Piala Dunia 2026 Belum Dimulai, Meksiko City Sudah Bergolak: Guru dan Hakim Demo Turun ke Jalan

Asad Arifin | 4 Juni 2026 17:27
Piala Dunia 2026 Belum Dimulai, Meksiko City Sudah Bergolak: Guru dan Hakim Demo Turun ke Jalan
Sejumlah warga memadati dan memblokade ruas Paseo de la Reforma dalam aksi protes guru yang menuntut kenaikan gaji di Mexico City, Selasa (2/6/2026). (c) AP Photo/Jon Orbach

Bola.net - Sepekan sebelum menjadi pusat perhatian dunia lewat Piala Dunia 2026, Meksiko City justru dihadapkan pada gelombang protes besar yang mengganggu aktivitas jutaan warga. Penutupan jalan, kemacetan parah, dan proyek infrastruktur yang belum rampung menciptakan tekanan tambahan bagi ibu kota Meksiko.

Pada 12 Juni mendatang, Stadion Azteca akan menjadi panggung pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan. Namun, menjelang momen bersejarah tersebut, pemerintah menghadapi tantangan domestik yang tidak kalah besar dibanding persiapan turnamen.

Advertisement

Kelompok guru yang tergabung dalam Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educacion (CNTE) memimpin serangkaian aksi massa di sejumlah titik strategis kota. Mereka menegaskan bahwa demonstrasi tidak berkaitan dengan turnamen sepak bola, melainkan tuntutan yang belum dipenuhi pemerintah.

Selain guru, pensiunan hakim dan pejabat pengadilan juga turun ke jalan untuk memperjuangkan hak-hak mereka pascareformasi peradilan 2024. Situasi ini membuat sorotan terhadap Meksiko menjelang Piala Dunia tidak hanya datang dari lapangan sepak bola, tetapi juga dari dinamika sosial dan politik di dalam negeri.

1 dari 3 halaman

Ancaman Demonstrasi saat Piala Dunia Dimulai

Ancaman Demonstrasi saat Piala Dunia Dimulai

3 maskot Piala Dunia 2026, Maple, Zayu, dan Clutch (c) Instagram/fifa

CNTE menjadi kelompok yang paling vokal dalam gelombang protes yang berlangsung di Meksiko City dalam beberapa pekan terakhir. Organisasi tersebut menuntut pemerintah memenuhi janji kampanye terkait sistem pensiun dan kesejahteraan guru.

Serikat pekerja itu meminta pencabutan undang-undang tahun 2007 yang mereformasi sistem pensiun dan jaminan sosial bagi pekerja sektor publik. Selain itu, mereka juga menuntut kenaikan gaji yang dinilai belum sejalan dengan kondisi ekonomi saat ini.

“Pemerintah saat ini membuat komitmen kampanye, baik pemerintah (mantan Presiden) Andres Manuel Lopez Obrador maupun Presiden Sheinbaum, mereka mengatakan memiliki komitmen kepada para guru untuk membatalkan reformasi itu, tetapi itu tidak pernah terjadi,” kata Rodrigo Arias, seorang guru sekolah dari negara bagian selatan Oaxaca dengan pengalaman mengajar selama 40 tahun.

“Ada pengabaian. Ada kebijakan mengatur tenggat waktu, membuat komitmen yang tidak pernah benar-benar ditepati. Kami akan terus melakukan mobilisasi sampai suara kami didengar, bahkan dengan Piala Dunia di depan mata,” tambah Arias.

2 dari 3 halaman

Jalan Utama Lumpuh dan Kekhawatiran Keamanan Meningkat

Jalan Utama Lumpuh dan Kekhawatiran Keamanan Meningkat

Para suporter mengibarkan bendera dan meniup terompet jelang babak pertama laga MexTour antara Meksiko melawan Belgia. (c) AP Photo/Matt Marton

Aksi protes terkonsentrasi di Insurgentes dan Paseo de la Reforma, dua koridor utama yang menjadi urat nadi mobilitas Meksiko City. Penutupan jalan di kawasan tersebut memicu kemacetan panjang dan mempersulit aktivitas warga sehari-hari.

Gelombang demonstrasi bahkan sempat memunculkan insiden perusakan fasilitas publik. Pada Selasa lalu, sejumlah patung pemain sepak bola di Paseo de la Reforma dilaporkan diruntuhkan oleh pengunjuk rasa.

Rodrigo Arias membantah bahwa pelaku perusakan merupakan anggota CNTE. Ia menegaskan bahwa organisasinya tidak memiliki agenda untuk merusak properti maupun memancing bentrokan dengan aparat keamanan.

Meski demikian, sejumlah pelaku usaha di sekitar lokasi demonstrasi memilih memasang penghalang logam dan papan kayu sebagai langkah antisipasi. Kekhawatiran terhadap potensi eskalasi aksi terlihat semakin meningkat seiring mendekatnya hari pembukaan Piala Dunia.

3 dari 3 halaman

Infrastruktur Belum Rampung, Pemerintah Hadapi Tekanan Ganda

Infrastruktur Belum Rampung, Pemerintah Hadapi Tekanan Ganda

Seorang pekerja sedang membawa perlengkapan kerja dalam proses renovasi Azteca Stadium jelang pembukaan Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Marco Ugarte

Di tengah protes para guru, kelompok pensiunan hakim dan pejabat pengadilan juga menggelar demonstrasi di pusat kota. Mereka menuntut pembayaran pesangon dan jaminan pensiun setelah reformasi besar sistem peradilan yang diberlakukan pada 2024.

Presiden Claudia Sheinbaum memilih pendekatan yang lebih hati-hati dalam merespons situasi tersebut. Dalam konferensi pers pagi hari, ia menegaskan pemerintah tidak akan terpancing melakukan provokasi maupun memerintahkan tindakan represif terhadap para demonstran.

Tantangan pemerintah semakin kompleks karena sejumlah proyek infrastruktur menjelang Piala Dunia 2026 masih belum selesai.

Renovasi Bandara Internasional Benito Juarez, pembaruan sistem metro, dan perbaikan jalan utama masih berlangsung. Situasi ini membuat persiapan Meksiko sebagai tuan rumah 13 pertandingan Piala Dunia berada dalam sorotan internasional yang semakin tajam.

Sumber: CNBC

LATEST UPDATE