Pau Cubarsi dan Piala Dunia 2026, Saat Dunia Akhirnya Menghapus Label 'Bek Muda' Darinya
Gia Yuda Pradana | 23 Juli 2026 17:20
Bola.net - Pau Cubarsi selalu datang dengan satu label yang sulit dipisahkan. Bek Barcelona itu hampir selalu dipuji dengan tambahan kalimat, "untuk usianya."
Ia tampil tenang untuk pemain 19 tahun. Ia cerdas untuk pemain 19 tahun. Bahkan ketika sudah menjadi salah satu bek terbaik Eropa, usianya masih menjadi bagian dari setiap penilaian terhadap permainannya.
Piala Dunia 2026 mengubah cara pandang itu. Bukan karena Pau Cubarsi tampil spektakuler dengan tekel keras atau selebrasi emosional, melainkan karena ia membuat permainan bertahan terlihat begitu sederhana.
Pada akhirnya, dunia tidak lagi membicarakan usia. Dunia mulai membicarakan kualitasnya sebagai seorang bek.
Karier yang Selalu Berjalan Terlalu Cepat
Karier Pau Cubarsi memang seperti dipercepat tanpa jeda. Pada usia 17 tahun, ia sudah menjalani debut Liga Champions bersama Barcelona dan langsung membawa pulang penghargaan pemain terbaik saat menghadapi Napoli.
Tidak lama berselang, ia telah mengoleksi 100 pertandingan kompetitif bersama tim utama Barcelona. Pencapaian yang biasanya diraih seorang bek setelah bertahun-tahun, justru telah diselesaikannya sebelum menginjak usia 20 tahun.
Namun, semua catatan itu masih menyisakan ruang bagi publik untuk berkata bahwa waktunya belum tiba. Piala Dunia menjadi panggung yang menghapus keraguan tersebut.
Kehebatan yang Tidak Selalu Terlihat
Banyak bek dikenang karena tekel terakhir yang menyelamatkan tim. Pau Cubarsi justru membuat situasi seperti itu jarang terjadi.
Ia membaca arah umpan sebelum bola dikirim. Ia menutup ruang sebelum penyerang menyadari celah yang ingin dimanfaatkan.
Permainannya nyaris tidak menghadirkan drama. Justru di situlah letak kualitasnya.
Selama delapan pertandingan di Piala Dunia 2026, Spanyol hanya kebobolan satu gol. Pau Cubarsi bermain penuh selama 750 menit tanpa sekali pun kehilangan tempat di jantung pertahanan.
Ketika Belgia akhirnya memecahkan rekor nirbobol Spanyol pada babak perempat final, ia tidak larut dalam tekanan. Dari lini belakang, tembakan rendahnya memantul di depan kiper lawan sebelum dimanfaatkan Mikel Merino untuk mencetak gol kemenangan pada menit ke-88.
Hari Ketika Label Itu Hilang
Semifinal menghadapkan Spanyol dengan lini depan Prancis yang dipenuhi pemain kelas dunia. Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise datang sebagai ancaman terbesar sepanjang turnamen.
Tidak ada perlakuan khusus untuk pemain muda di panggung sebesar itu. Tidak ada penghargaan tambahan hanya karena seseorang lahir lebih belakangan dibanding lawannya.
Bersama Rodri dan Aymeric Laporte, Pau Cubarsi membuat serangan Prancis nyaris tidak berkembang. Unai Simon bahkan tidak dipaksa melakukan satu penyelamatan dalam kemenangan 2-0 yang mengantar Spanyol ke final.
Hari itu menjadi titik ketika kalimat "untuk usianya" kehilangan makna. Yang tersisa hanyalah pengakuan bahwa ia memang salah satu bek terbaik di dunia.
Pulang Sebagai Juara Dunia
Final melawan Argentina menghadirkan tekanan terbesar dalam kariernya. Kesalahan sekecil apa pun dapat mengubah sejarah.
Namun, Pau Cubarsi tetap bermain dengan ketenangan yang sama seperti sepanjang turnamen. Bahkan pada menit-menit akhir, ia melakukan intersep krusial untuk menggagalkan peluang Marco Senesi dan memastikan Spanyol mempertahankan keunggulan.
FIFA memang memberikan penghargaan Pemain Muda Terbaik kepadanya. Akan tetapi, medali emas juara dunia terasa jauh lebih tepat untuk menggambarkan pencapaiannya.
Barcelona mendapatkan kembali bek yang sama dari sisi kemampuan. Bedanya, kini Pau Cubarsi kembali sebagai pemain yang telah membuktikan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dunia, bukan lagi sekadar talenta yang menjanjikan.
Sumber: Barca Universal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
-
Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 05:36
-
Hansi Flick Beri Pemain Barcelona Libur Dua Hari setelah Kalah dari Real Madrid
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 23:09
-
Frenkie de Jong Ungkap Penyebab Barcelona Kesulitan Hadapi Real Madrid di El Clasico
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 22:29
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








