan Infantino untuk membentuk anak usaha komersial dengan nilai mencapai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp360 triliun). Rencana tersebut melibatkan penjualan 20 persen saham aset FIFA kepada kelompok investor swasta yang dikabarkan terkait perusahaan investasi asal New York.

Akan tetapi, proposal tersebut langsung mendapat penolakan dari berbagai pihak dalam sepak bola dunia. UEFA menilai langkah itu tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan sepak bola yang transparan dan berkelanjutan.

Setelah menghadapi tekanan internal serta eksternal, Infantino akhirnya membatalkan proyek tersebut. Presiden FIFA menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah mendengar berbagai pandangan dari pihak terkait.

"Setelah mendengarkan semua pandangan dengan saksama, menjadi jelas bahwa proyek tersebut telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungan, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal yang telah ditetapkan," ujar Infantino.

Masa Depan Kepemimpinan Infantino Dipertanyakan

Kontroversi FFE membuat posisi politik Infantino di FIFA mulai mendapat tekanan menjelang pemilihan presiden berikutnya. Sebelumnya, ia diperkirakan kembali maju tanpa pesaing, tetapi situasi terbaru membuka peluang munculnya perlawanan.

UEFA dan sejumlah pihak dalam sepak bola kini mempertanyakan keputusan besar yang dibuat tanpa dukungan luas dari anggota FIFA. Pergantian sejumlah pejabat senior, termasuk penasihat Carlos Cordeiro, turut memperbesar tekanan terhadap kepemimpinan Infantino.

Kegagalan proyek FFE menjadi ujian berat bagi era kepemimpinan Infantino di FIFA. UEFA berpeluang melanjutkan langkah hukum jika menemukan pelanggaran dalam proses perencanaan maupun pengelolaan dokumen terkait proyek tersebut.

Sumber: GOAL