Mengapa Laga Piala Dunia 2026 Dimainkan Bersamaan? Skandal Lama Jadi Alasannya
Gia Yuda Pradana | 25 Juni 2026 00:58
Bola.net - Piala Dunia 2026 kini memasuki fase krusial pada putaran terakhir babak grup. Pada tahap ini, dua pertandingan terakhir di masing-masing dari 12 grup digelar pada waktu yang sama.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. FIFA menerapkan kickoff serentak untuk menjaga integritas kompetisi dan mencegah tim bermain berdasarkan hasil pertandingan lain.
Aturan ini lahir dari salah satu insiden paling kontroversial dalam sejarah turnamen. Peristiwa itu dikenal sebagai “Disgrace of Gijon”, yang terjadi pada Piala Dunia 1982.
Berawal dari Skandal Disgrace of Gijon

Kontroversi itu melibatkan Jerman Barat dan Austria dalam laga penentuan grup. Hasil pertandingan tersebut menentukan nasib Aljazair.
Saat itu, Aljazair sudah menuntaskan seluruh laga grup sehari lebih dulu. Kondisinya membuat Jerman Barat dan Austria masuk lapangan dengan kalkulasi yang sangat jelas.
Jika Jerman Barat menang tipis, kedua tim akan lolos ke fase berikutnya. Skenario itu sekaligus menyingkirkan Aljazair lewat selisih gol.
Jerman Barat mencetak gol pada menit ke-10. Setelah unggul, intensitas pertandingan turun drastis karena kedua tim sama-sama diuntungkan oleh skor tersebut.
Pada fase akhir laga, kedua tim nyaris berhenti menyerang. Situasi itu memicu kemarahan besar karena pertandingan terlihat seperti hasil kompromi di atas lapangan.
FIFA akhirnya merombak format mulai Piala Dunia 1986. Sejak saat itu, laga terakhir fase grup dimainkan secara bersamaan.
Piala Dunia 2026 Hadirkan Tantangan Baru

Meski aturan kickoff serentak masih berlaku di Piala Dunia 2026, format turnamen terbaru menghadirkan tantangan berbeda. Salah satunya adalah penggunaan head-to-head sebagai penentu peringkat saat poin sama, menggantikan selisih gol sebagai prioritas awal.
Perubahan ini membuat beberapa tim tetap bisa menghitung peluang dengan cukup akurat sebelum laga terakhir selesai. Mereka dapat mengetahui hasil seperti apa yang cukup untuk lolos.
Contohnya terjadi di Grup J. Dengan Argentina sudah memastikan diri sebagai juara grup, Aljazair dan Austria memahami bahwa hasil imbang di Kansas City sangat mungkin menguntungkan kedua pihak.
Empat poin diperkirakan cukup untuk melaju, bahkan sebagai tim peringkat ketiga terbaik. Kondisi serupa juga terjadi pada duel Australia melawan Paraguay di Grup D.
Menariknya, skenario lolos tidak selalu membuat tim mengejar posisi lebih tinggi. Dalam kasus Austria, finis sebagai runner-up Grup J justru berpotensi menghadapi Spanyol pada babak 32 besar.
Sementara itu, tim yang finis di posisi ketiga kemungkinan memperoleh lawan yang lebih ringan, seperti Belgia atau Mesir. Artinya, bahkan di Piala Dunia 2026, kickoff bersamaan belum tentu sepenuhnya menghapus peluang strategi hasil tertentu.
Sumber: The Independent
Klasemen Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
Galatasaray Gencar Rayu Rafael Leao, Victor Osimhen Ikut Bantu
Liga Italia 5 Agustus 2026, 10:43
-
Xabi Alonso Buka Suara soal Masa Depan Mykhailo Mudryk di Chelsea
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 10:13
-
Neymar Akui Bisa Pensiun Usai Kontraknya di Santos Berakhir pada Desember
Bola Dunia Lainnya 5 Agustus 2026, 09:43
LATEST UPDATE
-
3 Pemain Real Madrid yang Paling Diuntungkan Peran Baru Arda Guler
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 14:07
-
Tempat Menonton PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 12 Agustus 2026, 13:21
-
Jose Mourinho Bisa Jadi Sosok yang Dibutuhkan Kylian Mbappe di Real Madrid
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 13:04
-
Link Live Streaming PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 12 Agustus 2026, 12:51
-
Liverpool Bisa Kehilangan Curtis Jones, Inter Milan Mulai Bergerak
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:21
-
4 Transfer Impian Liverpool Sebelum Bursa Musim Panas Ditutup
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:18
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
Piala Dunia 12 Agustus 2026, 11:21
-
Diincar Liverpool, Luis Enrique Buka Suara soal Masa Depan Bradley Barcola di PSG
Liga Eropa Lain 12 Agustus 2026, 10:51
-
Carlos Espi Punya Senjata yang Tidak Dimiliki Mbappe dan Endrick di Real Madrid
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:48
-
Saatnya Real Madrid Membuktikan Statusnya Sebagai Penguasa Liga Champions
Liga Champions 12 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Ingin Tawar Myles Lewis-Skelly dari Arsenal, tapi Ada 2 Kendala
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 10:32
-
Mike Maignan Tidak Puas dengan Situasi di AC Milan, Al-Nassr Siap Bergerak
Liga Italia 12 Agustus 2026, 10:21
-
Yan Diomande Tak Bisa Menolak Saat Real Madrid Memanggil
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:03
-
Dean Huijsen Warisi Nomor 4 Real Madrid, Mimpi Masa Kecil Jadi Nyata
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 09:56
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

