Lionel Messi dan Mohamed Salah, Last Dance Berbalut Drama di Piala Dunia 2026
Gia Yuda Pradana | 8 Juli 2026 11:18
Bola.net - Lionel Messi kembali menghadirkan kisah yang sulit dipisahkan dari panggung Piala Dunia. Kali ini, bukan hanya kemenangan dramatis Argentina yang menjadi pembicaraan, melainkan perjumpaan emosional dengan Mohamed Salah yang menghadirkan nuansa berbeda di edisi 2026.
Laga Argentina melawan Mesir di babak 16 besar terasa lebih besar daripada sekadar perebutan tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026. Di atas lapangan, dua pemain yang telah membentuk generasi sepak bola modern bertemu dalam momen yang mungkin tidak akan terulang lagi.
Beberapa hari sebelum pertandingan, Salah mendapat pertanyaan mengenai sosok yang ingin menemaninya menjalani last dance di Piala Dunia. Jawabannya singkat dan tegas, yakni Lionel Messi, bahkan sebelum kepastian lawan Mesir ditentukan.
Takdir kemudian mempertemukan keduanya di Atlanta. Pelukan hangat sebelum sepak mula menjadi gambaran bahwa pertandingan tersebut membawa makna yang melampaui persaingan selama 90 menit.
Dua Ikon yang Saling Menghormati
Messi dan Salah datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi sama-sama meninggalkan jejak besar dalam sepak bola dunia. Keduanya menjadi simbol konsistensi, kepemimpinan, dan kemampuan menjaga level permainan selama bertahun-tahun.
Pada usia 39 tahun, Messi masih memimpin Argentina mengejar satu trofi Piala Dunia lagi. Di sisi lain, Salah yang kini berusia 34 tahun tetap menjadi wajah utama sepak bola Mesir sekaligus inspirasi bagi jutaan pendukung di negaranya.
Pertemuan mereka memperlihatkan bahwa rivalitas tidak selalu lahir dari permusuhan. Ada rasa hormat yang tumbuh dari perjalanan panjang masing-masing, sesuatu yang terlihat jelas sejak momen sebelum pertandingan dimulai.
Piala Dunia Selalu Punya Ruang untuk Cerita Besar
Sepanjang turnamen, perhatian publik kerap tertuju pada gol, statistik, dan hasil akhir pertandingan. Namun, Piala Dunia juga hidup melalui kisah manusia yang berada di balik setiap pertandingan.
Messi masih menjaga peluang mempertahankan gelar bersama Argentina. Salah memang harus mengakhiri perjalanan Mesir, tetapi pencapaian timnya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola negaranya setelah mampu menembus fase gugur dan bersaing hingga akhir melawan juara bertahan.
Messi berkata, "Apa yang dilakukan skuad ini sungguh luar biasa. Bangkit dari ketertinggalan 2-0 dalam laga gugur menunjukkan segalanya tentang tim ini."
Ucapan tersebut bukan hanya menggambarkan kemenangan Argentina. Kalimat itu juga menjadi penegasan bahwa pengalaman dan keyakinan tetap memiliki tempat di tengah derasnya regenerasi pemain muda.
Warisan yang Melampaui Hasil Akhir
Masa depan kedua pemain di Piala Dunia masih menyimpan tanda tanya. Messi masih melanjutkan langkahnya di turnamen ini, sedangkan Salah belum memastikan apakah dirinya akan kembali mencoba membawa Mesir menuju edisi 2030.
Bagi Salah, warisan terbesar mungkin bukan sekadar catatan penampilan atau jumlah gol. Ia berharap perjalanan kariernya mampu membuka keyakinan bagi generasi berikutnya bahwa mimpi besar dapat diraih tanpa memandang asal tempat seseorang tumbuh.
"Saya tidak tahu apakah ini tarian terakhir, tetapi selalu menjadi kehormatan mengenakan seragam ini," kata Salah. "Saya berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama anak-anak, untuk percaya bahwa mereka bisa melangkah jauh. Saya berharap mereka melihat saya sebagai sumber inspirasi. Kesuksesan bukan hanya milik satu orang, dan keberhasilan orang lain tidak mengurangi keberhasilan saya."
Pada akhirnya, pertandingan di Atlanta menghadirkan sesuatu yang tidak selalu bisa diukur lewat papan skor. Piala Dunia kembali membuktikan bahwa pertemuan dua legenda mampu meninggalkan kenangan yang bertahan jauh lebih lama daripada hasil akhir pertandingan.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Agustus 2026, 15:40
LATEST UPDATE
-
Atletico Madrid Tegaskan Sikap: Julian Alvarez Tak Akan Dijual ke Barcelona!
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 18:44
-
Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
Otomotif 27 Agustus 2026, 18:16
-
Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
Otomotif 27 Agustus 2026, 17:46
-
Bradley Barcola ke Liverpool: Bukan Sekadar Pengganti Luis Diaz!
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 16:43
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 29 Agustus - 1 September 2026
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 16:16
-
Semarak Merah Putih di Pujon Kidul, BRI Dorong Ekonomi Desa dan Berdayakan UMKM
News 27 Agustus 2026, 15:16
-
Prediksi Crystal Palace vs Man City 29 Agustus 2026
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 13:16
-
Jonathan David Ngotot Bertahan di Juventus meski Banyak Klub Mengincar
Liga Italia 27 Agustus 2026, 13:15
-
Prediksi AC Milan vs Venezia 29 Agustus 2026
Liga Italia 27 Agustus 2026, 12:45
-
Prediksi LOSC vs PSG 29 Agustus 2026
Liga Eropa Lain 27 Agustus 2026, 12:34
-
Liverpool Alihkan Perhatian ke Ismaila Sarr setelah Gagal Dapatkan Minteh
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 12:15
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






