Pengakuan Jujur nan Mengejutkan Nagelsmann Usai Jerman Susah Payah Taklukkan Irlandia Utara
Editor Bolanet | 14 Oktober 2025 09:43
Bola.net - Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, secara mengejutkan melabeli kemenangan timnya sebagai kemenangan "jelek". Pernyataan jujur ini dilontarkannya setelah Jerman bersusah payah mengamankan tiga poin krusial di kandang Irlandia Utara.
Der Panzer memang berhasil meraih kemenangan ketiga beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, performa mereka di Belfast jauh dari kata meyakinkan.
Gol tunggal dari Nick Woltemade menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang diwarnai perlawanan sengit tuan rumah. Gol tersebut bahkan lahir dari satu-satunya tembakan tepat sasaran Jerman di babak pertama.
Meski tiga poin berhasil diamankan, Nagelsmann sama sekali tidak terkesan. Ia justru memberikan analisis yang sangat kritis terhadap penampilan anak asuhnya.
Perjuangan di Tengah Atmosfer Mencekam

Jerman dibuat frustrasi sejak awal laga oleh perlawanan spartan Irlandia Utara. Didukung atmosfer elektrik di Windsor Park, tuan rumah tampil berani dan merepotkan.
Bahkan, tim asuhan Michael O'Neill sempat mencetak gol melalui Dan Ballard, meskipun dianulir karena offside. Sebaliknya, Jerman kesulitan menciptakan peluang bersih selama setengah jam pertama.
"Ini jelas bukan pertandingan terbaik kami. Stadionnya sangat emosional," ujar Nagelsmann usai laga.
"Ada banyak pertarungan untuk mempertahankan penguasaan bola, dan itu bahkan menyulitkan wasit untuk memperhatikan semua detail kecil," sambungnya.
Kemenangan 'Jelek' yang Tetap Disyukuri

Di tengah kebuntuan, Jerman akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat skema bola mati. Gol debut internasional Nick Woltemade menjadi penyelamat bagi Der Panzer.
Meski begitu, secara keseluruhan Nagelsmann mengakui bahwa timnya dipaksa bermain tidak sesuai gaya mereka. Ia pun tak ragu menyebut kemenangan ini sebagai kemenangan yang tidak indah.
"Sulit untuk memainkan permainan yang bagus ketika bola lebih sering berada di udara. Anda harus bertarung dan berduel," jelas pelatih berusia 38 tahun itu.
"Itu adalah kemenangan 'jelek', tetapi yang terpenting adalah tiga poin," tegasnya.
Bola Mati Menjadi Pembeda Utama
Gol semata wayang Jerman dalam laga ini memang lahir dari situasi yang tidak terduga. Sebuah sepak pojok dari David Raum berhasil diselesaikan secara improvisasi oleh Woltemade.
Sempat ada pemeriksaan VAR untuk potensi handball, namun akhirnya disahkan karena bola mengenai bahu sang striker. Momen inilah yang pada akhirnya menjadi satu-satunya pembeda antara kedua tim.
"Pada akhirnya, sebuah skema bola mati yang menentukan pertandingan," kata Nagelsmann.
"Kami sering berlatih bola mati karena pentingnya hal itu," imbuhnya.
Isu Kiper Utama dan Diskusi yang Tak Perlu
Selain performa tim, Nagelsmann juga menanggapi isu mengenai siapa yang akan menjadi kiper utama Jerman di Piala Dunia. Hal ini menyusul performa solid Oliver Baumann yang melakukan beberapa penyelamatan penting.
Nagelsmann menegaskan bahwa timnya tidak memiliki masalah di sektor penjaga gawang sejak Manuel Neuer pensiun dari timnas. Ia merasa diskusi publik mengenai hal ini justru tidak produktif.
"Sejak Manu (Neuer) pensiun, kami tidak pernah kalah dalam pertandingan karena kesalahan penjaga gawang," ungkap mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.
"Diskusi ini tidak membantu siapa pun, baik para penjaga gawang kami maupun Manu sendiri, yang sedang fokus pada Bayern," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Barcelona vs Villarreal: Lamine Yamal
Liga Spanyol 1 Maret 2026, 00:23
-
Bukan Bruno Fernandes, Bos Crystal Palace Ngeri-ngeri Sedap Lihat Pemain MU Ini
Liga Inggris 28 Februari 2026, 23:33
-
Hasil BRI Super League Bali United vs Persijap: Cuma Hasilkan Skor Kacamata
Bola Indonesia 28 Februari 2026, 23:17
-
Manchester United Kepincut Bek Newcastle United Ini?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 23:00
-
Eks MU Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen Setan Merah: Dia Sangat Layak!
Liga Inggris 28 Februari 2026, 22:50
-
Michael Carrick: Tidak Bisa Ditawar, Lolos ke UCL Harga Mati untuk MU!
Liga Inggris 28 Februari 2026, 22:40
-
Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
Lain Lain 28 Februari 2026, 22:35
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21







