Prediksi AI Piala Dunia 2026: Brasil vs Prancis di Final, Inggris Gagal Lagi
Richard Andreas | 2 April 2026 13:15
Bola.net - Seluruh peserta Piala Dunia 2026 akhirnya telah dipastikan setelah rangkaian pertandingan play-off terakhir berakhir dramatis. Turnamen edisi mendatang akan menjadi yang pertama dengan format baru yang melibatkan 48 negara.
Empat tiket terakhir zona Eropa diraih oleh Turki, Swedia, Republik Ceko, serta Bosnia dan Herzegovina. Sementara itu, Republik Demokratik Kongo dan Irak berhasil lolos melalui play-off antarkonfederasi.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Utara tersebut akan membagi 48 tim ke dalam 12 grup. Dari fase grup itu, 32 tim akan melaju ke fase gugur hingga tersisa dua tim yang bertarung di final di MetLife Stadium pada 19 Juli.
Inggris Diprediksi Kembali Gagal di Fase Gugur

Argentina akan datang ke turnamen sebagai juara bertahan, sementara Spanyol, Prancis, dan Inggris termasuk di antara tim yang diperkirakan menjadi kandidat kuat juara.
Inggris kini berada di bawah arahan Thomas Tuchel, yang ditunjuk pada 2024 untuk menggantikan Gareth Southgate dengan misi mengakhiri penantian 70 tahun gelar Piala Dunia.
Biar begitu, mengutip Sportsmole, simulasi berbasis AI memprediksi Inggris kembali gagal memenuhi ambisi tersebut. Tim berjuluk The Three Lions diperkirakan menang atas Senegal dan Meksiko di fase gugur sebelum akhirnya tersingkir di perempat final oleh Brasil.
Skenario itu mengingatkan pada Piala Dunia 2002 ketika Brasil menyingkirkan Inggris dengan kemenangan 2-1 di Shizuoka. Saat itu, Ronaldinho mencetak gol ikonik lewat tembakan lob jarak jauh yang mengecoh kiper David Seaman.
Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, itu akan menjadi keempat kalinya dalam tujuh edisi Piala Dunia terakhir Inggris tersingkir di babak delapan besar.
Simulasi Prediksi Brasil Juara Dunia Keenam

Simulasi yang sama juga memprediksi Maroko kembali menjalani musim Piala Dunia yang menjanjikan sebelum akhirnya kalah dari Prancis di perempat final.
Tim asuhan Didier Deschamps diperkirakan bertemu juara Eropa, Spanyol di semifinal yang akan menjadi ulangan pertemuan pada tahap yang sama di Euro 2024. Dalam simulasi tersebut, Prancis diprediksi membalas kekalahan 2-1 mereka dan melaju ke final ketiga secara beruntun.
Di semifinal lain, Brasil diperkirakan menghadapi Argentina dalam duel yang akan menjadi pertemuan pertama kedua negara di Piala Dunia sejak 1990. Saat itu, Claudio Caniggia mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Argentina di Turin.
Dalam simulasi kali ini, Brasil yang dipimpin Carlo Ancelotti diprediksi keluar sebagai pemenang dan melaju ke final menghadapi Prancis.
Laga tersebut akan mengingatkan pada final Piala Dunia 1998 di Prancis ketika Zinedine Zidane mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0.
Brasil Juara Piala Dunia Lagi
Simulasi tersebut berakhir dengan Brasil mengangkat trofi Piala Dunia kelima mereka sekaligus yang pertama sejak Ronaldo mencetak dua gol pada final 2002 melawan Jerman.
Gelar itu juga diperkirakan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier kepelatihan Ancelotti.
Dalam perebutan tempat ketiga, Spanyol diprediksi mengalahkan Argentina. Pertandingan itu berpotensi menjadi laga terakhir Lionel Messi bersama tim nasional jika ia memutuskan tampil di turnamen tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Di Mana Posisi Terbaik Cole Palmer, Benarkah Sayap Kanan?
Liga Inggris 2 April 2026, 12:21
LATEST UPDATE
-
Barcelona Berhemat: Tidak Akan Belanja Besar, Pilih Percaya La Masia
Liga Spanyol 2 April 2026, 15:15
-
Tonali dan Anderson Kemahalan, MU Lirik Gelandang Asal Brasil Ini?
Liga Inggris 2 April 2026, 14:24
-
Seruan Reformasi Badan Federasi Sepak Bola Italia Kian Nyaring
Piala Dunia 2 April 2026, 14:14
LATEST EDITORIAL
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45














