Profil Klub dan Daftar Pemain Benfica di Piala Dunia Antarklub 2025
Gia Yuda Pradana | 12 Juni 2025 11:42
Bola.net - Dengan sejarah lebih dari satu abad, Benfica bersiap mencetak babak baru di kancah internasional lewat partisipasinya di Piala Dunia Antarklub 2025—edisi perdana dengan format 32 tim. Klub bersejarah asal Lisbon ini menjadi salah satu dari dua perwakilan Portugal di ajang prestisius yang tahun ini diselenggarakan di Amerika Serikat.
Dalam skema kompetisi yang lebih ketat, Benfica tergabung di Grup C bersama lawan-lawan dari lintas benua. Mereka akan menghadapi Bayern Munchen sebagai sesama wakil Eropa, tim semi-profesional Auckland City dari Oseania, serta Boca Juniors dari Argentina yang juga lolos lewat jalur peringkat seperti Bayern.
Bagi The Eagles, ini adalah momen penting untuk menegaskan kembali posisi mereka sebagai kekuatan mapan Eropa di panggung dunia. Dengan semangat tinggi, Benfica bertekad terbang lebih jauh dan membuktikan kapasitas mereka dalam menghadapi dominasi klub-klub top dari Amerika Selatan maupun Eropa.
Grup dan Jadwal Pertandingan Benfica
Grup C
- Bayern Munchen
- Auckland City
- Boca Juniors
- Benfica
Jadwal pertandingan Benfica
- Selasa, 17 Juni 2025 | 05.00 WIB | Boca Juniors vs Benfica (Hard Rock Stadium, Miami)
- Jumat, 20 Juni 2025 | 23.00 WIB | Benfica vs Auckland City (Inter&Co Stadium, Orlando)
- Rabu, 25 Juni 2025 | 02.00 WIB | Benfica vs Bayern Munchen (Bank of America Stadium, Charlotte)
Proses Lolos Benfica ke Piala Dunia Antarklub 2025
Didirikan pada 1904 dengan nama asli Sport Lisboa, Benfica telah tumbuh menjadi salah satu klub paling ikonik di kancah sepak bola Eropa. Berbasis di Estadio da Luz—markas megah yang merepresentasikan kejayaan mereka di Lisbon—klub yang dijuluki The Eagles ini memiliki rekam jejak panjang dalam meraih prestasi, baik di level domestik maupun kontinental.
Kepastian keikutsertaan mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 diperoleh lewat jalur peringkat, berkat konsistensi penampilan mereka di Liga Champions selama empat musim terakhir. Saat aturan kualifikasi diumumkan, posisi Benfica di antara klub-klub top Eropa sudah cukup kuat untuk mengamankan tempat di ajang global tersebut, yang kini mengadopsi format baru dengan 32 peserta dari seluruh penjuru dunia.
Sejarah dan Profil Klub Benfica
Lambang Benfica menampilkan seekor elang emas yang bertengger di atas perisai dengan roda sepeda—simbol yang merujuk pada sejarah awal klub yang tidak hanya berkutat di dunia sepak bola. Di dalamnya juga tersemat semboyan Latin E pluribus unum (dari banyak, menjadi satu), cerminan filosofi klub yang langsung terwujud lewat dominasi domestik pada masa awal. Mereka menjuarai Liga Portugal untuk pertama kalinya pada musim 1935–36 dan mengoleksi enam trofi dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Dominasi itu berlanjut lintas generasi. Benfica setidaknya selalu meraih satu gelar liga di tiap dekade, dan kini menjadi pemilik rekor 38 titel kasta tertinggi Portugal. Di Eropa, masa keemasan datang saat diasuh Bela Guttmann, pelatih legendaris asal Hungaria. Dalam dua musim berturut-turut, mereka menaklukkan Barcelona dan Real Madrid untuk merebut European Cup pada 1961 dan 1962. Final kedua di Amsterdam begitu bersejarah—remaja 20 tahun bernama Eusebio mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 5-3 atas Madrid.
Akan tetapi, setelah era emas itu, Benfica belum pernah lagi merasakan kejayaan Eropa. Lima kekalahan di final European Cup atau Liga Champions, ditambah tiga di final UEFA Cup, membentuk rangkaian tragis yang kerap dikaitkan dengan kutukan Bela Guttmann. Setelah pergi karena sengketa gaji, Guttmann dikabarkan mengucap kutukan bahwa Benfica tidak akan menjuarai kompetisi Eropa “selama 100 tahun.” Meski bayang-bayang kutukan itu masih terasa, harapan baru muncul. Piala Dunia Antarklub 2025 bisa menjadi panggung bagi The Eagles untuk meraih gelar internasional perdana sepanjang sejarah klub.
Pemain Bintang Benfica
Dengan dua ikon Argentina, Nicolas Otamendi dan Angel Di Maria, Benfica membawa pengalaman juara dunia ke Piala Dunia Antarklub 2025. Kehadiran keduanya menambah keseimbangan tim—Otamendi menghadirkan ketegasan di lini belakang, sementara Di Maria tetap menjadi sumber kreativitas utama di lini depan, meski telah berusia 37 tahun.
Di Maria masih menunjukkan kelasnya sebagai salah satu winger terbaik dalam dua dekade terakhir. Dengan kaki kiri yang tetap mematikan, ia telah berkontribusi lebih dari 10 kali dalam bentuk gol dan assist musim ini. Spesialis set piece ini punya riwayat karier gemilang bersama klub-klub papan atas seperti Real Madrid, PSG, dan Juventus, serta membela timnas Argentina sebanyak 145 kali sebelum gantung sepatu setelah Copa America 2024.
Piala Dunia Antarklub tahun ini bisa menjadi kompetisi besar terakhir bagi Di Maria di bawah naungan FIFA. Meski arah kariernya usai turnamen belum jelas, kehadirannya di Amerika Serikat akan jadi momen penting—baik bagi Benfica maupun para penggemar yang ingin menyaksikan babak akhir dari perjalanan salah satu winger paling ikonik di generasinya.
Profil Pelatih Benfica
Bruno Lage, yang memiliki nama lengkap Bruno Miguel Silva do Nascimento, adalah pelatih asal Portugal yang kini kembali menakhodai Benfica. Lahir pada 12 Mei 1976, ia dikenal sebagai pelatih berwawasan tajam dan pernah mencatat masa gemilang di periode pertamanya bersama klub, termasuk membawa Benfica menjuarai Liga Portugal 2018–19 dan meraih Piala Super Portugal pada 2019.
Setelah meraih kesuksesan di Portugal, Lage melanjutkan petualangannya ke Inggris dengan menjadi pelatih Wolverhampton di Premier League selama lebih dari satu musim. Ia lalu sempat menjajal tantangan di Brasil bersama Botafogo, sebelum akhirnya pulang ke Benfica pada 2024. Kepulangannya disambut sebagai awal baru untuk menghidupkan kembali ambisi Benfica, baik di tingkat domestik maupun di panggung Eropa.
Daftar Pemain Benfica untuk Piala Dunia Antarklub 2025
- Kiper: Antonily Trubin, Diogo Ferreira, Andre Gomes
- Belakang: Alvaro Carreras, Antonio Silva, Samuel Dahl, Nicolas Otamendi, Rui Silva, Goncalo Oliveira, Joshua Wynder, Leandro, Adrian Bajrami
- Tengah: Fredrik Aursnes, Orkun Kokcu, Leandro Barreiro, Florentino Luis, Joao Veloso, Rafael Luis, Joao Rego, Renato Sanches, Diogo Prioste
- Depan: Angel Di Maria, Vangelis Pavlidis, Kerem Akturkoglu, Andrea Belotti, Andreas Schjelderup, Gianluca Prestianni, Bruma, Tiago Gouveia, Eduardo Fernandes
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea di Era Rosenior: Antara Progres Nyata dan Jalan di Tempat
Liga Inggris 24 Maret 2026, 07:21
-
Selamatkan Musim dan Selamatkan Pekerjaan: Arne Slot Perlu Fokus 3 Aspek Ini
Liga Inggris 24 Maret 2026, 06:17
-
Liverpool Cari Pengganti Arne Slot, Muncul Nama Tak Terduga
Liga Inggris 24 Maret 2026, 05:11
-
Pelajaran Mahal Arteta dari Guardiola
Liga Inggris 24 Maret 2026, 04:19
LATEST UPDATE
-
Shevchenko Soroti Peran Rafael Leao di Milan, Tegaskan Bukan Striker Murni
Liga Italia 24 Maret 2026, 10:44
-
Duel Lawan Napoli Bisa Tentukan Arah Perburuan Scudetto Bagi AC Milan
Liga Italia 24 Maret 2026, 10:42
-
Andre Onana Bakal Balik ke MU? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 24 Maret 2026, 10:33
-
Zinedine Zidane Capai Kesepakatan Lisan untuk Latih Timnas Prancis
Piala Eropa 24 Maret 2026, 10:20
-
Bukan ke MU, Roberto De Zerbi Bakal Latih Klub Ini?
Liga Inggris 24 Maret 2026, 10:20
-
Kritik Brutal Di Canio Pada Rafael Leao: Milan Lebih Baik Tanpa Dirinya
Liga Italia 24 Maret 2026, 09:58
-
Gabriel Magalhaes Cedera Lutut, Mundur dari Timnas Brasil
Piala Dunia 24 Maret 2026, 08:38
-
Chelsea di Era Rosenior: Antara Progres Nyata dan Jalan di Tempat
Liga Inggris 24 Maret 2026, 07:21
-
Selamatkan Musim dan Selamatkan Pekerjaan: Arne Slot Perlu Fokus 3 Aspek Ini
Liga Inggris 24 Maret 2026, 06:17
-
FIFA Series 2026 dan Momentum Timnas Indonesia Perbaiki Ranking FIFA
Tim Nasional 24 Maret 2026, 06:01
LATEST EDITORIAL
-
Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Mengejutkan di Premier League
Editorial 24 Maret 2026, 11:00
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00







