Roger Milla, Pencetak Gol Tertua di Panggung Piala Dunia
Serafin Unus Pasi | 9 Agustus 2022 18:57
Bola.net - Tidak ada yang memprediksi tim nasional Kamerun akan berbicara banyak di Piala Dunia 1990 Italia. Namun Roger Milla dan kawan-kawannya memutarbalikkan semua prediksi yang ada.
Di ajang tersebut, Milla mencetak empat gol dan menjadikan Kamerun tim pertama Afrika yang tampil di babak perempat final Piala Dunia. Hebatnya, prestasi membanggakan itu dicapai saat ia berusia 38 tahun.
Sejak saat itu Milla benar-benar mengubah cara pandang dunia terhadap sepak bola Afrika. Goyangan Milla usai mencetak gol kemudian jadi salah satu hal yang sulit dilupakan dalam sejarah Piala Dunia.
Lalu, Milla kembali membuat kejutan ketika dirinya kemudian masih menampakkan batang hidungnya di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat dalam usia 42 tahun. Ia pun didaulat sebagai pemain tertua yang tampil di putaran final Piala Dunia.
Sempat Memutuskan Pensiun dari Timnas
Roger Milla memang besar bersama Kamerun dan atas jasanya pula nama negara tersebut kemudian menjadi besar. Total, ia sudah bertanding di tiga edisi Piala Dunia, yang pertama pada 1982 di Spanyol. Milla sempat memutuskan pensiun dari timnas pada 1987.
Tetapi negara sepertinya memang masih membutuhkan jasanya waktu itu. Tak tanggung-tanggung sang presiden Kamerun, Paul Biya, menelepon langsung Milla agar kembali ke timnas dan ikut ke Piala Dunia 1990.
Lewat Piala Dunia yang "dipaksa" ini ternyata justru membuat namanya melesat.
Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia
Keberhasilan Kamerun menembus perempat final Piala Dunia 1990 tidak bisa dilepaskan dari peran besar Roger Milla yang berhasil mencetak empat gol. Torehan golnya tersebut hanya kalah dari pemain Italia Salvatore Schillaci dan pemain Ceko, Tomas Skuhravy di daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1990.
Memulai laga dari bangku cadangan di pertandingan melawan Rumania, gol Milla di menit ke-76 menjadikan ia sebagai pencetak gol tertua Piala Dunia yakni di usianya yang telah menginjak 38 tahun.
Pada saat itu, selebrasi gol Milla dengan menari Makossa di pojok lapangan bermula. Hingga kini, selebrasi unik Milla tersebut masih diingat para penggemar sepak bola. Penampilan gemilangnya di Piala Dunia 1990 membuat Milla dinobatkan sebagai "African Football of The Year".
Di usia yang sudah dibilang tua tersebut, ketika kebanyakan pemain sepak bola sudah pensiun, pesepakbola yang memiliki nama lengkap Albert Roger Mooh Miller itu membuktikan usia bukanlah penghalang untuk menjadi bintang di Piala Dunia.
Tua-tua Keladi
Roger Milla sendiri ternyata masih bermain bersama Kamerun selang empat tahun kemudian pada edisi Piala Dunia 1994. Pada Turnamen yang diselenggarakan di Amerika tersebut prestasi 'Indomitable Lions' memang tak secemerlang edisi sebelumnya.
Kamerun hanya mampu menjadi juru kunci babak fase grup saja. Tetapi sebagai individu, Roger Milla masih mencatatkan sejarah di sana.
Milla menjadi pemain tertua yang bermain di Piala Dunia 1994 Amerika Serika di usianya 42 tahun 39 hari. Rekor tersebut baru pecah 20 tahun kemudian oleh kiper Kolombia, Faryd Mondragon yang bermain di Piala Dunia 2014 di umur 43 tahun 3 hari.
Namun hebatnya rekor yang diciptakan Milla ternyata tak hanya itu. Pada laga melawan Rusia, Kamerun memang dibantai dengan skor 6-1. Tetapi satu gol balasan yang dicetak Roger Milla tersebut menjadi rekor baru sebagai pencetak gol tertua di Piala Dunia dalam sejarah.
Rekor tersebut memecahkan rekor miliknya sendiri pada edisi sebelumnya dan masih belum terpecahkan hingga sekarang.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Andre Onana Ingin Balikan dengan MU, Tapi Bertepuk Sebelah Tangan
Liga Inggris 26 Februari 2026, 16:18
-
Toprak Razgatlioglu Ngaku Tertekan Jelang MotoGP Thailand 2026, Jack Miller Santai
Otomotif 26 Februari 2026, 15:41
LATEST UPDATE
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58








