Setelah Kalah Memalukan, Real Madrid Akui Masalah di Lini Tengah

Setelah Kalah Memalukan, Real Madrid Akui Masalah di Lini Tengah
Heorhiy Sudakov berlari membawa bola di samping Franco Mastantuono dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

Bola.net - Kekalahan telak Real Madrid dari Benfica di laga terakhir Liga Champion meninggalkan luka yang lebih dalam. Kylian Mbappe menyebut hasil tersebut memalukan, sementara Jude Bellingham mengaku kehabisan kata-kata menghadapi pertandingan serupa yang kembali terulang.

Bagi Real Madrid, kekecewaan itu bukan hanya datang dari kekalahan besar yang mereka alami. Pola kekalahan yang terasa familiar, karena sudah beberapa kali terjadi, justru menjadi pukulan tambahan bagi Los Blancos.

Di tengah berbagai alasan yang selama ini dikemukakan, mulai dari badai cedera hingga kondisi fisik skuad, kekalahan ini memicu perubahan sudut pandang. Untuk pertama kalinya musim ini, sorotan diarahkan ke petinggi klub.

1 dari 3 halaman

Warisan Gelandang yang Hilang

Warisan Gelandang yang Hilang

Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

Dalam rentang tiga tahun terakhir, Real Madrid ditinggal Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Bersamaan dengan kepergian trio tersebut, fondasi kesuksesan empat gelar Liga Champions dalam lima tahun turut menghilang.

Saat Kroos dan Modric masih berada di dalam skuad, Los Blancos sempat meraih satu kemenangan lagi pada 2024. Namun, dua musim berikutnya, dengan satu musim yang masih berjalan, menunjukkan performa Eropa yang jauh dari standar lama mereka.

Situasi ini memperkuat kesan bahwa transisi di lini tengah tidak berjalan mulus. Absennya figur dominan yang mampu mengontrol permainan menjadi masalah yang terus berulang.

2 dari 3 halaman

Manajemen Akui Rencana Tak Berjalan

Menurut laporan Cadena SER, manajemen Real Madrid kini menerima kenyataan bahwa rencana menggantikan peran para gelandang senior tersebut tidak berhasil.

Tokoh-tokoh utama seperti Presiden Florentino Perez, General Manager Jose Angel Sanchez, dan Kepala Pemandu Bakat Juni Calafat disebut menjadi wajah dari pengakuan tersebut.

Sebelumnya, kesulitan para pemain pengganti sering dikaitkan dengan faktor lain, termasuk peran Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso. Namun, setelah tiga pelatih berbeda mengalami kendala serupa dalam memaksimalkan lini tengah, klub menyimpulkan bahwa masalahnya terletak pada perencanaan.

Pengakuan ini menandai perubahan penting dalam evaluasi internal Real Madrid, terutama setelah musim yang penuh tekanan.

3 dari 3 halaman

Investasi Besar, Dampak Terbatas

Real Madrid telah mendatangkan Jude Bellingham, Aurelien Tchouameni, dan Eduardo Camavinga dengan total biaya 238 juta euro. Fede Valverde juga diharapkan mengambil peran yang lebih besar di lini tengah.

Namun, tidak satu pun dari mereka benar-benar menjelma menjadi penguasa lini tengah seperti yang diharapkan. Bellingham memang tampil menonjol, tetapi kontribusinya lebih terasa saat bermain lebih maju.

Pengakuan atas kegagalan ini membuka kemungkinan Real Madrid kembali aktif di bursa transfer musim panas. Klub menilai skuad yang ada masih berkualitas di bawah arahan Alvaro Arbeloa, tetapi masalah utama tetap berada di lini tengah.